My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 64



"tuan muda, tenang lah, tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan," ucap Romeo yang kini duduk di sebelah Samuel sambil memegang pundak Samuel.


"Apa sudah ada kabar dari mereka?" tanya Samuel yang menanyakan tentang apa anak buah Romeo sudah berhasil mendapatkan atau menemukan Moza.


"Sampai sekarang seperti nya mereka masih mencari keberadaan nya," ucap Romeo lagi.


Hal ini semakin membuat Samuel lemah, dirinya kini sudah kehilangan segalanya.


Dua hari pun berlalu.


Kini Samuel sudah hampir kehabisan akal untuk mencari keberadaan Moza, anak buahnya satu pun masih belum menemukan jejak sama sekali, informasi seupil pun masih belum di dengar kan oleh Samuel.


Bagaimana bisa ketemu, orang Moza sudah pergi ke kota lain.


Hari ini, Samuel kembali di panggil oleh dokter karena ada beberapa urusan penting tentang kesehatan mama nya yang harus di bicarakan secara langsung.


Samuel yang pada saat itu sedang sibuk mencari keberadaan Moza pun akhirnya datang ke rumah sakit untuk melihat mama nya.


"Baik, lah dokter, terima kasih atas bantuan nya," ucap Samuel sebagai akhir dari pembicaraan nya dengan sang dokter.


"Kalau begitu saya permisi dulu," tutur dokter tersebut yang kemudian berjalan meningal kan ruang rawat mama Ema.


Samuel mengangguk kan kepala nya dan melihat keadaan sang mama yang kini hanya bisa terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit.


"Mama dengar sendiri kan? Apa yang di katakan dokter, mama akan sembuh,jadi jangan khawatir,"ucap Samuel.


"Samuel, di mana Moza? Apa kau sudah menemukan nya? Mama ingin minta maaf," ucap mama Ema dengan air mata yang mengalir deras.


"Aku belum menemukan nya ma, dan ini, ini adalah bukti dari Moza, bahwa dia bisa hamil dan sekarang dia pergi dalam keadaan hamil, sudah dua hari ini aku sama sekali tidak menemukan titik terang tentang keberadaan Moza." ucap Samuel kepada sang mama sambil mengeluarkan tes kehamilan yang di berikan Nara kemarin kepada nya.


"Ya Tuhan, ini benar? Sekarang dia sedang mengandung cucu mama? Samuel mama yang salah, semua ini terjadi karena kebodohan mama, mama benar-benar minta maaf, tolong cari dan bawa dia kembali," ucap mama Ema yang saat ini sangat menyesali perbuatannya.


"Sudah lah, aku harap kedepan nya mama tidak melakukan kesalahan ini lagi, dan mama doa kan saja, agar aku berhasil menemukan Moza, aku juga sangat khawatir dengan keadaan nya, kalau begitu mama istirahat,aku masih akan menemui Romeo untuk mencari keberadaan Moza," ucap Samuel sambil memegang tangan sang mama yang kini kaku.


"Baik lah, hati-hati Samuel," ucap mama Ema kepada Samuel.


Samuel pun berjalan keluar dari ruang rawat mama nya dengan hati yang selalu gundah karena sampai sekarang dirinya tidak menemukan sang pujaan hati.


Namun saat keluar dari ruang rawat sang mama, ia malah berpapasan dengan Naya yang juga keluar dari ruang rawat nya dengan pakaian yang masih mengunakan baju rumah sakit.


Kedua nya saling pandang dengan tatapan tajam, seperti ada dendam yang tersimpan.


"Kau, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Samuel menunjuk Naya, dia terlihat mengingat siapa yang saat ini ada di hadapannya.


"Apa kau buta? Aku dari pakaian ku saja, kau seharusnya bisa tau jika aku adalah pasien di sini," jawab Naya dengan nada ketus seperti biasanya.


"Ck, di mana suami mu yang berusaha merebut perusahaan ku itu? Apa dia masih berjalan dengan kursi roda?" Sempat-Sempatnya Samuel menghina Ferdi.


