
BRAK
"hei keparat! Cepat kataka dimana teman-teman tidak berguna mu berada!" kata Liamsu yang berusaha sedikit sopan
Liamsu harus sedikit berusaha sopan karena raja firdaus & sultan daud itu berada dan menonton dirinya mengintrogasi..
"Aku tidak tahu!!! aku hanya rakyat biasa yang dipaksa untuk jadi tentara musuh!" kata prajurit ?? Musuh itu
ddddddrrrttt
Prajurit musuh itu kesentrum listrik yang memancarkan ke tubuh musuh tersebut dengan kekuataan volt kecil
"aaarrgghhh sakit!!!" kata Prajurit musuh itu berteriak
PRAK
Liamsu menampar wajah musuh itu hingga gigi-gigi copot
"KATAKAN dimana teman-teman bajingan mu ? Atau kau akan lebih tersiksa menahan rahasia bodoh itu!" Liamsu dengan menekan perkataannya
"A--Akuuu tidak tahu!!! Sialan aku hanya seorang petani!!!" Teriak prajurit itu
Ddddrrrrttt
Sekali lagi mesin lie detector kembali menyentrum listrik berkekuataan volt kecil kepada tubuh musuh tersebut
"Arrggh!!" prajurit itu memuntahkan darah segar
Liamsu yang meninju perut dengan sekuat tenaganya
"aku peringatkan sekali lagi kepadamu. Dasar tidak berguna! Katakan dimana teman-teman mu yang bodoh itu berada!" kata Liamsu
"T--Tolong aku ti--tidak tahu bany--banyak yang aku tahu ka---kami bawa dan dilatih di wilayah selatan melayu" kata prajurit itu mulai mengaku
"Vetyo! Aku tidak menyangka kamu penghianat! Kamu barus aja membocorkan teman kita kepada musuh! Apa kamu tahu konsekuensi ketika membocorkan itu!?? Keluarga mu akan dibunuh!" kata Prajurit lain berteriak
"A--Aku tidak peduli!! Aku mau bebas. Aku bosan dipukul dan ditendang !" Teriak Vetyo lebih berteriak
"Pukul dia!" Titah Raja Firdaus
Liamsu mengangguk. Bersama ketiga prajurit miliknya. Vetyo dipukul dan ditendang keras oleh Liamsu dan prajuritnya
BRAK
PLAK
BRAK
Ternyata liamsu Tidak sengaja memukul alat masa depan vetyo..
DOK(Suara ditendang. Gitu deh)
"Stop!" Sultan Daud tak tahan melihat vetyo sebagai tahanan disiksa.
Daud memberhentikan memukulan tersebut dan liamsu melihat raja nya dan firdaus mengangguk.
Vetyo dibebaskan dari pukulan liamsu dan vetyo yang sudah babak bulur diberbagai area
"Apa yang membuat anda untuk memberhentikannya. Sultan Daud?" Tanya Raja Firdaus
"Saya rasa itu sudah cukup. Jangan menyiksa lebih lanjut dan menyarankan agar dibunuh saja daripada di siksa karena itu lebih manusiawi" kata Sultan daud dengan menaruh cangkir teh tariknya
(author: ini perasaan teh tariknya gak habis-habis deh).
"tapi apakah anda tahu tentang dimana letak wilayah selatan melayu?" Tanya Raja Firdaus
"Rhon. Bawakan Peta" Titah sultan daud
Rhon pun mengangguk. Rhon keluar dari ruang pertemuan dan mengambil sebuah peta besar yang dibawa ke ruang pertemuan tersebut..
Daud Mengambil sebuah batu seukur jari manusia itu pun lalu meletakkan kedua batu tersebut
"Selatan Melayu yang dia maksud adalah sebagian selatan dari negeri Kerajaan Siam tetapi beberapa informasi yang saya terima bahwa siam terlihat netral dan menjadi membatas kedua para penjajah itu" kata Sultan Daud
"Tapi jika benar bahwa Kerajaan Siam melakukan hal itu kemungkinan pertanda bahwa kerajaan siam memiliki kerjasama militer dengan kerajaan belanda" kata Daud Atthar..
anggaplah itu garis merah adalah batu)..
Firdaus melihat bahwa wilayah barunya juga terlihat dibawahnya dan firdaus perpikir bahwa itu sedikit mudah untuk melawan kerajaan siam yang dimaksud oleh daud.
"Jika memang benar mereka melakukan maka dari itu kita perlu bertindak sebelum mereka mengumpulkan kekuataan" kata raja firdaus
"tapi Raja Firdaus apakah anda memiliki rencana?" Tanya Sultan Daud
...----------------...
...BYE...
...----------------...