Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Rico & Dico



Kedua prajurit itu melihat peta dan kini mereka saling tatap menatap.


"Yang Mulia Raja. Tuan Sebas. Kami melihat tidak ada kecacatan dari strategi ini kecuali musuh memiliki senjata yang serupa dengan kita" kata Penjaga pintu 1 kanan.


"nama mu siapa. Wahai prajurit?" Tanya Raja Firdaus dengan tatapan sebagai raja yang kejam dan tegas.


Kedua penjaga itu sangat ketakutan dan menunduk!


"Y--Y--Yang Mulia Raja. Hamba izin memperkenalkan diri. Nama Hamba Adalah Dico" kata Dico dengan gugup ketakutan berusaha memperkenalkan diri


"R---Ra--Raja Ku. Hamba mu yang rendah ini adalah Rico" kata Rico dengan ketakutan.


Firdaus mengangguk dan mulai mendekati keduanya


"apa yang membuat kalian perpikir rencana ini tidak ada yang cacat?" Tanya Raja Firdaus


"100 atau hingga 200 tahun mungkin saja Dewa Menolong zalvia. pada waktu itu kita memanfaatkan kebaikan dan karunia Dewa pada bangsa zalvia ini. Yang Mulia Raja. Bangsa kita memiliki persenjataan militer yang kuat dan mampu menahan apapun. Kita harus memanfaatkan sebaik mungkin!" kata Dico dengan menggebu-ebu.


Firdaus melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala dan tak tahu dimana kepercayaan & keyakinan itu berasal.


"Yang Mulia Raja. Hamba Setuju dengan pendapat Dico. Dico adalah Ahli strategi dari asal kami. Kami berharap anda mempercayai kami!" kata Rico menundukkan kepala dengan menjelaskan situasi.


"Asal mana kalian?" Tanya Raja Firdaus


Rico menunjukkan Sebuah Pulau yang berada barat entah bumi mana itu(hayo dimana?).


Firdaus mengernyitkan dengan bertanya-tanya.


'pulau apa itu?' Gumam Firdaus melihat peta secara setatis.


1 jam


2 jam


Sebas & kedua prajurit itu sedikit bingung karena raja tak bersua


"Yang Mulia Raja. Apa yang anda pikirkan?" Tanya Sebas yang memberanikan diri


Firdaus akhir nya terbuyar segala kemungkinan tentang nama-nama itu


"tempat kami berada saat itu penuh orang-orang Musuh yang menggunakan kuda dengan topi bundar mereka dan berlari kencang bersama kuda itu" kata Rico mulai mengingat kejadian itu


"Mengapa kamu kabur?" Tanya Raja Firdaus


"Masyarakat di budak atau Di jual atau dibunuh? Hanya ketiga pilihan yang semuanya tidak menguntungkan" kata Dico.


Firdaus sekarang paham dimana mereka berasal.


"Kalian. Jika rencana ini berhasil. Apa yang kalian inginkan?" Tanya Raja Firdaus dengan senyuman tapi tetap saja itu terlihat kejam


"izinkan kami untuk tinggal dsebuah desa dengan keadaan cukup hingga akhir tua" kata Rico


"mengapa? Apa kamu tidak mau harta? Kedudukan? Kekuasaan?" Tanya Raja Firdaus mulai menggoda layaknya iblis


"Tidak. Yang Mulia Raja. Kami selalu menginginkan hal itu tapi waktu itu kami masih membutuhkan biaya untuk memenuhi cita-cita kami" kata Dico


Rico & Dico ternyata adalah seorang petani ditempat asalnya tapi terpaksa harus menjadi Tentara Zalvia saat itu karena menjadi tentara memiliki gaji yang besar


Firdaus memikirkan bagaimana mereka kabur? Di abad 18 ini. Amerika Telah benar-benar merdeka walaupun sebagian wilayah original mereka belum sepenuhnya ada.


"kamu pintar. Mari kita ikuti Rencana Rico & Dico. Sebas!" Kata Raja Firdaus mempersiapkan Titahnya.


Firdaus menjulur ketangan(ala² anime gitu lah)


"Aku Raja Zalvia XI. Memerintahkan Sebas untuk menyerang wilayah musuh dan mengakusisi wilayah itu masuk ke wilayah kita!" Titah Raja Firdaus kepada Sebas.


Sebas terkejut mendengar dan sedikit tidak yakin jika ia ditunjuk!


...----------------...


...BYE...


...----------------...


"