
"Hansel momy pulang!" ucap Moza yang saat ini baru saja tiba di rumah dengan membawa banyak paper bag di tangan nya.
"Momy!" teriak Hansel dengan berjalan yang masih sedikit tertatih-tatih.
"Astaga kau baru selesai mandi ya? Wangi sekali," ucap Moza kepada Hansel.
Ya, Hansel, dia adalah anak nya Moza yang saat ini berusia dua tahun lebih, dia baru bisa berjalan dan juga berbicara beberapa patah kata, Hansel adalah anak yang sangat pintar dan juga mengemaskan, siapa saja yang melihat nya pasti tidak akan bisa menahan diri untuk mengajak nya bermain, tubuhnya berisi, dengan pipi yang sangat cabby.
Namun buah pasti jatuh tidak jauh dari pohonnya, dia sangat lah mirip dengan Samuel, rambut nya,mata nya, bibir nya, wajah nya benar-benar Samuel sekali, tidak ada Moza sedikit pun.
"Momy, main, mainan," ucap nya sambil melihat ke arah paper bag berisi mainan yang di beli oleh Moza sehabis pulang dari kerja tadi.
"Oh iya sayang, ini mainan untuk mu, maaf kan Momy ya, karena momy pulang telat hari ini," Jawa Moza sambil memberikan beberapa mainan kepada Hansel.
Sebagai anak laki-laki yang selalu ingin mengetahui hal baru, Hansel pun mulai kembali bermain dengan mainan-mainan baru nya.
"Moza, bagaimana toko mu hari ini? Astaga Hansel, mainan baru lagi ya? Mainan mu sudah sangat banyak tapi Momy mu masih saja membeli mainan baru," ucap BI Juni menghampiri Moza dan Hansel.
"Seperti biasa bi, selalu banyak orderan kue, mulai dari kue ulang tahun dan pernikahan, aku sangat lelah untung nya aku punya karyawan yang cukup banyak," jelas Moza kepada BI Juni.
Ya, Moza saat ini adalah boss di sebuah toko kue ternama di kota x tersebut, setelah beberapa bulan pasca melahirkan Hansel, ia pun mulai menjalankan bisnis kue dengan kemampuan nya, dan pada akhirnya dua tahun pun berlalu dia pun kini sudah menjadi pembisnis kue yang cukup sukses karena kue nya yang banyak di minati para castemer serta pelayanan yang bagus membuat toko nya mudah di kenali banyak orang termasuk orang-orang kaya di kota x
"Bagus lah, tapi kau juga harus lebih memperhatikan kesehatan mu dan juga Harus lebih banyak waktu untuk Hansel,bibi khawatir dia akan merasa kurnag kasih sayang karena kau selalu bekerja dan bekerja, ini hanya nasehat dari bibi Moza," jelas BI Juni.
"Iya bi aku tau, tapi semua pekerjaan yang aku lakukan ini untuk dirinya untuk membesarkan nya, aku tidak ingin dia hidup kekurangan sedikit pun bi, aku ingin dia hidup serba cukup bi aku tidak ingin kelak dia merasakan apa yang aku rasakan dulu," ucap Moza kepada BI Juni sambil memperhatikan Hansel yang sedang bermain.
"Iya bibi tau, tapi kau adalah orang tua nya Hansel satu-satunya dia juga sangat membutuhkan dirimu di sisi nya, kau harus tau itu peran ibu dalam hidup ini sangat lah penting Moza jika kau dulu merasakan nya maka jangan buat Hansel juga merasakan nya nak," nasehat BI Juni kepada Moza.
" Iya bi, kau benar, aku akan mencoba membatasi waktu sibuk ku, aku akan memberikan lebih banyak waktu luang untuk Hansel aku berjanji," jelas Moza sambil tersenyum.
"Nah begitu lebih baik," jelas BI Juni lagi.
"BI, tapi aku merasa sedikit tidak nyaman, makin besar Hansel mengapa malah makin mirip dengan laki-laki itu? Aku jadi tidak bisa melupakan nya, karena semakin aku melihat Hansel semakin teringat dengan nya, mereka benar-benar mirip bi," ucap Moza sambil mengusap kasar wajah nya dan menatap Hansel.
"Nona, itu lah yang di namakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dia mirip dengan dady nya, namun kita tidak akan bisa mengubah itu, sebab itu adalah anak nya," ucap BI Juni sambil menahan tawa melihat ekspresi Moza yang lucu.
"Sudah, sudah jangan di pikir kan lagi, biar kan saja, orang dia ganteng kok, sekarang sebaiknya kau mandi, bay keringat mu sudah menyebar di satu ruangan ini, sana mandi biar aku yang menjaga nya," ucap BI Juni yang kini seolah sebagai mamam nya Moza di rumah itu ia selalu menasehati dan membantu semua pekerjaan Moza serta merawat Hansel.
"Baik lah baik lah, aku mandi dulu ya bi, jaga Hansel ya," ucap Moza yang berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan pergi ke dalam kamar.
Tidak lama setelah Moza masuk ke dalam kamar nya, Robi pun tiba di rumah itu.
"Hansel! Om Robi datang!" ucap nya sambil membawa beberapa keresek berisikan cemilan kesukaan Hansel.
Jika Moza memanjakan Hasel dengan mainan makan beda hal nya dengan Robi dia selalu datang dengan membawa banyak cemilan sehat untuk Hansel.
"Om, om, Yobi!" ucap Hansel yang sangat mengenal Robi dia bahkan bisa mengenali Robi hanya dengan melihat dari belakang saja, ia pun berjalan tertatih-tatih menuju Robi.
"Uuu, sayang, kau sangat tampan ya, sudah mandi," ucap Robi mengendong Hansel, sambil menciumi pipi Hansel dengan gemas.
"Kue, kue om," ucap Hansel yang sudah terbiasa dengan Robi yang datang membawa kue-kue kesukaan nya.
"Ya tentu saja ada, ayo ikut om ke dapur untuk menyiapkan nya, di sini juga ada kue mocy durian kesukaan mu, dan kau tau om beli di mana? Di toko momy mu, haha lucu bukan," ucap Robi yang mengendong Hansel sambil menenteng kresek kue, mereka juga mengobrol sambil berjalan menuju dapur.
Sementara Bu Juni hanya melihat nya dengan tersenyum dia ikut bahagia melihat Robi yang sekarang sangat bahagia atas kehadiran Hansel di hidup nya.
Sementara itu di sisi lain
Pesawat yang di tumpangi oleh Samuel kini masih stay di udara, mereka akan sampai besok pagi karena perjalanan yang cukup jauh menuju kota x
"Moza, aku harap aku bisa menemukan mu, aku akan menemukan mu, ya pasti menemukan mu," batin Samuel sambil menatap ke arah luar kaca jendela pesawat.
Sementara itu mama Ema hanya bisa diam dan tidak bisa bicara karena struk nya kini sudah semakin parah, Samuel tidak ingin papa nya tau jadi dirinya pun merahasiakan dari sang papa agar sang papa tidak terlalu banyak pikiran juga di kota lain.
Besar harapan Samuel untuk bertemu dengan Moza, bukan hanya Moza mungkin anak nya juga, meski diri nya sendiri tidak tau apakah Moza berhasil melahirkan anak nya atau tidak.
Bersambung ....