Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Baste



Jam 4:00


"Bangun. Cepat Bangun!" kata sebas nembangunkan baste. sang cucu nya tersebut.


"K---Kakek. mengapa kakek membangunkan aku? Jam berapa ini?" Kata Baste yang masih setengah nyawanya belum terkumpul


"Kau harus bangun. Ini jam 4:00. Di jam inilah para Penasehat Raja Mempersiapkan diri mereka. Kamu harus sarapan. Kakek Tunggu dibawah!" kata Sebas.


Sebas tak ingin terlalu memanjakan cucu semata wayangnya. Dia tahu mana yang terbaik untuk sang cucu.


Baste yang ditinggal masih setengah ngantuk itu pun terpaksa harus bangkit dan mencuci muka lalu mempersiapkan diri.


5 menit - pagi. 4:05


"Duduklah" Titah Sebas


"makan lah lalu baca buku-buku ini" kata Sebas memberikan buku-buku tentang peraturan Penasehat dan juga protokol Kerajaan.


"Buku Apa ini. Kakek?" Tanya Baste sambil mengunyah roti dengan selembar daging Sapi.


"Buku-Buku ini diciptakan oleh Ratu IX. Mendiang Ibu baginda Raja kita sekarang" kata Sebas.


"Di buku-buku inilah Ratu IX mencurahkan ke jeniusan dan kepintarannya dalam bidang penasehat. Agar penasehat generasi mendatang dapat membaca dan lebih baik lagi. Dari buku-buku ini. bangsa zalvia kita terbebas dari segala bentuk keburukkan sifat manusia" kata sebas dengan mencium kedua buku itu layaknya buku suci.


Baste yang mendengar itu sedikit penasaran dan memiliki rasa ingin tahu itu meningkat dalam dirinya.


3 menit kemudian


3 roti dengan 3 lembar sapi telah membuat perut kecil Baste kenyang dan puas..


"Kakek. Aku akan membaca ini di loteng. Izinkan Cucu mu ini ke sana" kata Baste meminta izin.


Sebas pun mengangguk dengan nasehat.


"Jangan terlalu lama disana jika kamu terlalu lama diatas disana" kata Sebas dengan tersenyum.


Baste mengangguk lalu mengambil kedua buku itu.


......ISI BUK****U......


...halo pembaca buku ini. Aku Ratu IX dan aku yakin kamu membaca buku ini tidak lain dan tak bukan karena kamu terpilih sebagai penyelamat raja / ratu dari perintah tak sesuai hukum dan norma kemanusiaan zalvia....






Dirimu diwajibkan untuk terampil dan Cepat perpikir dalam solusi sebuah masalah. Aku tahu ini tidak mudah. Tapi aku yakin kamu bisa.




Itulah beberapa isi buku pengantar awal dan Baste mulai membaca bagaimana memberi nasehat dari berbagai bermasalahan yang sudah tertuang di Buku itu. Buku itu juga mengajari bagaimana mempertahankan loyalitas negara dan tetap teguh menjaga martabat negara.


Baste membaca buku itu hingga 2 jam kemudian atau tepatnya 6:00 dimana sang Raja. Firdaus telah bangun jam tersebut tetapi pekerjaan sebas belum tergantikan. Semua pekerjaan masih dilakukan oleh firdaus itu sendiri.


"Baste. Tetap belajar. Kakek ingin berjalan-jalan" Titah Sebas.


Baste hanya bisa tersenyum dan mengangguk.


BRAK


Baste pun nelempar buku itu karena dirinya sudah mulai bosan membaca nya


'aku hanya ingin bebas tapi kenapa harus jadi penasehat raja?' gumam Baste gerutu.


Kebebasan Baste terpenjara setelah ayahnya meninggal. Sang kakek selalu overprotective karena dirinya tak mau kehilangan kembali orang disayang namun Baste belum mengerti dan tidak memahami apa yang semua dimaksud dengan sebas lakukan.


Baste berjalan-jalan di ruang tamu hingga ia menemukan suatu ruangan tanpa disengaja


"Ruangan Apa ini?" Baste bertanya-tanya


...----------------...


...BYE...


...----------------...