
Hari pernikahan adalah hari dimana kedua insan akan bersatu dalam suatu ikatan suci
dan hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi setiap pengantin karena
mereka akan bersatu dengan orang yang mereka cintai. Tapi lain halnya dengan Azmi. Hari itu adalah hari
yang paling menyakitkan baginya karena ia harus menikahi wanita yang sama
sekali tak ia cintai bahkan ia kenali.
Hari ini Azmi akan menikah dengan wanita pilihan orangtuanya padahal orangtuanya tahu kalau tidak
sudah memiliki kekasih tapi kenapa mereka menikahkan dia dengan wanita lain. Azmi sudah menolak
pernikahan ini orangtuanya bersih keras agar Azmi mau menikah dengan wanita
itu. Apalagi di usia yang cukup muda dia harus berumah tangga. Ini seperti
mimpi buruk baginya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nabila Anandya Putri binti Pramudya dengan mas kawin tersebut di
bayar tunai"ucap Azmi dengan nada lantang sambil memenjabat tangan penghulu
"Bagaimana para saksi sah"ucap
penghulu
"sah" ucap semua orang yang menyaksikannya.
Taklama seorang gadis cantik berumur 18 tahun dengan memakai brukat
berwarna senada datang menghampiri Azmi. Wanita itu adalah Nabila, istri nya Azmi.
Nabila gadis yang cantik, dia juga lulusan pesantren siapapun yang melihatnya pasti akan mengagumi kecantikannya.
"Cantik" gumam Azmi. Lalu Azmi menepis perkataan nya
karena dia masih mencintai Mella kekasihnya. Mella? Dimanakah dia, apa dia akan datang ke acara pernikahannya, tapi tidak
mungkin karena pasti dia sedang menangis di dalam kamarnya 'pikir Azmi.
Kini Azmi dan Nabila saling menukar
cincin setelah itu Nabila mencium tangan suaminya sedangkan Azmi dia mencium kening Nabila.
Acara resepsi pun di mulai. Azmi dan Nabila kini sedang duduk di kursi kebesaran. Mereja menyalami tamu tamu yang datang sambil tersenyum. Senyuman palsu terukir di bibir kedua mempelai. Para tamu hilir mudik untuk menyalami dan memberi doa restu untuk mereka berdua.
Taklama seorang gadis memakai dress biru muda dengan rambut di gerai datang sambil tersenyum. Wajahnya tersenyum tapi hatinya menangis melihat kekasihnya menikah dengan wanita lain. Wanita itu adalah Mella, kekasih ralat maksudnya mantan kekasih Azmi.
Mella kini sudah berada di depan Azmi dan melihatnya dengan tatapan sendu, sedangkan orang yang di tatapnya menatap Mella dengan tatapan yang
tak bisa di artikan.
Ingin sekali Azmi memeluk wanita yang ada di depannya tapi niatnya ia urungkan saat dia sadar di sini bukan hanya mereka bertiga yang ada di sana tetapi banyak sekali orang yang disana.
Setelah bersalaman dengan Azmi, Mella langsung menghampiri Nabila dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun Nabila hanya tersenyum saat melihat Mella menatapnya. Setelah itu Mella pergi tanpa bersalaman dengan Nabila.
Mella sangat marah ,kecewa, sedih saat mendengar bahwa kekasihnya akan menikah dengan wanita lainnya. Dan setelah bersalaman dengan kedua orangtua Azmi. Mella sangat marah dan kecewa kepada kedua orangtua Azmi. Dan setelah itu Mella pergi meninggalkan acara sambil menangis. Ingin Azmi mengejar Mella tapi apalah daya, apa kata orang nanti bila seorang pengantin pria pergi meninggalkan mempelai wanitanya hanya untuk mengejar mantan kekasihnya.