Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Kapal Perang



Komandan sangat membanggakan produk baru yang dibuat oleh firdaus


"Wahai Rakyat Zalvia! Banyak Penjajah datang dari Barat. banyak tumpah darah yang akan sebentar lagi tiba. Sebuah darah yang tidak bisa kita hindari kecuali kita berperang untuk Kedamaian kita. Istana Mengajak Kalian menjadi Tentara Kebanggaan Kerajaan Zalvia. Negara akan memberikan Gaji yang besar untuk kalian yang mau membantu kedamaian Negara. Raja tidak mengingkari Perkataan kepada Rakyatnya. Ayo Bergabung Dan jadilah Tentara yang tangguh di masa depan!" Teriak Komandan dipidato nya


Teriak meriah bergemuruh setelah pidato itu selesai


"nyawa kami untuk negara & raja. Panjang Umur Zalvia!" kata Rakyat serempak.


Komandan tersenyum penuh gembira ketika rakyat menyambut hal itu dengan baik


"Tuan Komandan. Bagaimana kami yang tua? Bagaimana kami bisa berkontribusi untuk Negara & Raja?" Tanya Para Tetua


Para Tetua sudah setuju untuk berkontribusi kepada Kerajaan Zalvia Terutama Raja & Negara ini. Tanpa negara ini mereka tidak bisa melihat langit cerah dengan damai di esokkan harinya. Negara ini damai karena wilayah yang strategis dan tidak mudah bagi musuh melewati Arus Yang besar.


'Benar apa yang dikatakan Yang Mulia Firdaus. Para tetua akan ikut bergabung' gumam Komandan kagum dengan kebenaran perkataan firdaus.


"Para Tetua. Sebenarnya Yang Mulia Firdaus ingin bertemu dengan Anda sekalian" kata Komandan


"Yang Mulia Firdaus ingin bertemu kami? Oh Tuhan. itu sungguh kehormatan bagi kami" kata tetua perempuan yang menangis bahagia


"Benar. Mari Ikut saya" kata komandan.


"baik. Tuan komandan. tapi kami mohon perlahan karena tubuh kami tidak semuda dahulu" kata tetua laki-laki mewakili


Komandan itu menyetujui hal tersebut.


Langkah demi langkah. Komandan membawa para tetua dengan hati-hati dan berjalan santai layaknya seseorang menikmati pemandangan sambil berjalan kaki.


Tok Tok Tok


"Siapa?" Tanya firdaus dari dalam kereta kuda


"Yang Mulia Firdaus. Saya Muyan. Komandan Yang mengintruksikan eksekusi Para pelaku tersebut" kata Muyan.


Komandan itu ternyata adalah Muyan. Komandan yang disegani di kerajaan zalvia.


"Sebas. Buka kan pintunya" Titah Firdaus pada sebas


Firdaus melihat seorang pria & perempuan yang kini berumur lansia


"Hormat kami Yang Mulia Firdaus. Kami para Tetua berdoa agar Dewa memperpanjang umur anda" serempak para tetua berkata


"Oh Yang Mulia Firdaus. Jangan seperti itu. kami tidak pantas mendapatkan hormat dari anda" kata tetua perempuan tersebut


"Tidak-tidak. Para tetua sangat lah pantas. Saya menghormati anda sebagaimana saya menghormati orang tua saya" kata Firdaus


para tetua hanya bisa tersenyum melihat tingkah firdaus yang begitu baik dalam bersikap & menyenangkan hati orang lain.


"Muyan. apa yang membuat para Tetua ini mendatangi ku?" Tanya Firdaus dengan pura-pura tidak tahu


Muyan yang mendengar itu seketika peka dengan hal tersebut


"Yang Mulia Firdaus. Para Tetua ingin bertanya bagaimana mereka dapat berkontribusi kepada negara dan saya tidak memiliki kapitas dalam menjawab pertanyaan hal tersebut" kata Komandan Muyan.


"Benar Yang Mulia Firdaus. Apa yang dikatakan Komandan Muyan adalah benar. Kami telah tua tapi keinginan kami dalam hati ingin berguna bagi negara walaupun tubuh kami hampir bau Tanah ini" kata tetua lelaki dan mewakili semua tetua lainnya


"Apa!?" firdaus perpura-pura terkejut


"Para Tetua yang ku hormati. Kenapa anda ingin kontribusi. Lebih baik untuk beristirahat. Biarlah Generasi muda belajar agar mendapatkan pengalaman Untuk menjaga perdamaian" kata Firdaus dengan wajah tidak tega


"Yang Mulia Firdaus. Sungguh kami ingin berguna bagi negara walaupun sekali saja. Izinkan kami yang bodoh & Tua ini dapat bergabung sebagai pasukan membela negara" kata tetua perempuan mencoba membungkuk diikuti tetua lainnya


"Hentikan para tetua. Mohon jaga kesehatan tubuh anda. Baiklah saya akan mengizinkan para tetua berkontribusi tapi saya izinkan sebagai guru" kata Firdaus membantu para tetua bangkit


"Guru? Apa itu Guru? Yang Mulia Firdaus" Tanya tetua lelaki


"singkatnya Guru Adalah orang menyebarkan kebaikan. Dan memberikan ilmu & membagi pengalaman dalam kehidupan pribadi atau memberi ilmu pengetahuan tentang kerajaan dan sosial. Ekonomi. Kemiliteran" kata Firdaus menjelaskan


"dengan menjadi guru apakah kami dapat berkontribusi bagi negara?" Tanya tetua perempuan


"Tentu. Saya bisa menjadikan para tetua sebagai guru. saya telah membuat fondasi untuk pendidikan. dan kesejahteraan Masyarakat Zalvia yang lebih baik!" Kata Firdaus


Para Tetua sangat menganggumi firdaus yang memiliki cita-cita yang luar biasa


...----------------...


...BYE...


...----------------...