
-balik lagi ke sumatra
Hendrik telah mendapatkan pesan jika dirinya diizinkan untuk menuju utara dan sekitaranya
"Kapten Hendrik. Apa anda yakin ke utara?" kata Joy
"Yah benar. Aku ingin ke utara. Karena penduduk lokal mengatakan bahwa banyak gandum dan emas dua peti yang disembunyikan oleh musuh maka dari itu Kita harus mengambil itu" kata Hendrik
"Gandum dan emas dua peti?!!!" joy terkejut
Tidak hanya joy yang terkejut tapi Hernya serta beberapa prajurit yang mendengar itu pun ikut terkejut.
"Apakah ada yang terluka?" Teriak Hendrik bertanya
"Tidak ada Kapten!" Serempak Prajurit
Hendrik pun bersyukur jika tidak ada yang terluka
"Apa kalian masih ingin berperang bersama aku dan Yang Mulia Firdaus!?" Teriak Hendrik
"Kami Siap berperang Hingga Tetes darah kami!" Teriak serempak semua prajurit.
"Majuuu!" Kata Hendrik mengunuskan pedang ke arah utara.
Ddddrrrt
beberapa tank berjalan dan itu membuat tanah sekitarnya sedikit bergetar.
"Kapten Hendrik. Kali ini Apa rencana nya?" Tanya Hernya
"Kali ini biarkan Tank itu beraksi" kata Hendrik tersenyum.
"Kapten Hendrik. 73 Kadipaten menunjukkan Kesetiaan & bersedia membantu Kekaisaran Zalvia. Apakah Kita akan percaya begitu saja?" Tanya Hernya khawatir.
Hendrik pun menatap langit dan lalu turun menatap wajah hernya
"Hernya. Aku tahu kamu khawatir mereka akan berkhianat dan aku merasakan hal yang sama juga. Mereka adalah manusia. Sama seperti kita. Yang Mulia Firdaus pernah berkata pada 18 Tahun Yang lalu. Ketika Manusia Telah diambang kematian dan ada seseorang yang menolongnya maka Manusia itu akan bersedia untuk setia & membantu tapi Ketika semua telah mencukupi dalam hal apapun. Bisa saja orang itu menghianati sang penolong tersebut. Maka dari Itu Yang Mulia Firdaus juga mengatakan untuk tidak percaya kepada Dirinya karena dirinya juga manusia akan tetapi entah kenapa aku mempercayai bahwa dia adalah Orang yang baik tapi tegas kepada orang mencari keributan dengan nya" kata Hendrik
Hernya & Joy pernah mendengar pidato firdaus pada 18 Tahun yang lalu dan ternyata benar apa yang dikatakan firdaus dan terbukti bahwa keadaan mereka sama seperti yang diucapkan.
"Tetapi kapten hendrik. Mengapa anda setia kepada kekaisaran? Tolong jangan salah paham!" kata Joy khawatir akan hendrik yang salah paham padanya
"Hahaha. Joy. jangan khawatir. aku tahu kemana arah membicaraan mu. Kamu tahu? Aku ini manusia yang diangkat derajatnya oleh Kekaisaran Zalvia tepatnya oleh Raja Aztoth XI. saat itu aku berumur 18 tahun. aku adalah pengungsi dari timur atau tepatnya berada dari ujung belahan bumi lain. bagaimana aku bisa di zalvia? Karena aku terdampar bersama 150 orang lainnya tetapi Raja Aztoth XI dan Ratu IX menyambut kami dengan ramah. Kami diberikan pekerjaan yang layak dan tempat yang layak. setelah umur ku bergenap 20 tahun. Mendapatkan selembaran bahwa kekaisaran membutuhkan prajurit yang murni untuk melindungi negara & rakyat. Ahh maaf aku jadi membuat obrolan ini sedih" kata Hendrik
Joy & Henrya mengerti akan situasi buruk yang dialami oleh kapten mereka dan mereka pun sedikit mengalami yang sama.
"Tidak. Kapten. aku dan Joy serta lain adalah hal yang sama seperti mu. Aku mendapatkan kebaikan dari kekaisaran Zalvia. Aku sama seperti mu Kapten!" Seru Hernya sambil menepuk-nepuk Pundak kapten Hendrik.
Hendrik yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum
'Ayah & Ibu. Apakah kalian melihat ku? Aku sekarang sudah Dewasa. Umur 35 Tahun sudah saatnya kalian tidak perlu khawatir kepadaku. Kan?' gumam Hendrik menatap langit
Orang Tua Hendrik adalah seorang budak. Keduanya adalah budak yang melarikan diri menggunakan perahu setelah membajak Perahu penjajah yang tengah bersandar di perlabuhan. Bersama 300 orang. Orang tua hendrik meyakini 300 orang untuk harus lari dari tempat mereka dan mencari bumi lain agar masa depan anak mereka tidak sama mengalaminya dengan mereka.
Bermodal akan nekat akhirnya 300 orang itu untuk mengikuti rencana yang telah dimatangkan oleh Orang tua hendrik dan Menyerbu di malam hari saat orang-orang penjajah itu sedang minum-minum dan bermain kartu.
...----------------...
...BYE...
...----------------...