
-Batavia
Pihak VOC di Batavia telah mendengar bahwa ada serangan baru
BRAK!
"Kurang Ajar! Apa kalian tidak melihat kami sedang mendiskusikan rencana?. Siapa kalian ?" Tanya Jan Vo
"K--Kapten. Maafkan saya. Tapi Musuh telah merangsak masuk ke tempat kita dalam 3 hari !" kata Prajurit VOC itu menyampaikan kepada Jan Vo.
Jan Vo beserta Jakob dan bawahan lainnya pun terkejut
"B--bagaimana mereka secepat ini?. Cepat siapkan prajurit untuk menyerang mereka kembali" kata Jakob Memberi Perintah
prajurit itu kembali keluar tapi ia melihat benda besar hitam itu jatuh dari langit
"Apaan Tuh!" Celetuk Prajurit VOC
D----Duuuuuuaaaarr
Benda jatuh itu tepat di gedung Jan Vo & Jakob berada
Duuuuaaar
Duuuuaaar.
Hujan benda langit mengguncang musuh dengan ledakkan
"K---Minta Bala Bantuan kepada Pusat!" Teriak prajurit VOC.
"T--Tidak Bisa! Pihak Pusat telah mengabari akan mengirim Pasukan!" kata Prajurit VOC yang selalu mengirimkan pusat melalui Transmitter.
"Su--Sial. Kita akan menjadi ayam panggang! Lari sebelum terlambat!" kata Prajurit itu berteriak.
Dooooor
Dooooor
Duuuaar
Hinggiar benggiar suara tembakan dan ledakkan terdengar oleh prajurit musuh.
beberapa menit kemudian~
Ledakkan dan Tembakkan itu berasal dari Prajurit yang dibawa oleh Joy & Hernya. Joy menguasai langit untuk memuntahkan rudal bom yang hanya menjangkau 3-5 Meters dari gedung Batavia.
"Apa yang Kalian Temukan?" Tanya Joy kepada para bawahannya
"Kapten Joy. Kami menemukan sebuah pesan transmitter bahwa musuh akan tiba 2 tahun kemudian" kata salah satu prajurit ZU.
ZU Adalah Sub Divisi Dari ZTN(Tentara Nasional Zalvia). ZUKA Memiliki arti yaitu ZUKA - Angkatan Udara Zalvia.
"2 Tahun?.. Hernya. Berapa lama menurut mu kita perbaiki semua kekacauaan ini agar kita mudah menyergap musuh?" Tanya Joy
"Mungkin setengah tahun( 1 tahun 6 bulan) kita dapat memperbaiki kekacauan ini" kata Hernya
"Buat apa kita harus memperbaiki? Kita cukup membasmi mereka saja" celetuk Hiden
TLAK!
Joy menyintak kepala Hiden karena kesal dengan hiden yang asal ngomong.
"apakah saat Rapat Rencana kamu tidur? Sungguh jika iya. Maka kamu tidak sopan tidur didepan Yang Mulia Raja!" kata Hernya Dengan kesal(mewakili Joy).
-Flashback Rapat-
Ketiganya mendekat dan melihat sebuah peta yang belum mereka lihat.
"Yang Mulia Raja. Peta apa ini?" kata Joy bertanya
"Ini adalah Peta Java. Joy. selanjutnya inilah yang mulai kita serang" kata Raja Firdaus.
Firdaus pun menjelaskan bahwa Akan dibagi 3 tugas untuk setiap masing-masing orang. Joy akan menjadi kapten Udara dilapangan nanti. Sementara Hernya akan berada di darat untuk memimpin pasukan. Sedangkan Hiden akan memimpin tim medis.
"Aku tak melarang kalian akan membunuh musuh dengan cara apapun. Tapi saya meminta kalian menyisakan 1 hingga 5 orang untuk kita mendapatkan informasi tersebut" kata raja firdaus.
"Joy. Kamu akan membawa Sebuah Kapal yang telah aku rancang dan ku persiapkan. Aku harap kamu tidak mengecewakan. Pesawat ini bernama FZ75. ini bisa membawa 10 buah bahan peledak dan aku minta kamu menjatuhkan tepat diatas Gubernur musuh!" Titah Raja Firdaus.
"Yang Mulia Raja. Terimakasih Atas kepercayaan anda kepada hamba. Hamba berjanji akan berusaha untuk mempuaskan keinginan dan untuk kemenangannya anda. Yang Mulia Raja" kata Joy sambil bersujud syukur didepan kaki Firdaus.
"bangkitlah. bangkit dan perlihatkan aku bagaimana cara mu mempuaskan kepercayaan tinggi Ku itu. Aku harap terbaik darimu" kata Raja Firdaus menyemangati Joy
"baik Yang Mulia Raja. Mohon menunggu kabar baik saya" Joy
-FlashBack Off-
Joy Melihat sekiling yang dimana tumpukkan mayat yang terpecah-pecah bagiannya mereka.
"Mari Kumpulkan mereka lalu bakar. Itu satu-satu caranya kita menghormati mereka" kata Joy kepada Hernya
Hernya mengangguk setuju
"Kalian Cepat Kumpulkan mereka dan jadikan mereka tumpukkan disini lalu kita bakar. mengerti?" Titah Hernya
"Siap Kapten Hernya!" serentak Para Prajurit.
Batavia Dan sekitarnya telah hancur dari berbagai serangan dari pasukan yang dibawa Hernya.
"banyak warga yang tak bersalah jadi korban kita" kata Hiden bersuara
"memang masyarakat disekitar sini tak bersalah. namun apa boleh buat? Kita sedang perperang tak mungkin kita bisa membidik musuh ditengah masyarakat yang mereka tawan. Bukan?" kata Joy.
Setelah beberapa saat kemudian. Tumpukkan mayat yang berjumlah tak tahu berapa itu mulai disirami bensin..
"Kapten Joy. Saya datang melapor!" kata salah satu Prajurit ZUKA menghampiri Joy
"Apa laporan mu?" Tanya Joy
"saya mendapati transmitter pesan untuk ke pihak pusat. Mereka akan mengembalikan bala bantuan dalam kurun 2 - 5 tahun tiba di pulau java ini" kata Prajurit ZUKA melaporkan.
Joy Sedikit menerka-nerka tentang sebesar kekuataan atau seberapa banyak pasukan musuh dari pusat mereka akan datangkan.
"Baiklah. Selama itu. Kita harus menguasai sepenuhnya Pulau Java ini. Bagaimana dengan kalian? Hernya. Hiden?" Tanya Joy kepada dua rekannya
"Joy. Kamu berdiam lah disini kami akan menuju timur daya dari Pulau Java ini. Biarkan kami menaklukan sisanya" kata Hiden mengusulkan saran.
"aku setuju. Adanya kamu disini akan membantu kami menghalau bala bantuan musuh yang berada di timur. Sekuat apapun kalau kita kalah jumlah itu sangat tidak menguntungkan" kata Hernya menyetujui saran Hiden.
"baiklah. Bawa 4 ribu prajurit untuk masing-masing kalian. Aku akan memberikan 2 pesawat FZ75. Bersama kalian untuk memantau keadaan dari udara" kata Joy
"jangan khawatir. Kami akan membawa kemenangan sama halnya dengan mu. Aku tidak sudi bertemu dengan Yang Mulia Raja tanpa membawa Berita bagus untuk nya" kata Hiden
Joy pun setuju dengan perkataan Hiden. Ia juga akan tidak sudi bertemu rajanya tanpa membawa hasil dan itu akan memalukan.
...----------------...
...BYE...
...----------------...