Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Maha Karya Lukisan



Kaisar Tovlar. XiGuang perpikir bahwa bekerjasama dengan Kerajaan Zalvia kemungkinan akan menaikkan status kaisarnya lebih dihormati dan disegani namun Guang tidak begitu yakin karena bangsa yang jadi pemenang terkadang sulit untuk bekerjasama..


"Kasim Fenn. Mentri Kaili. apa menurut kalian jika Tovlar bekerjasama dengan bangsa yang baru kalian katakan ini?" Tanya Kaisar Guang..


Kasim Fenn & Kaili tersenyum. Inilah yang mereka suka dari kaisar XiGuang. Sifatnya yang humanis dan mau diajak berunding dengan kepala dingin membuat Kaili & fenn segan akan kehadiran XiGuang sebagai Kaisarnya..


"KaisarKu. Hamba sangat menyarankan agar untuk bekerjasama dengan bangsa zalvia namun hamba juga tidak ingin bangsa leluhur kita mudah dianggap gampang bekerja sama" kata Kaili dengan menunduk


Guang mengerti maksud Kaili. Tovlar adalah bangsa yang luas & besar sehingga Kehormataan & Harga diri sebagai bangsa adalah berarti untuk dinasti Tovlar..


"Hmm. saya mengerti maksud anda. Mentri Kaili. Begini saja. Bagaimana kita mengirim utusan kita untuk memperlihatkan kelebihan bangsa kita namun dengan batas wajar. Maksud saya adalah. Memperlihatkan kelebihan kita dalam sektor ekonomi dan pertanian. apa kalian setuju?" Tanya Kaisar Guang


Keduanya saling melihat satu sama lain seakan keduanya memiliki pemikiran yang sama


"KaisarKu. saya telah mendengar tujuan anda namun kita tidak bisa melakukan hal itu" kata Mentri Kaili


Guang terkejut dengan bertanya alasan kaili mengatakan demikian..


"KaisarKu. Wilayah Zalvia telah banyak tumbuhan dan beraneka ragam pertanian dan itu dibuktikkan oleh para pedagang yang melewati wilayah tersebut. Seperti yang saya sebutkan. bahwa bangsa perancis. bangsa barat itu telah memiliki kerjasama dengan zalvia. bangsa perancis bahkan perpikir sama dengan anda namun Raja Firdaus malah memperlihatkan betapa berlimpahnya pertanian dan makanan mereka" kata Kaili


Guang mengelus-elus jenggot putihnya dan perpikir keras...


Guang tak sengaja melihat sebuah mahaKarya lukisan yang indah dalam ruang tahtanya dan itu membuat ide muncul dibenaknya


"Mentri Kaili. apa Kerajaan Zalvia sudah memiliki Karya melukis?" Tanya Kaisar Guang


-Zalvia


Firdaus berpidato didepan banyak rakyat di pulau java. kedatangan firdaus di java adalah untuk membuat susunan adminstrasi kota hingga desa..


"RakyatKu. kehadiran saya adalah melihat senyum dan kebahagiaan kalian dan terkadang melihat kalian saya perpikir apakah saya sudah adil dalam menjalani negeri ini dan apakah saya sudah membahagiakkan rakyat atau ada rakyat saya yang menderita?. Itu selalu menjadi pertanyaan bagi saya" kata Raja Firdaus dalam pidatonya


"kedatangkan saya selain bertemu dengan kalian. saya juga membuat solusi tepat untuk kalian menghancurkan hama yang menganggu pertanian kalian" kata Raja Firdaus


Rakyat Java yang mendengar itu sedikit penasaran dengan maksud raja mereka..


Firdaus mundur dengan baste mengambil alih panggung


.


"Wahai Rakyat Zalvia yang selalu dicintai oleh Raja & Dewa!. Kehadiran Kerajaan ditengah-tengah kalian hari ini adalah untuk memberitahu bahwa Raja telah memberikan solusi terbaik dari yang terbaik" kata Baste


Baste mempegang alat Lique Objec dengan meninggikkan ke langit


"dengan benda ini kalian tidak akan kesusahan. akan ada cara pakai untuk kalian berminat memakainya!" kata Baste


para rakyat terkejut dengan benda sekecil itu bisa menghancurkan permasalahan mereka


"Tuan Baste! apakah raja akan memberikan itu kepada kami?" Tanya salah seorang rakyat


"Ya! Tapi hanya 10 buah saja. Yang Mulia Raja ingin melihat bahwa kemandirian Rakyatnya dan tidak bermodal secara gratisan! apa kalian mau disebut rakyat yang bergantung pada raja atau pada diri kalian?!" Kata Baste dengan bergebu-gebu


"TIDAK!" serentak Rakyat Java(zalvia) berkata


Baste sedikit tidak percaya bahwa rakyat Java (zalvia) akan lantang berkata seperti itu.


Baste menatap Raja firdaus


"anda selalu hebat. Yang Mulia Raja!" kata baste dengan menatap firdaus