Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Perempuan



2 Hari Kemudian -


18 Ribu pasukan Telah Memenuhi Lapangan dan Firdaus naik ke atas podium


"Wahai Tentara Zalvia. Tentara Yang Telah di Anugerahi oleh Tuhan!. aku tahu kalian semua sudah paham mengapa kalian dikumpulkan" kata Firdaus memulai Perkataannya


"Saat Ini Bangsa Asing Itu sedang menyiapkan pasukan mereka untuk melawan kita. Menjajah kita. Memperbudak rakyat kita. Apakah Kita harus diam saja? TIDAK! Semangat & Darah Zalvia selalu ada di dalam Hati & Raga kalian! apakah kalian bersedia berjuang untuk Raja & Negeri?" Tanya Firdaus lantang


"Kami Siap. Jenderal Firdaus! Darah & Nyawa kami telah siap untuk melawan musuh !" serempak suara teriakan


Gemuruh semangat itu membuat Firdaus senyum


"Aku percaya. Sangat Percaya. Kalau Kalian Adalah Tentara yang Hebat. Tentara yang memiliki Dedikasi Tinggi. Aku Berdoa kepada Tuhan. Untuk kalian semua selamat !" kata Firdaus bersemangat.


"Kami Siap Bertempur !" Teriak serempak


18 Ribu Pasukan sangat bersemangat. Karena mereka telah dilatih oleh Firdaus dan telah merasakan neraka Dunia dalam kemiliteran.


Firdaus pun membubarkan 18 Ribu pasukan dan mereka kembali ke posisi tersebut.


4 ribu tank telah dimasukkan ke dalam Kapal.


30 pesawat tempur telah ber Udara.


2 Jam Kemudian


Kapal Telah berlabuh dan Tank Tank di keluarkan secara perlahan


"Tolong-Tolong. Tolong !" teriak seseorang


"Apa kalian dengar sesuatu?" Tanya Hendrik


beberapa orang menggelengkan kepala


"Mungkin itu perasaan anda saja. Tuan Hendrik. Kami tidak mendengar sesuatu" kata salah perwira zalvia


Hendrik sangat yakin dengan pendengarannya tapi mendengar pendapat orang lain akhirnya hendrik mengabaikan.


"lawan Musuh dan jangan beri ampun kepada mereka!" Perintah Hendrik


Hendrik harus menunjukkan Prestasi di perperangan ini agar sang Putra Mahkota Firdaus tidak menyesal memilihnya


2 Ribu Tank beserta Mobil Mengangkut Perwira telah dikeluarkan.


Grzzkkk(rumput bergoyang.


Door!


salah satu perwira menembakkan ke arah Rumput liar yang tampaknya ada seseorang mencurigakan


"kenapa kamu menembak?" Tanya hendrik


"Maaf. Tuan Hendrik. Tapi saya merasakan bahwa rumput liar itu sedikit bergoyang dan saya yakin itu ada seseorang di baliknya" kata perwira itu


Hendrik sedikit tidak yakin dengan Perwira tersebut tapi sebagai komando. Dirinya harus tetap netral


"Saria. bawa 2 orang dan cek disana! Dan yang lain tetap jalan sesuai rencana" kata Hendrik


"Baik Tuan!" kata Saria


"Ayo kita cek" kata Saria kepada 2 orang bersamanya.


Perlahan tapi pasti. Saria mempegangi senjata nya dan terus menghadapkan ke depan untuk berjaga-jaga ada musuh menyerang.


"T----Tolong" kata suara itu serak


"Siapa kamu?" Tanya Saria dengan bahasa lokal


Saria melihat perempuan yang bersimbah darah itu dan Saria langsung mendekat


"T---Tolong Aku--ugggh" kata Perempuan tersebut dengan memuntahkan darah


"kalian cepat bantu aku ke ke tim medis!" Kata Saria


Kedua perwira bersama Saria pun mengangkat Perempuan bersimbah darah itu secara perlahan dan menuju ke tim medis


"Medis!. Medis!. Dimana Medis!" teriak saria ketika sampai


"Kami disini!" kata tim medis menjawab.


Tim Medis terkejut nan kaget melihat apa yang dibawa oleh sekolompok perwira


"Siapa dia?" Tanya salah satu dokter dari tim medis


"Jerry. Berhenti bertanya. Lebih baik obati dulu" kata Saria


Dokter itu adalah Jerry. Dari awal dilihat perempuan bersimbah darah dan mulai menjadi pertanyaannya


"Saria. Kamu tahu peraturannya. Jika tim medis digunakan untuk seorang perwira dalam situasi seperti ini diperlukan!" kata Jerry menolak untuk mengobati Perempuan itu


Saria kesal dan mulai mendekati jerry


"aku akan menanggung jawab atas hal tersebut. Cepat bantu dia. Aku akan yang menanggung masalah!" kata Saria berteriak didepan wajah Jerry.


Jerry yang mendengar itu pun menghelas nafas


"Tidurkan dia disana. Dan aku akan mulai melakukan operasinya" kata Dokter Jerry dengan nada professionalnya


Saria dan dibantu 2 perwira lainnya membantu perempuan itu untuk di tidurkan tubuhnya di tempat tidur


" kalian keluar lah dlu. aku akan mengobatinya " kata Dokter Jerry.


Saria dan lainnya hanya bisa memasrahkan diri kepada Tuhan dan Jerry dengan harap dapat membuat perempuan itu dapat pulih


3 Jam Kemudian


Dokter Jerry keluar dengan Bersimbah darah dari baju operasinya berwarna putih.


"bagaimana Jerry?" Tanya saria


"perempuan itu telah selamat. tapi dia masi keadaan Koma dan belum diketahui kapan Dirinya akan sadar" kata Dokter Jerry.


...----------------...


...BYE...


...----------------...