
"Astaga, belum sempat aku mengatakan untuk hati-hati dan jangan buru-buru," gumam Samuel.
Sementara itu Moza pun buru-buru mengambil berkas penting tersebut dan pergi ke kantor Samuel untuk mengantarkan nya.
Namun Samuel yang baru saja hendak menaruh ponsel nya malah mendapat kan telpon lagi, tanpa melihat terlebih dahulu, ia pun mengangkat telpon tersebut dan mengira itu adalah Moza yang kembali menelpon nya.
Call on
"Hallo sayang, ada apa lagi? Apa kau tidak menemukan berkas nya?" tanya Samuel.
"Samuel, ini aku Sonya, tolong, tolong aku, hikss aku sangat ketakutan!" ucap perempuan di sebrang telpon yang mengaku Sonya.
"Sonya? Ada apa? Kau di mana?" tanya Samuel bingung dan menatap kembali layar ponselnya dan ternyata benar itu nomernya Sonya.
"Aku keluar untuk jalan-jalan, tapi aku malah di kepung beberapa pereman dan sekarang aku tidak berani keluar dari dalam mobil mereka ingin merampok ku!" jerit Sonya sambil menangis.
"Astaga, Sherlock lokasi mu sekarang,aku akan segera ke sana," ucap Samuel yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call of.
Samuel pun terlihat buru-buru memakai jas nya dan kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Romeo yang melihat itu hanya bisa melongo karena ia baru saja ingin pergi ke ruangan Samuel untuk mengatakan bahwa rapat sebentar lagi akan segera di mulai.
"Mau kemana tuan muda? Mengapa dia kelihatan buru-buru?" batin Romeo.
"Romeo, kau dari mana saja? Aku mencarimu untuk segera menyiapkan ruang rapat!" teriak Nara yang melengking membuat Romeo tersadar dari lamunannya.
"Astaga, bisa kah kau bicara pelan-pelan?" gerutu Romeo sambil berjalan ke arah Nara yang ada di hadapannya.
"Aku sudah memangil mu beberapa kali, kau malah melamun," jawab Nara lagi.
"Aku melihat tuan muda Samuel keluar dari ruangan nya dengan buru-buru, dia juga terlihat sangat cemas, apa ada sesuatu yang terjadi dengan nona muda?" tutur Romeo kepada Nara.
"Ada apa?" tanya seseorang yang saat ini berdiri di belakang Romeo dan Nara.
"Nona Moza," kaget Romeo
"Moza," ucap Nara.
"Di mana mas Samuel? Aku ingin memberikan berkas-berkas ini kepada nya, dia meminta ku untuk mengantarkan karena dia lupa membawa nya," ucap Moza yang masih belum tau kalau Samuel baru saja pergi dari kantor.
"Nona muda, kau baik-baik saja kan? Tidak ada yang terjadi dengan mu?" tanya Romeo.
"Apa? Aku baik-baik saja? Ada apa dengan wajah kalian? Mengapa tengang begitu?" tanya Moza lagi.
"Moza, beberapa menit lalu Samuel keluar dari kantor dengan wajah panik dan buru-buru, aku kira ada yang terjadi dengan mu, ternyata kau baik-baik saja, syukur lah," jelas Nara.
"Keluar kantor? Buru-buru? Panik?" tanya Moza bingung.
"Iya,"Jawab Romeo dan Nara secara bersamaan.
"Aku tidak tau, dan aku baik-baik saja," jawab Nara lagi.
"Sudah lah, mungkin ada hal penting lainnya, sebaiknya kita tunggu saja dia di dalam ruangan nya," ucap Nara yang kemudian memegang tangan Moza dan mereka pun bersama-sama masuk ke dalam ruangan Samuel untuk menunggu kedatangan Samuel.
Perasaan Moza pun jadi tidak enak, Samuel baru saja mengatakan jika dia tidak bisa kemana-mana karena akan ada rapat penting, tapi malah keluar secara tiba-tiba dengan wajah panik dan terlihat buru-buru menurut Nara dan Romeo.
Satu jam pun berlalu.
"Astaga, seperti nya rapat kali ini akan gagal, Samuel belum juga kembali," ucap Nara sambil beberapa kali melirik di jam tangan nya.
"Dia juga tidak mengangkat telpon ku," jelas Romeo.
"Huh, mengapa dia membuat kita semua khawatir," turur Moza yang berusaha tetep tenang.
