My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 7



Waktu demi waktu telah Nabila lewati dengan Azmi suamimya, yang kini usia pernikahan mereka sudah menginjak lima bulan. Tapi tetap saja Azmi masih belum bisa menganggap Nabila sebagai istrinya. Karena dihatinya hanya ada nama "Mella." Itulah nama yang masih terpatri dalam hati Azmi.


Selama itu pula Azmi masih bertemu dengan Mella. Seperti kemarin malam.


●●●


Hari ini Azmi rupanya pulang lebih awal. Tetapi dia tak langsung pulang ke rumah, melainkan menemui Mella mantan kekasihnya. Mantan? Tidak karena diantara mereka belum ada yang mengatakan putus. Bahkan mereka pun masih sering bertemu. Tapi Azmi sudah menikah. Lalu hubungan mereka itu di sebut apa? Entahlah..


Setelah memarkirkan mobilnya, Azmi langsung turun dari mobil. Dan langsung masuk ke dalam kafe. Tempat dulu mereka biasa bertemu ataupun kencan.


Azmi pun mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang ia rindukan. Dan terlihat seorang wanita melambaikan tangan ke arahnya. Azmi pun langsung pergi untuk menghampiri wanita itu.


"Maaf ,aku telat." Ucap Azmi sambil menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Mella.


"Gak apa-apa kok, lagian aku juga baru sampai," ucap Mella sambil tersenyum.


"Mel, selama 3 hari kamu kok gak bisa di hubungi, kamu kemana?" Tanya Azmi berturut-turut.


"Selama 3 hari aku pergi keluar kota sama mami ,Mi. Maaf aku gak ngasih tau kamu soalnya kartu aku ilang, kamu tau sendiri tadi aku nelepon pake no baru," jawab Mella dengan wajah bersalah.


"Iyah gak apa-apa, aku ngerti kok."


"Azmi, sekarang hubungan kamu sama istri kamu gimana?" Tanya Mella.


"Aneh kamu yah, masih sama kayak dulu, udah ah aku lagi males ngomongin dia. Lebih baik kita makan aja," jawab Azmi dengan muka sebal. Lalu memesan makanan untuknya dan Mella.


○○○○


Hari ini adalah hari minggu. Tak ada yang spesial bagi Nabila. Karena semua hari sama saja. Sama-sama diam di rumah. Kecuali bila ada pengajian dan hari minggu Azmi ada di rumah karena libur.


Setelah sarapan, Nabila langsung membersihkan alat makan yang kotor. Setelah itu menaruhnya kembali di rak. Saat Nabila menata piring dan alat makan lain, ia mendengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok!!


"Assalamualaikum.."


Mendengar suara ketukan pintu, Nabila pun pergi untuk melihat siapa yang datang. Sesampainya di depan pintu, Nabila masih merasa bingung dengan suara ketukan pintu yang baru saja ia dengar. Tumben? Dan ia langsung membukakan pintu.


"Waalaikumsalam, mama." Ucap Nabila saat melihat orang yang mengetuk pintu ialah ibu mertuanya atau ibu dari suami.


Nabila pun langsung mencium tangan ibu mertuanya. Dan mempersilahkannya masuk.


"Suamimu kemana kok tidak ada?" Tanya ibu Azmi pada Nabila.


"Sedang ada di kamar, ma. Setelah sarapan mas Azmi langsung pergi ke kamar untuk mandi," jawab Nabila.


Wamita paruh baya itu hanya manggut-manggut, lalu duduk di sofa yang berada tak jauh dari mereka.


"Ma, Nabila kebelakang dulu ya," kata Nabila berpamitan untuk menyiapkan minuman dan camilan.


"Gak usah repot-repot," ucap mertuamya, tapi tak terdengarkan oleh Nabila karena dirinya telah pergi ke dapur sebelum ibu mertuanya selesai berbicara.


Taklama, Nabila datang membawa nampan berisi gelas dengan air minum dan camilan. Kemudian ia taruh di meja, dan ia suguhkan.


"Silakan ma diminum."


"Gak usah kayak gitu Bila, kalau mama haus pasti mama ngambil sendiri kok, pasti kamu capek habis kerjain pekerjaan rumah," kata Yuni (mertua Nabila) sambil menatap Nabila.


"Kamu memamg menantu idaman banget, mama ndak salah milih kamu." Kata pujian keluar dari mulut Yuni yang membuat Nabila tersipu.


"Mama mujinya berlebihan," balas Nabila malu.


Nabila yang sedang asyik bercakap-cakap dengan mertuanya tidak sadar akan kedatangan Azmi yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


"Mama, kapan datang?" Tanya Azmi yang baru saja keluar dari kamar.


"Baru tadi. Oh iya kedatangan mama kesini, mau nginep boleh ya?" Tanya Yuni pada anak dan menantunya.


"Boleh kok ma, emang mama mau nginep disini berapa malam?" Tanya Azmi sambil duduk di samping mama tercintanya.


"Gak lama kok, cuman dua minggu, soalnya dua minggu lagi mama bakal keluar kota selama satu bulan," jawab Yuni sambil tertawa kecil melihat wajah kedua orang yang ada di hadapannya.


Azmi dan Nabila kaget mendengar penuturan Yuni. Bagaimana tidak, Yuni akan menginap di sana selama dua minggu, jadi mereka harus bersikap seolah baik-baik saja.


"Kenapa kalian bengong, gimana?" Tanya Yuni sambil menaikkan alisnya pertanda sedang berpikir.


"Boleh ma," jawab Nabila dan Azmi kompak.


"Ya sudah, mama mau ke kamar dulu yah," ucap Yuni, lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamar.


Setelah Yuni pergi dan masuk ke kamar, kini hanya ada keheningan diantara Nabila dan Azmi. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Azmi. Bila." Panggil Yuni sedikit berteriak.


Mendengar nama mereka di panggil. Mereka pun langsung menuju ke sumber suara.


"Ada apa, ma?" Tanya Nabila saat sampai disumber teriakan.


"Nabila! Kenapa semua barang-barang kamu ada disini? Terus bukannya kamar ini udah gak ke pakai?" Tanya Yuni berturut-turut.


"Sebenernya... "


"Iyah ma, soalnya kalau barang-barang Bila di taruh di kamar mas Azmi gak bakalam cukup, terus emang ini asalnya kamar yang gak ke pake tapi Bila sama mas Azmi yang ngebersihin kamar ini biar gak terbengkalai." Jawab Nabila memotong ucapan Azmi.


Yuni hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari Nabila.


"Kalau giti mama tidur di kamar ini aja," ucap Yuni langsung masuk ke dalam kamar.


Azmi pun mengajak Nabila untuk pergi ke kamarnya.


"Kenapa kamu gak bilang sejujurnya kalau kamar kita memang terpisah?" Tanya Azmi sedikit meninggikan suaranya.


"Aku gak mau kalau mama tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini, aku gak mau ngeliat mama sedih." Jawab Nabila sambil menunduk karena mendengar suara Azmi.


"Terserah kamu, jadi mulai sekarang kita akan tidur sekamar gitu, ha?" Tanya Azmi dengan nada rendah, pada Nabila yang masih menunduk.


"Mau tidak mau, selama 2 minggu ,tapi tenang aja Mas, aku akan tidur di sofa kok," jawab Nabila tenang sambil tersenyum kecil.


♡♡♡♡


Sejak sang Yuni menginap disina, Nabila dan Azmi harus melakukan sandiwara agar mama mereka tidak curiga dan menganggap kalau hubungan mereka baik baik saja seperti suami istri baru pada umumnya.