Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
K42



Sebas Telah mendengar bahwa Regu 1 telah berhasil penaklukan Semanjung utara malaya.


'Aku harus cepat membawa kemenangan di sana(kalimantan)' gumam Sebas yang geram karena di kalahkan untuk melayani Sang Raja.


Sementara itu...


Preeeet


Preeeet


Sebuah terompet berbunyi dan Firdaus bersama Baste pun maju berserta 20 prajurit..


"lakukan dengan Rencana" kata Raja Firdaus


"Baik. Yang Mulia Raja!" Kompak 300 Prajurit.


Rayyan. Berada tepat di depan pintu gerbang dengan seorang pria yang menggunakan manik-manik dan mahkota


"apakah itu raja banten?" gumam Baste


"bukan" kata Raja Firdaus tak sengaja mendengar gumanan Baste yang terdengar..


"mohon maaf yang mulia raja. hamba tak mengenal musuh" kata Baste yang hendak menunduk tapi dihentikan oleh firdaus


"jangan menunduk! Kau sama saja menghancurkan rencana. Bersikap lah normal pada umumnya" Titah Raja Firdaus


"Baik Yang Mulia Raja" kata Baste mengangguk..


Firdaus dan baste tidak menggunakan kereta kuda melainkan kuda tunggang putih kerajaan pada umumnya.


"Selamat Datang Kepada Yang Mulia Raja Firdaus Beserta Rombongan" kata Rayyan menyambut dengan tersenyum


"Terimakasih Rayyan. Sudikah kamu mengenali siapa pria tersebut?" Tanya Raja Firdaus dengan menunjuk pria yang bermahkota.


Sraang!


"Heii! Yang sopan terhadap Sultan Kami!" kata Dua penjaga yang membuka pedang..


Ketika kedua penjaga membuka pedang. 20 prajurit zalvia ikut siap membidik 2 penjaga tersebut dengan senjata yang dibawanya..


"Tahan!" Titah pria bermahkota..


"Maafkan Pasukan penjaga kami. Yang Mulia Raja. Sungguh!. dan mohon maaf apabila saya tidak sopan mengenalkan diri. Izinkan saya memperkenalkan diri. saya Adalah Ariya Nasel dari Kesultanan Banten Yang Ke-10" kata Nasel memperkenalkan Diri.


"oh anda sultan banten? Salam kenal. Saya Firdaus. Raja Dari Kerajaan Zalvia" kata Raja Firdaus ikut memperkenalkan diri..


Keduanya pun berjabat tangan dan akhirnya nasel menyuruh rombongan firdaus masuk ke kereta kuda yang telah disiapkan..


"Maafkan saya. Sultan Nasel. Apa yang membuat jendela kereta kuda anda tertutup?" Tanya Firdaus


"Ah Itu. Yah. saya sebagai Penguasa negeri ini. Tak ingin Rakyat Banten melihat kemewahan dan ketampanan yang anda miliki. Kami sedang berada dilanda bencana sehingga kami malu menampakkan nya kepada anda" kata Nasel


Firdaus hanya mengangguk..


2 jam kemudian


Dari pintu Gerbang masuk dan menuju istana membutuhkan 2 jam perjalanan


"Akhirnya sampai. Silahkan Raja Firdaus. Anda Duluan" kata Nasel mempersilahkan..


Firdaus yang mendengar itu mengangguk.


Firdaus sedikit terkejut ketika melihat banyak pasukan berbaris layaknya pasukan penyambut tamu kerajaan umumnya..


"Terimakasih atas perjalanan jauh anda. Raja Firdaus. Bagaimana kalau kita makan siang sebelum kita membicarakan hal yang serius?" Kata Nasel dan menawarkan makan siang.


"Tidak perlu. Saya sulit makan diatas penderitaan rakyat" kata Raja Firdaus dengan nada Sarkas halus.


Nasel yang mendengar itu pun tak mengerti tapi entah kenapa kupingnya panas


"baiklah. Mari Ikut saya. Kita akan membicarakan masalah topik utama" kata Nasel.


Firdaus bersama baste dengan 10 prajurit zalvia itu mengikuti Nasel yang juga bersama pasukannya..


kreeek..


Nasel memerintahkan salah seorang pengawal untuk membuka pintu dan di ruangan itu dirinya akan menjebak Firdaus serta rombongan.


"Silahkan Raja Firdaus" kata Nasel dengan tersenyum tulus


Firdaus sedikit mendekatkan kuping Baste


"kode 42" kata Raja Firdaus.


Baste mengangguk lalu melanjutkan dengan jari berbentuk 4 lalu 2. Para prajurit Zalvia mengerti apa yang dimaksud... kode 42. Adalah dimana kode Sang Raja Zalvia sedang dalam masalah atau keadaan terdesak sehingga Prajurit yang mendengar & melihat kode tersebut wajib melindungi nyawa Raja Dan keturunannya..


"Silahkan Raja Firdaus. Duduk" kata Nasel mempersilahkan Firdaus duduk


...----------------...


...BYE...


...----------------...