
"maaf, hari ini kita gagal bertemu nenek."Ucap Moza kepada Samuel.
"Tidak apa-apa,nenek sudah tau apa alasan kita tidak jadi mengunjungi nya, dan dia maklum."Ucap Samuel kepada Moza.
"Aku tidak menyangka jika Nara adalah kakak sepupu mu."Ucap Moza lagi sambil tersenyum.
" Ya, aku seharusnya berterima kasih kepada mu, karena setelah mengenal mu, dia jadi berani untuk mengungkapkan masalah yang sedang dia hadapi selama ini sendirian."Jawab Samuel sambil mengemudi mobil.
Ya saat ini Samuel dan Moza memutuskan untuk kembali ke villa, karena hari sudah mulai larut.
Kunjungan mereka ke villa nenek pun di tunda karena permasalahan Nara tadi.
"Tidak sepenuh nya karena aku, aku hanya menasehati nya, untuk tidak takut menghadapi laki-laki jahat seperti suaminya yang kejam itu, dan aku juga mengatakan jika dia harus memberitahu aku kalau terjadi sesuatu kepada dia dan Celsy."Ucap Moza menjelaskan.
"Tetap saja ini karena kau."Ucap Samuel sambil tersenyum.
"Menyebalkan, aku tidak mau bicara lagi dengan mu."Gerutu Moza.
"Yaudah, aku juga tidak mau bicara kalau begitu."Jawab Samuel dengan jahil nya.
"Menyebalkan sekali."Tutur Moza.
Begitu lah mereka kadang akur, tapi kadang malah seperti anjing dan kucing saja, yang tidak ada hentinya bertengkar.
Satu Minggu kemudian.
Setelah hari itu, Moza dan Samuel pun semakin dekat saja, bahkan lebih akrab dari sebelumnya, mereka juga sering pergi ke rumah nenek bersama dengan Celsy, Celsy terlihat sangat menyukai Moza karena sikap Moza yang cukup baik.
Sementara itu Nara memutuskan untuk bekerja di perusahaan Samuel, karena saat ini ia ingin bekerja keras untuk membahagiakan Celsy, meskipun Celsy tak punya ayah lagi karena ayah nya di penjara Nara juga harus membuat Putri nya itu hidup bahagia lebih bahagia dari kemarin-kemarin.
Hari ini seperti biasanya, Nara berngkat kerja setelah menitip kan Celsy kepada Moza.
"Sukur lah, masih pagi, aku bisa menyelinap masuk ke dalam ruang kerja tuan Samuel dan mengambil apa yang di minta oleh kak Ferdi."Batin Ayu yang saat ini mengendap-endap masuk ke dalam ruang kerja Samuel.
Ya, beberapa hari lalu, Ferdi mengatakan kepada Ayu jika Ayu harus mencuri sebuah berkas penting tentang rahasia kelemahan perusahaan Samuel dan Ferdi juga sudah mengajarkan bagaimana dan apa saja yang harus di ketahui oleh Ayu.
"Aku tidak boleh ketahuan, jika saja bukan demi kak Ferdi, aku tidak akan melakukan hal ini, kalau dia turun jabatan keluarga kami pasti. Akan jadi lebih miskin dari sebelumnya."Batin Ayu mulai mengobrak-abrik tempat penyimpanan berkas-berkas penting milik Samuel.
Namun hari ini, keberuntungan tidak lagi memihak kepada Ayu, Nara yang baru saja tiba di kantor itu bersama dengan Samuel saat ini sedang melihat aksi Ayu dari depan pintu ruang kerja tersebut.
"Heh! Apa yang kau lakukan?"Ucap Nara kepada Ayu yang sedang fokus mencari berkas penting milik Samuel.
"Dia mencari-cari berkas penting tentang rahasia atau kelemahan perusahaan ku kak."Ucap Samuel sambil tersenyum menatap Ayu.
Sementara itu Ayu yang mendengar itu sontak kaget dan kaki nya pun seketika gemetar, tidak hanya malu diri nya juga kaget karena Samuel bisa tau apa yang sedang dia cari.
"Tu,tuan Samuel."Ucap Ayu dengan wajah yang kini sudah pucat pasi.
