Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Para Ahli



Tidak sulit bagi Sebas mengumpulkan para pemuda - pemudi Zalvia yang cukup cakap dengan keahlian mereka


"Sebas Menghadap kepada Yang Mulia Firdaus. Hamba Telah mengumpulkan para Ahli dari penjuru negeri zalvia untuk datang ke istana kerajaan dan semuanya telah menerima undangan anda. yang mulia" kata sebas menunduk


Firdaus melihat sekumpulan orang di belakang sebas dengan pernampilan berbeda-beda


"Sebas. Berapa jumlah mereka?" Tanya Firdaus


"Totalnya adalah 20. 15 perempuan. 15 pria. Mereka adalah sekumpulan yang telah berhasil meraih prestasi diwilayah mereka msing-masing" kata sebas


"Sebas. Siapa perwakilan mereka?" Tanya Firdaus


"Harley. Majulah menghadap Yang Mulia Firdaus!" kata Sebas dengan tegas


Harley maju dengan gagah. Pria itu


lebih muda jika dibandingkan dengan umurnya di dunia sebelumnya.


"Harley menghadap yang mulia firdaus!" kata Harley menunduk hormat


"Jadi kamu Harley? Apa yang kamu lakukan untuk Raja & Negeri? Selain pengorbanan nyawa?" Kata Firdaus


"demi zalvia yang agung. Hamba rela mengorbankan Nyawa. Tapi Yang Mulia Firdaus bertanya kepada hamba yang kecil ini tentang hal tersebut maka izinkan hamba menjawab. Hamba ingin mengajari setiap para pemuda di zalvia untuk tahu bernegosasi dengan para pedagang dan dapat meraih keuntungan ekonomi untuk Raja & Negara" kata Harley


"Jadi singkatnya kamu ingin mengajari rakyat untuk pintar dalam berbisnis dan pintar mencari untung untuk raja & negara. Begitu?" Tanya Firdaus


"sesuai dengan perkataan anda yang mulia. Begitulah yang ingin ajarkan kepada rakyat anda" kata harley


"Baik. Aku akan menerima mu tapi dengan satu pertanyaan dan aku harap kamu jujur dari hati mu yang terdalam" kata Firdaus


"izinkan hamba jujur yang mulia firdaus. menurut hamba saat ini tentang rakyat adalah Bodoh. Buta Huruf. Dan mudah dibodohi oleh oleh orang lain. 95 persen rakyat buta huruf dan tidak menulis. Sebagian kecil mereka bisa mengelola keuangan dan pintar dalam perhitungan matematika dan sejenisnya karena mereka adalah saudagar atau kebangsawaan" kata harley


Firdaus tidak marah dan ia menyukai kejujuran harley dan bagaimanapun firdaus pernah mengalami kejadian hal tersebut saat dirinya memesan makanan tapi pelayan disana tidak dapat membaca hanya bisa mencatat apa yang didengarkan saja.


"harley. kembali kebarisan mu. Aku senang kamu jujur dan aku harap kamu dapat mengusahakan rakyat zalvia bangkit dari kebodohan. Apakah kamu bisa?" Tanya Firdaus


"Tentu Yang Mulia Firdaus. Hamba sangat yakin dengan kemampuan hamba. tapi hamba berharap Raja dapat memfasilitaskan sebuah tempat yang dapat mengumpulkan rakyat menjadi satu layaknya sekolah gedung untuk para bangsawan" kata harley meminta


"lancang kau meminta di luar batas mu! Harley" kata sebas marah


"Sebas tahan!" titah firdaus


"Baiklah Harley. aku mewakili atas nama raja. Aku akan memberi mu fasilitas yang memadai. Ajaklah rakyat zalvia bangkit dari terpurukkan dan kebodohan jika berhasil maka aku akan mengenang nama mu karena jasa mu bagi Raja & negeri ini" kata Firdaus


"Sungguh kehormatan bagi hamba melayani Raja & Negara secara langsung. Yang Mulia Firdaus!" kata Harley


Harley pun kembali ke barisannya dan firdaus berdiri dari singsana nya


"aku tahu kalian adalah orang berbakat yang dikirim oleh tuhan untuk raja & negeri ini. Aku akan memfasilitaskan siapapun yang mau berkontribusi dan begitu pula aku akan melakukan apapun bahkan membunuhnya jika ada yang menghalangi zalvia halangi untuk sukses dan bangkit dari kebodohan ini!


...----------------...


......BYE......


...----------------...