"Apa? Apa maksud mu? Kau kelihatan nya tau banyak tentang aku dan Moza sekarang? Apa jangan-jangan kau? Kau yang menculik Moza?" dengan bodoh nya semue mengambil kesimpulan secepat dan seperti itu.


"Laki-laki ini benar-benar gila, bisa-bisa nya dulu Moza mau dengan nya, dia terlihat pintar dalam urusan pekerjaan tapi begitu bodoh dalam urusan permasalahan," batin Naya tak habis fikir.


"Mengapa kau diam?" tanya Samuel lagi.


"Hey, jangan menuduh ku sembarangan,aku ini sedang sakit, dan sebentar lagi akan mati, buat apa aku menculik Moza?" kesal Naya yang kemudian berbalik lalu buru-buru masuk kembali ke dalam ruang rawat nya.


Sementara itu, papa nya baru saja tiba, saat Samuel hendak mengejar Naya, papa nya Naya pun menghalangi nya.


"Naya tunggu aku belum selesai bicara!" ucap Samuel hendak mengejar Naya, namun papa nya Naya dengan cepat menghadangnya.


"Tuan muda Samuel maaf, dan tolong jangan ganggu putri ku, dia sedang sakit," ucap papa Naya kepada Samuel.


"Pak Hanan, apa kau juga menyembunyikan sesuatu dari aku?" tuduh Samuel yang sudah kelihatan seperti orang gila saja.


"Apa yang anda maksud tuan muda? Saya sama sekali tidak tau apa-apa, anak saya Naya dia di rawat di sini karena dia sedang sakit, Gagal jantung, jadi tolong jangan salah paham, dia sudah lama berubah tidak pernah melakukan hal-hal jahat lagi, dia bahkan sudah meminta maaf kepada sahabat nya," jelas pak Hanan, papa nya Naya.


Deg ... Mendengar itu, detak jantung Samuel seolah ingin berhenti berdetak, karena barusan pak Hanan mengatakan jika Naya sudah meminta maaf kepada sahabat nya, Samuel pun semakin yakin,jika Naya tau tentang Moza.


"Tunggu pak Hanan, apa yang kau maksud sahabat itu adalah Moza? Apa Naya menemui Moza?" tanya Samuel dengan tatapan penuh harapan agar pak Hanan menjawab pertanyaan nya dengan jujur.


"Tuan muda maaf, aku tidak tau banyak soal siapa dan bagaimana Sabahat Putri ku, aku sekarang juga sedang kebingungan karena penyakit yang di deritanya, aku juga tidak mau dia meningal kan aku, maaf aku masuk dulu," jawab pak Hanan yang kembali buru-buru masuk ke dalam ruang rawat Naya.


Samuel pun kini sudah mendapatkan satu titik terang tentang Moza, ya itu Naya, dia mencurigai Naya, karena dari ucapan nya beberapa menit lalu.


Dia seolah tau apa yang sedang terjadi di antara Samuel dan Moza.


Samuel pun bergegas menemui Romeo yang sudah menunggu nya di depan rumah sakit.


Tidak butuh waktu lama ia pun tiba di dekat Romeo dan kemudian masuk ke dalam mobil Romeo.


"Ada apa tuan muda? Mengapa wajah mu begitu tegang?" tanya Romeo.


"Jalan," Jawab Samuel mengabaikan pertanyaan Romeo barusan.


Romeo pun hanya bisa menuruti nya, dan kemudian melakukan mobil dengan kecepatan sedang.


Sementara itu di sisi lain.


"Pa, aku seperti nya sudah tidak bisa tingal di RS ini lagi, aku tidak sengaja mengatakan sedikit hal yang membuat Samuel curiga kepada ku, pa tolong bawa aku pergi dari RS ini pa," jelas Naya kepada sang papa.


Sang papa yang mendengar itu pun mendapat kan ide, agar Naya mau melanjutkan pengobatan dengan tahap operasi,lama terdiam memikirkan kesempatan baik sebagai syarat sang papa pun akhirnya tersenyum dan kemudian mengatakan ...


Bersambung ....