"Berani sekali kau? Siapa yang menyuruh mu melakukan ini? Samuel tunggu apa lagi? Ayo cepat telpon polisi dan jebloskan perempuan ini ke dalam penjara."Ucap Nara Geram.
"Jangan, ku mohon jangan lakukan itu, aku hanya di suruh!"Ucap Ayu gemetar.
"Ya aku sudah tau, kau di suruh Ferdi? Hahah, kalian ini benar-benar satu keluarga ya, mempunyai ambisi gila, tidak tau apa ya g ada di otak kalian, tapi kalian cukup bodoh dalam bertindak, sekarang juga, angkat kaki dari perusahaan ku, dan jangan lupa Katakan kepada kakak mu itu, jika ingin mencuri sesuatu dari ku, jangan meminta bocah ingusan untuk melakukan nya."Ucap Samuel menahan amarahnya karena Ayu adalah seorang wanita.
Mungkin jika Ayu laki-laki dia sudah akan jadi ayam geprek di tangan Samuel.
"Samuel kau tidak bisa membiarkan nya pergi begitu saja."Ucap Nara tidak Terima.
"Tunggu apa lagi! Cepat pergi! Sebelum aku berubah pikiran!"Bentak Samuel kepada Ayu.
Dengan berlinang air mata, Ayu yang ketakutan sekaligus malu pun bergegas pergi dari dalam ruangan tersebut sekaligus angkat kaki dari perusahaan Samuel.
"Benar-benar orang bodoh."Ucap Samuel sambil mengusap kasar wajah nya.
Sementara itu Nara masih kaget dengan bentakan Samuel barusan karena dia tidak pernah melihat Samuel se marah itu.
"maaf kak, aku membuat mu kaget, dia itu adalah mantan adik ipar nya Moza, dia bekerja di sini belum genap sebulan, aku sudah tau dari awal dia bekerja di sini ada tujuan nya, dan hari ini aku sudah tidak bisa menahan emosi ku lagi."Ucap Samuel menjelaskan.
"Iya, tidak mengapa, wanita itu mungkin saja bisa kapan-kapan kembali lagi, mengapa kau membiarkan dia lepas?"Tanya Nara.
"Kak, urusan nya beda, Moza memiliki dendam tersendiri dengan kelurga mereka yang sudah pernah menginjak-injak dan menyiksa dirinya, dan aku ingin membiarkan Moza yang membalas itu semua, bukan aku, dengan begitu dia akan merasa puas."Ucap Samuel.
"Aku paham, Moza adalah harimau galak yang memiliki dendam kepada orang-orang yang sudah menyakiti nya, tapi kau sebagai suaminya jaga dia baik-baik jangan memberikan dia luka yang sama dengan masa lalu nya."Nasehat Nara kepada Samuel.
"Ya, aku tau, dan aku sangat mencintai nya."Ucap Samuel terlihat cangung.
"Haha, kau ini ya, oh iya, dia sangat baik dan sangat menyayangi Celsy, aku harap kalian bisa segera memiliki momongan ya, Nara sepertinya sudah cocok menjadi seorang ibu, Celsy saja begitu sayang kepada nya."Jelas Nara mengalihkan pembicaraan mereka.
Mendengar ucapan Nara barusan, Samuel seketika bungkam, dia tidak tau harus menjawab apa, dari lubuk hati nya yang paling dalam, dia bahkan sangat menginginkan seorang anak dari wanita yang di cintai nya, tapi dia sama sekali tidak yakin itu akan terjadi, karena Moza hanya mengangap ini pernikahan sementara saja, bagaimana mungkin dia akan memiliki seorang anak.
"Mengapa kau diam?"Tanya Nara kepada Samuel.
"Ah, aku belum kepikiran tentang itu kak, bair kan Moza menyelesaikan apa yang seharusnya dia selesai kan dulu, baru akan berdiskusi untuk punya bayi."Ucap Samuel sambil tersenyum kecut.
"Pagi tuan muda, pagi, Nara."Ucap Romeo yang baru tiba di kantor.
"Pagi."Jawab Samuel dan Nara secara bersamaan.
Samuel melihat tatapan berbeda antara Romeo dan Nara, kalau di pikir-pikir, Romeo yang sudah lama jomblo ini, sakan sangat cocok dengan Nara, meskipun Nara seorang janda sekarang tapi dia cukup cantik dan masih muda.
Bersambung ....