
1 Minggu Kemudian
BRAK
Seseorang pria tua berumur 67 Tahun menggebrak meja dengan keras
"Sialan Raja Muda itu seenaknya menghapus trahta bangsawan" kata pria sambil mengumpat
"gara-gara raja muda sialan itu membuat para budak ku tidak hormat lagi. Sial. Ane. Apakah kamu ada rencana?" Tanya Pria Tua itu kepada Ane.
"Pria tua sudah tidak bisa perpikir? Baiklah. Aku punya ide. mari kita gulingkan Raja muda sialan itu dan cari mengganti boneka nya" kata Ane dengan suara khas layaknya scubus.
Pria Tua itu melirik kepada Ane dengan tingkah Ane yang perpakaian sexy membuat Pria tua itu ecekci brutal.
"Itu ide bagus. Tapi bagaimana? Raja muda sialan itu sudah membarui segala lini kemiliteran yang membuat mereka setia kepadanya. Sialan!" kata Pria Tua itu
"oi Rab Tua. Tidak perlu khawatir. Aku punya teman dalam istana. Kita hanya perlu menghancurkan beberapa orang penting" kata Pria tua lainnya.
Rab tertarik dengan apa yang dikatakan temannya itu
"Ide mu menarik. Ren" kata Rab kepada Ren
"Kita tunjukkan kepada raja sialan itu bahwa para bangsawan tidak akan tinggal diam!" kata Ren bergebu-gebu.
para petinggi bangsawan yang telah perpangkat Grand Duch/Duchess itu tidak menyadari ada sesosok gelap gulita yang memasang mata & pendengaran terhadap mereka.
"sesuai dugaan Yang Mulia Raja. Mereka pasti akan berbuat ulah" kata ???.
??? Itu pergi meninggalkan Sebuah alat kecil dapat merekam situasi selama beberapa hari dan ??? Pergi untuk melapor kepada sang raja.
-sesampainnya di Aula Tahta
"Ada apa? Kaze" Tanya Raja Firdaus
Kaze pun bersujud di depan Tahta
"Salam Sejahtera untuk baginda Yang Mulia Raja" kata Kaze
"salam mu Ku terima. Bangkitlah dan katakan apa mau mu menemui ku" kata Raja Firdaus
"Yang Mulia Raja. Saya telah melaksanakan perintah Anda. Sesuai dugaan dan pemikiran anda. Para bangsawan itu mencoba melakukan Kudeta bersama bangsawan lainnya" kata Kaze dengan posisi tegak.
Firdaus tenang dan tidak terlihat marah malah santai dengan menyenderkan wajahnya ke satu tangannya
"Ini adalah hal yang menarik. Ternyata mereka mulai membangkang. Sebas!" kata Raja Firdaus dan memanggil Sebas
"Hamba Disini. Yang Mulia Raja" kata sebas
"Kaze. Berapa orang yang akan ikut dalam kudeta itu?" Tanya Raja Firdaus
"150 Bangsawan baik Dari Grand Duches sebagai pemimpin mereka. Yaitu Rab dan Ren" kata Kaze
"Sebas. Kumpulkan 200 prajurit dan buat mereka menyamar sebagai pelayan di istana. aku ingin menunjukkan kepada para pembangkang itu siapa Raja yang sebenarnya mereka temui" kata Raja Firdaus sambil tersenyum menyeringai Jahat.
"Perintah anda segera Hamba laksanakan. Yang Mulia Raja" kata Sebas membungkuk lalu pamit perlahan.
"Kaze. Pantau mereka semua. laporkan apabila terjadi di luar kemampuan mu" Titah Raja Firdaus
Kaze pun membungkuk lalu pamit pergi dari aula Tahta.
sedangkan firdaus menyendarkan tubuhnya di Tahtanya tersebut
'Sulit sekali melakukan reformasi ternyata' gumam Firdaus.
-Beberapa Hari
Rab & Ren akhirnya melakukan Rencana mereka yang telah disusun selama beberapa hari dan dimatangkan oleh Ane yang telah memrekrut bangsawan lainnya untuk ikut bergabung dalam kudeta tersebut
"kita Harus melawan Raja Muda sialan itu agar status kita sebagai bangsawan kembali! kita adalah darah biru. Darah suci dari Tuhan!" Teriak Ren bergebu-gebu
"Setuju. Setuju" teriak bangsawan lainnya
Bermodal nekat dan persenjataan yang mereka ambil dari gudang penyimpanan mereka sendiri membuat Rab & Ren yakin akan rencana yang dibuat.
Rab Memaparkan bahwa ada sekitar 15 Orang sebagai eksekutor dan sisa lainnya adalah eksekutor pejabat pemerintahan yang tunduk kepada raja muda tersebut.
Ada sejumlah 30 orang yang tunduk kepada Raja. dari kalangan Komandan Militer. Kementrian. Dan Sebas salah satu dari orang tunduk nan setia kepada Raja.
-Hari H kemudian
Rab bersama Ren mulai merubah perpura-pura sebagai pelayan
"Hari Tua adalah kebanggan" kata Rab.
"hari tua adalah duka" kata ??
Rab akhirnya tersenyum mendengar kode balasan yang tepat dan artinya itu adalah teman Ane.
"Ini Obatnya. Siapapun yang meminumnya. Percayalah tidak ada yang selamat dari kematian tersebut" kata ??? Pria tersebut
Rab memberikan obat tersebut kepada Ren. Ren lah yang akan menjadi eksekutor selanjutnya
"Aku mendengar bahwa Raja selalu meminum susu di malam hari. Nah ren. Kamu gunakan racun ini kepada Raja Bodoh tersebut
Ren pun mengangguk paham
"Hidup sebagai tua?" Tanya Rab kepada ???