Mereka pun kembali menunggu kedatangan Samuel, satu jam, dua jam, bahkan sekarang sudah memasuki tiga jam menunggu, Samuel masih juga tidak kembali.
"Moza, sebaik nya kau pulang saja, ini sudah sore, biar kan Romeo yang mengantarkan mu, dan aku akan menunggu beberapa menit lagi di sini untuk Samuel," ucap Nara kepada Moza.
"Iya," jawab Nara sambil tersenyum.
" Mari nona muda, saya antar pulang," ucap Romeo kepada Moza.
Moza mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum tipis.
"Nara kau baik-baik saja menunggu di sini?" tanya Romeo.
"Iya," jawab Nara.
Setelah berpamitan, Romeo dan Moza pun pergi dari kantor itu, Romeo pun mengantar kan Moza pulang ke mansion.
Tips butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion Samuel, namun mobil Romeo saat itu juga berpapasan dengan mobil Samuel yang juga baru tiba di mansion, di belakang mereka juga ada mobil Sonya.
Ketiga mobil itu kini terparkir di depan mansion, Moza buru-buru turun dari mobil Romeo untuk menghampiri Samuel.
Namun alangkah kagetnya ia, saat melihat Sonya yang turun dari mobil Samuel bersama dengan Samuel.
Sementara mobil Sonya ternyata di kendarai oleh sopir pribadi Samuel.
"kalian, dari mana?" tanya Moza dengan tatapan tajam.
" Sonya tidak menjawab, dia hanya memasang wajah sedih nya.
"Astaga, Sonya, kau baik-baik saja kan?" tanya mama Ema yang baru saja keluar dari dalam mansion dan langsung menghampiri Sonya.
Sementara Romeo hanya menyaksikan kejadian itu dengan rasa bingung dan penuh tanda tanya.
"Sayang, kau dari mana? Mengapa kau bersama Romeo?" tanya Samuel menghampiri Moza.
"Seharusnya aku yang bertanya, kau dari mana saja?" tutur Moza terlihat sangat marah.
Sementara itu Sonya dan mama Ema sudah berjalan masuk ke dalam mansion bersama-sama.
Karena Sonya terlihat begitu trauma, mama Ema pun sangat khawatir dengan nya.
"Sayang maaf, tadi setelah aku menelepon mu, Sonya menelpon ku, dia mengatakan bahwa dia sedang jalan-jalan dan di kepung beberapa pereman yang hendak merampok nya," jelas Samuel kepada Moza.
"Oh, seperti itu ya," ucap Moza tersenyum tipis dan kemudian berjalan masuk ke dalam masion meningal kan Samuel.
"Sayang!" pangil Samuel.
Namun Moza sama sekali tidak mempedulikan nya dan terus berjalan.
"Tuan muda, seperti nya nyonya benar-benar marah," ucap Romeo kepada Samuel.
"Apa dia menunggu ku seharian di kantor?" tanya Samuel lagi.
"Iya, dan dia terlihat sangat cemas," jawab Romeo.
Tampa banyak bicara lagi, Samuel pun bergegas mengejar Moza yang pastinya sudah mengurungkan diri lagi di dalam kamar, Samuel tau jelas bagaimana perasaan Moza dia pasti akan sangat tidak suka karena Samuel peduli kepada Sonya.
" Aku di tingal? Ah sudahlah, sebaiknya aku kembali ke kantor dan mengatakan jika tuan muda sudah kembali kepada Nara agar dia tidak menunggu terus menerus." ucap Romeo yang kemudian kembali masuk ke dalam mobil nya dan melaju meningal kan mansion.
Sementara itu di kamar Moza.
Terlihat Moza yang duduk dengan tatapan kosong menatap luar jendela yang ada di samping ranjang nya.
"Sayang, maaf kan aku, aku sudah membuat mu khawatir, biar kan aku menjelaskan semuanya secara detail," ucap Samuel berlutut di hadapan Moza sambil memegang tangan Moza.
"Dugaan ku benar, kau masih Mempedulikan wanita itu," jawab Moza sambil tersenyum.
"Sayang, aku tidak mempedulikan nya, aku tau dia di sini tidak punya siapa-siapa, jika sesuatu terjadi dengan nya, maka kita akan terkena masalah oleh keluarga nya karena kelaurga nya tau dia ada dalam lingkungan kita," jelas Samuel.
Moza hanya diam dan tak menggubris perkataan Samuel barusan.