Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Perwakilan



2 hari kemudian -


"Selamat Datang Di java. Yang Mulia Raja" kata Hernya dengan didampingi Hiden sampingnya


"Terimakasih atas penyambutan kalian. Bagaimana kabar kalian?" Tanya Raja Firdaus


"Kami berdua sangat baik dan semoga Anda juga dilimpahkan kebaikan dan panjang umur" kata Hiden membungkuk(diikuti oleh Hernya).


"Baiklah. Pimpin Jalan" kata Raja Firdaus..


menggunakan kereta kuda dengan kaca pelindung kuat membuat Firdaus sedikit nyaman dan aman..


"bagaimana perkembangan kalian di Pulau Java ini?" Tanya Raja Firdaus memulai pembicaraan


"Yang Mulia Raja. Saat ini Wilayah Pulau Java Telah 90% telah dikuasai. Hanya yang tersisa wilayah Kesultan Banten saja" kata Hiden menjawab


"Abaikan dulu wilayah itu. Tapi apa saja yang kalian dapat selama di pulau Java?" Tanya Raja Firdaus..


Hernya mengeluarkan berkas - berkas yang telah ia siapkan untuk rajanya baca.


Firdaus membaca dan terkejutnya ia melihat ada penemuan yang ia kenali


"Apaa ini? Biji Kopi dan Minyak Alam?" Raja Firdaus dengan sedikit heboh...


"Ahem(memperbaiki kehebohan).. Kalian tampaknya sudah menemukan hal yang bagus" kata Raja Firdaus mulai kembali berwibawa..


"berkat kebijaksanaan dan kejeniusan anda. Kami memahami ilmu baru dan kekayaan Alam yang baru kami pelajari dan kami teliti. Ada sekitar 170 Titik Minyak Alam berada. Dan ada 3.573 ribu karung biji kopi yang telah di teliti dan kami kembangkan. Biji kopi itu ditemukan oleh para musuh yang telah kami kalahkan. Riset menunjukkan bahwa biji kopi ini terkenal oleh negara asal musuh itu tersebut" kata Hiden menjawab merincikan hasil laporannya


"lalu minyak alam?" Tanya Raja Firdaus


"Yang Mulia Raja. Sungguh saya menyesal. Saya belum dapat mengetahui bagaimana cara kami mengelolah Dan mengambil minyak alam tersebut" kata Hernya yang membungkuk menyesal


2 jam kemudian


Telah sampai di sebuah bangunan. Bangunan itu adalah istana. tepatnya istana yang berada di Wilayah kadipati wilso riguna.


Firdaus melihat bahwa orang perpakaian mewah ala kerajaan itu pasti adalah orang yang akan menyambut kedatangannya


"Selamat Datang Yang Mulia Raja Firdaus XI Zalvia" kata Wilso Riguna menyambut kedatangan Raja Firdaus


"Terimakasih adipati Wilso. Apa semua sudah hadir?" Tanya Raja Firdaus dengan menekan gelar kebangsawaan Wilso tersebut. Agar sadar keduanya memiliki posisi berbeda


"Tepat Yang Mulia Raja. Saat ini para Kadipati telah datang dan juga perwakilan Kesultanan Banten ikut hadir" kata Wilso menjawab


"Kesultanan Banten mengirim perwakilannya? baiklah. Ayo kita masuk. Pimpin jalan" Kata Raja Firdaus juga Titahnya untuk mempimpin jalan..


Dibawa lah Firdaus disebuah ruangan dan terdapat banyak orang yang perpakaian jawa.. Ya pakaian itu yang Firdaus kenal semasa hidup sebelumnya..


"Selamat Datang Yang Mulia Raja!" kata para Adipati itu sedikit membungkuk demi menghormati Derajat & gelar milik Firdaus..


"Terimakasih atas penyambutan kalian. baiklah. Bisakah kita mulai dulu dengan Perwakilan kesultanan banten? Karena saya mendengar dari Adipati Wilso" kata Raja Firdaus dengan memberikan tongkat & Jubah Kebesaran zalvia itu kepada hiden & Joy.


"Perwakilan Banten itu berdiri dan menunjukkan sikap hormat dengan sedikit membungkuk..


"Kepada Yang Terhormat. Yang Mulia Raja Firdaus XI Zalvia. Sultan kami memohon bantuan Kemanusiaan dan bantuan untuk melawan agresi musuh dari timur Laut" kata Perwakilan itu berbuka suara dengan membaca surat yang dituliskan oleh sultannya itu


...----------------...


...BYE...


...----------------...