Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Fondasi



(1 jam yang lalu)


D---Duuuaar


"Nona Jesi. Pihak pusat telah memulai!" teriak Arman


"Hahaha. aku tahu!" kata Jesi sambil tertawa


Jesi mengangkat senjata


Doooor


Dooooor


Dooor


"Hahaha Matilah! Hahaha" teriak Jesi sambil menembak ksatria musuh


Dooor


Doooor


Duuuuaaaar


Bermacam - macam senjata termuntahkan dan musuh mati seketika


Duuuuuaaar


suara ledakkan dari utara terdengar


"hahaha ternyata kamp ksatria sudah diledakkan. apakah masih ada musuh?" Tanya Rhin sambil tertawa dan Menembaki setiap penjuru ksatria musuh


"TEMBAK!" Teriak salah satu pasukan arman


DUuuuuaaar


Duuuuaaar


3 unit tank meluncurkan tembakkan dengan ganas


BRAK!


"Tembok istana telah runtuh!" kata Teriak salah seorang pasukan arman..


"Maju !" Titah Arman berteriak


Serbuan dan dentuman tembakkan bertubi-tubi membuat siapapun yang mendengarnya langsung ketar ketir


"Aaarrggghh!" prajurit musuh yang kesakitan


Dooor


Door


Arman & Jesi serta pasukkannya maju sambil menembaki setiap ksatria musuh


BRAK


Rhin Mendobrak Pintu ruang tahta


"S--Sialan kalian. Siapa kalian yang benerani menantang ku! Raja Negeri siam ini!" Raja Luthai sambil menunjuk-nunjuk kepada arman & jesi dengan marah.


Dooor


Jesi menembak para ksatria yang melindungi Raja mereka


"B--bagaimana? Mereka menggunakan pelindung besi yang sangat kuat!" kata Raja Luthai dengan histeri karena dirinya tidak percaya apa yang lihat.


"anda bukan raja negeri ini lagi! Tangkap hidup - hidup Pria disana!" titah Jesi dengan memasukkan kembali Desert Eaglenya


"SIAP!" teriak serempak


- balik lagi


"Raja kalian! Saksikan lah hai rakyat! Raja kalian yang membuat hidup anda dipenjara dan membuat keluarga kalian tidak tenang dalam menjalani hari!" teriak Jesi sambil mengangkat obor tinggi-tinggi


"Raja Yang benar Raja Adalah raja disetiap hati rakyat nya!" Seru Jesi


Jesi pun mendekat dan melempari Raja Luthai dengan mengikat hidup-hidup


"arrggggh! Pana--panas T--Tolong! T--tolong aku!" Teriak Luthai dengan kesakitan...


Tak ada satupun rakyat yang bergerak dan hanya melihat dengan senyuman disetiap mereka mendengar raja bengis itu kesakitan


"Aaaaaaaarrrrrrggghhh!" Teriak Luthai yang terakhir kali akan didengar


Luthai mati dimakan oleh api merah yang panas dan rakyat melihat juga perpikir bahwa itu pantas dilakukan..


"kalian adalah sebuah rakyat tanpa Pemimpin. Berlututlah untuk mereka yang mau hidup


BRUK


setiap rakyat siam kini langsung bersujud didepan arman & lainnya


" mohon jangan bunuh kami!" teriak serempak rakyat siam memohon


"tak ada yang akan membunuh kalian karena kalian akan menjadi bagian Kerajaan Zalvia !" Teriak Jesi dengan bangga


-beberapa menit kemudian


Para ksatria yang mati telah dikubur dengan layak karena mereka masih manusia yang di kubur secara pantas dan sopan


"baiklah. Setelah menguburan sampah-sampah ini. Kita istirahat lalu memberikan rakyat siam ini makanan! apa kalian mengerti?" Teriak Jesi


"Yes Yes Mrs.Jesi!" serempak prajurit arman & jesi


-aceh


Tim pusat telah mengabari bahwa perang telah dimenangi oleh kerajaan zalvia


"Aceh akan bergabung dengan Kerajaan Zalvia!" Sultan Daud Atthar dengan tegas


Atthar tidak menyangka bahwa kekuataan kerajaan tetangganya melebihi apa yang ia bayangkan.


Firdaus sendiri sudah tahu jalan perperangan karena senjata yang dibawa masih 100 tahun lagi baru bisa mengubah perjalanan perang


"Sungguh Saya suka dengan orang menetapi janji" Raja Firdaus dengan tersenyum


2 bulan kemudian -


"selamat siang kepada teman-teman dan sekalian. Hari ini. Saya. Sultan Daut Atthar pengumumkan bahwa Aceh akan bergabung sebagai wilayah kesatuan Kerajaan Zalvia" kata sultan daud atthar


...----------------...


BYE