
"saya telah mendengar dan mengerti apa maksud mu. Saya telah menduga bahwa kedatangan dan awal mula surat mu kepada saya tidak semata-mata hanya berkunjung akan tetapi mengapa alasan mu menyatukan Nusantara. apakah kamu tidak cukup puas dengan Tuhan memberi mu kuasa atas dirimu di bumi ini?" Tanya Daud Atthar..
"Sultan Daud. saya bersyukur bahwa Tuhan atau sejenisnya memberi saya kenikmatan dan wilayah yang begitu luas. Jika di katakan serakah. tentu setiap raja atau seorang penguasa akan serakah. Serakah dalam memakmurkan rakyatnya. Serakah untuk melihat kemenangan bagi negerinya. saya memperluaskan wilayah bukan untuk keserakahan pribadi saja namun untuk keserakahan Bangsa Zalvia" kata Raja Firdaus
"bangsa mu?. apa maksud anda. Raja Firdaus?" kata Sultan Daud bertanya
"pernahkah anda melihat sebuah kerajaan memperluas wilayahnya karena hal apa?" Tanya Raja Firdaus
Daud tidak menjawab Dan memilih meminum teh tariknya..
"sebuah kerajaan akan memperluaskan wilayahnya karena banyak faktor yang akan didapat tapi di bayar dengan mahal! Contohnya bangsa zalvia kami. Wilayah kecil kami tidak memiliki begitu banyak wilayah yang subur untuk pertanian dan hanya mengandalkan pelabuhan singgahan dari banyak pedagang. kekayaan kerajaan kami terkuras dari pedagang yang menjual barang mereka dan mematikan produk lokal. saya tidak menyalahkan para pedagang itu tapi bangsa zalvia memang pada saat itu tergantung dengan produk yang cepat jadi karena banyak perut rakyat yang perlu diisi. maka dari itulah. saya sebagai raja zalvia sangat tidak ingin tinggal diam. Saya melakukan pelatihan militer. Membangun teknologi. Membangun sosial dan pendidikan. Membangun jiwa nasionalisme untuk para tentara & Rakyat. Kami melakukan perang untuk hidup karena yang kami ingin capai adalah wilayah yang lebih layak dari sebelumnya dan bisa di huni untuk rakyat" kata Raja Firdaus dengan menggebu-gebu
"baiklah saya telah mendengar penjelasan dan maksud anda. Bagaimana kita menyingkirkan beberapa hal itu dan mulai mengintrogasi musuh yang didepan kita?" Kata Sultan Daud menyingkirkan
"tunggu Sultan Daud! saya memiliki teknik untuk mengintrogasi para penjahat atau musuh yang bermacam-macam dengan kami" kata Raja Firdaus
perkataan firdaus membuat daud kembali duduk lalu menatap firdaus dengan wajah penasaran akan maksud perkataan tersebut.
"Sultan daud. Sekiranya saya bisa meminta sebuah meja dan kursi?" Tanya Raja Firdaus
Daud pun mengangguk lalu memberi perintah kepada prajuritnya untuk membawakan hal yang diminta oleh firdaus..
"Liamsu. Ikat mereka di kursi dan gunakan Alat itu" kata Raja Firdaus
Liamsu terkejut mendengar perintah itu..
"saya sudah mempikirkannya. Pasangkan dan jangan membantah!" Raja firdaus menekan perkataannya dengan tegas.
Liamsu pun patuh lalu mengikat mereka semua
"Sultan Daud. saya ingin memperkenalkan sebuah alat yang dimana anda bisa mengetahui seorang penjahat berkata jujur atau berbohong
"bagaimana caranya?" Tanya Sultan daud dengan penasaran..
liamsu pun kembali memaksa prajurit itu memasukkan dan mengepaskan tangannya dengan alat tersebut
"Yang Mulia Raja. Semua siap!" kata Liamsu
"Yang Mulia Sultan Daud. Izinkan saya mempersembahkan alat Kebanggaan kami" kata Raja Firdaus dengan Antusias
"sebuah alat yang kami ciptakan untuk melakukan introgasi bagi para penjahat yang tidak mau berkata jujur atau para penjahat yang menyembunyikan niat jahat mereka" kata Raja Firdaus
"Lie Detector. saya persembahkan untuk anda melihat bagaimana cara kerjanya!" kata Raja Firdaus
...----------------...
...BYE...
...----------------...