Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Jendela



-1 bulan kemudian


Firdaus mengamati setiap Mentri barunya tersebut yang mengoceh entah untuk rakyat atau haus pujian olehnya.


"Yang Mulia Raja. Sudah saat nya anda memajukan Rakyat. pemutaran ekonomi akan terhambat jika anda memberi banyak bantuan kepada Rakyat" Kata Mentri Keuangan Zalvia melontarkan pendapatnya


"Saya tidak setuju!. masih banyak rakyat zalvia yang tertinggal dan masi banyak desa-desa yang belum tersentuh oleh Pemerintah Kerajaan" kata Mentri Rakyat Zalvia


"Saya sependapat dengan Mentri Rakyat. Yang Mulia Raja. masih banyak rakyat anda digaris kemiskinan dan belum tersentuh oleh tangan anda" kata Mentri Kesehatan


";saya membenarkan kalian berdua. Saya bahkan setuju tapi tuan-tuan sekalian jangan melupakan saya yang bertugas sebagai mentri keuangan yang tentunya memikirkan keuangan negara ini!" Kata Mentri Keuangan dengan tegas


"dan kebutuhan Rakyat juga berasal dari ekonomi yang saat dimiliki oleh negara ini. Saya berharap Tuan-Tuan berpikir sekali lagi" lanjut Mentri Keuangan


Berdebatan setelah itu pun tidak bisa dihindari. hanya 2 mentri yang terdiam tanpa mengutarakan pendapat sejak awal rapat


"Aheemm" Raja Firdaus berdeham


Suara deham milik firdaus sontak saja membuat seisi ruangan langsung terhening


"saya telah melihat kegigihan dan pikiran kalian untuk negara & rakyat" kata Raja Firdaus mulai bersuara


"Jigor. Mentri Keuangan. saya setuju dengan pendapat kamu tapi saya sudah memiliki cara pemutarkan ekonomi negara kita. Laut Banten dan Laut Aceh adalah hal cocok pemutarkan ekonomi kita. Dimana kita bisa membuat transit setiap kapal baik itu para saudagar atau militer dunia lain. Contohnya saya sudah membuat kesepakatan dengan Perancis dan saya yakin kalian tahu mereka" kata Raja Firdaus


Sontak saja semua mentri terkejut kecuali mentri pertahanan


"dan soal rakyat yang belum tersentuh pemerintah. Maka saya serahkan ini kepada Prajurit Kerajaan" Raja Firdaus lanjut


Firdaus berhenti sejenak untuk melihat para mentrinya dan menghelas nafas


"baiklah. Jika ada pertanyaan silahkan ajukan sekarang!" kata Raja Firdaus dengan tegas


"Yang Mulia Raja. mengapa kita harus bekerjasama dengan para penjajah itu?" Tanya Jigor. Mentri Keuangan


Firdaus sudah memperkirakan kalau pertanyaan ini akan dilontarkan..


"Para Penjajah itu bagaikan musuh tanpa otak. maka dari itu kita buat otak untuk mereka. Kita dekatkan mereka kepada kita. Kita mencari seluruh kelemahan mereka dan salah satu terbesar adalah para penjajah itu bisa memutar ekonomi kita. Perancis adalah jembatan bagi kita untuk menaikkan derajat zalvia di sekitarnya" kata Raja Firdaus..


"pada intinya anda memanfaatkan perancis untuk kita?. apakah seperti itu yang anda maksud? Yang Mulia Raja" kata Mentri Pertahanan


"Hahaha. Juan. kamu benar" kata Raja Firdaus dengan tertawa


3 jam kemudian


Rapat 3 jam telah selesai dengan pembahas Perbatasan. Rakya**t. Ekonomi**.


Para mentri keluar dengan membawa setiap catatan yang tertulis tugas-tugas disetiap mentri..


Tok


Tok


Tok


"masuk" Titah Raja Firdaus


seeorang pria membuka pintu dan ternyata itu adalah Juan..


"senang bisa bertemu dengan mu. Juan. Duduklah" titah Raja Firdaus mempersilahkan juan


Juan pun dengan takut pun ikut mematuhi perintah tersebut


"anda memanggil saya untuk apa? Yang Mulia Raja" kata Juan dengan tegas walaupun ketakutannya tak bisa disembunyikkan begitu saja


"aku mau membuat jendela diperbatasan"


...----------------...


...BYE...


...----------------...