"Hidup sebagai muda. Sampai Jumpa" kata ??? Itu pergi.
Di malam hari tiba-
Ren bersama rab di belakangnya mulai melakukan aksinya
"Siapa?" Tanya Raja Firdaus dari dalam Kamar
"Yang Mulia Raja. Saya membawakan Susu untuk anda" kata Ren sekuat mungkin Tidak terlihat cemas
"Masuklah" kata Raja Firdaus
Ren membuka Pintu perlahan-lahan diikuti oleh Rab
"Tak biasanya membawa orang lain?" Tanya Raja Firdaus yang menatap kepada Rab
"Yang Mulia Raja. Saya datang untuk mengganti Baju bantalan anda agar terlihat bersih kembali" kata Rab dengan alasanya
"oh begitu? Baiklah. Lakukanlah" kata Raja firdaus sambil meminum Susunya
Rab yang melihat itu sangat tersenyum puas
"susu yang enak. Terimakasih. Kalian boleh pergi!" Titah Raja
Ren & Rab keluar dan mulai perpura-pura melangkah
"1" rab
"2" kata ren
"3" kata rab lagi
BRUK
Benar saja Hitungan ke 3 terdengar suara layaknya orang jatuh dari dalam
"Yang Mulia Raja. Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya Rab pura-pura Panik
Tidak ada jawab. Rab memaksa masuk ke kamar raja
BRAK
Seseorang menjatuhkan Rab
"ad--Aduh sialan. Siapa kamu eh! Ren? Kamu menghianati ku?!" kata Rab terkejut
"Menghianati mu? Hahaha. Apakah kamu bodoh? kapan aku bersumpah setia kepada mu? Sumpah setia ku hanya pada raja" kata Ren yang masi mencengkram Rab
Cleek
Lemari Terbuka dan alangkah terkejutnya Rab dibuatnya
"A---Ane? itu engkau A--Ane? Bagaimana bisa?!" kata Rab dengan gagap dari akibat terkejut dirinya
"sepertinya berhasil. Ren" kata Ane dengan santai
"A--Ane kamu menghianati ku? Sialan. Padahal kau juga bangsawan. Mengapa menghianati ku? Kau juga Ren. Kenapa!" kata Rab.
"Kenapa Mereka berdua menghianati mu? Karena Mereka Bukanlah bangsawan! Jangan menjadi Pria tua yang bodoh!" Kata Raja Firdaus Mulai bersuara
"Ap---Apaa!! Bukankah kamu sudah mati?" Tanya Rab terkejut
"Mati? seorang Raja mati ditangan pembangkang seperti mu?(Meludah kepada Rab). Itu bukan Raja namanya kalau mati di tangan para orang bodoh seperti mu" kata Raja Firdaus
"Prajurit!!!. Bawa Pria Tua bodoh ini ke penjara bawah tanah agar bertemu dengan teman-temannya disana" Titah Raja Firdaus
3 orang prajurit pun membawa Rab ke Penjara Bawah Tanah
"Aku akan membunuh kalian. Tunggu saja. Aku akan membalas dendam ku. Ane. Ren!" kata Rab teriak histeris.
Ane & Ren tidak perduli ocehan kepada orang yang sebentar lagi mati.
"salam sejahtera kepada Raja Kami. Yang Mulia Firdaus" kata Ren
"Kerja bagus. Ren Atau bisa ku bilang Bocah yang pernah mencuri Emas ku di 18 Tahun lalu? Hahaha" kata Raja Firdaus sambil tertawa
Ren ternyata adalah pencuri yang pernah mencuri emas Firdaus saat 18 tahun lalu saat Firdaus berada di ibu kota.
"Mohon Yang Mulia Raja jangan mengingat kan kebodohan saya yang dulu" kata Ren menunduk malu
"Hahaha Baiklah. Ren. Terimakasih Ren. Atas diri mu. aku selamat. Apa permintaan mu sebagai balasanKu?" Tanya Raja Firdaus
"Yang Mulia Raja Firdaus. Terimakasih telah mengasihani Hamba yang rendahan ini. Hamba hanya ingin segandum untuk keluarga hamba untuk tetap makan di musim penghujan nanti" kata Ren
"Permintaan mu akan Ku Kabulkan. Ren. Besok ada prajurit yang akan membawa 3 Ton Gandum dan bahkan kamu bisa bermandi gandum disana. Hahaha" kata Raja Firdaus.
Firdaus pun melirik Ane
"Apakah tidak masalah kamu menghianati. Paman mu?" Tanya Raja Firdaus kepada Ane.
"Terimakasih telah mengasihani hamba yang kotor dan rendah ini. Yang Mulia Raja. Hamba selalu dipaksa untuk ditiduri oleh lelaki bejat itu. Hamba tidak pernah menganggap dirinya adalah Paman Hamba" kata Ane dengan menunduk semunduk mungkin agar wajah kesal terhadap paman nya tersebut tidak keliatan jelas.
"Ane. Apa permintaan mu sebagai bentuk terimakasih ku karena kamu mau menolongku" Tanya Raja Firdaus
"Izinkan Hamba yang mempasung Kepala Orang Bejat itu. Yang Mulia Raja" kata Ane
"Kamu ingin menjadi eksekutor untuk paman mu sendiri? Hahaha. Baiklah. Aku kabulkan" kata Raja Firdaus sambil tertawa.
Tidak pernah semenarik ini dalan hidup Firdaus. Ternyata ia menemukan hal yang tragis dan menyenangkan dalam satu waktu
...----------------...
...BYE...
...----------------...