
Rayyan duduk dengan gagah dan menjelaskan bahwa pasukan musuh datang dari selatan dan barat daya dan itu membuat Angkatan Laut Banten tak sempurna melawan musuh karena terpecah berai
"sudah 3 bulan dan seblum kehadiran anda. negeri Banten selalu mempertahankan lingkup wilayah dalam banten saja akan tetapi sumber daya kami terblokir dari luar sehingga bantuan dari sekutu kami tidak efektif berjalan" kata Rayyan
"apa yang diinginkan banten dari zalvia?" Tanya Firdaus
"beri kami makanan. Obat-obatan serta pekerjaan untuk rakyat kami. Kami membutuhkan 3 hal tersebut" kata Rayyan
"lalu apa keuntungan ZalviaKu dapat?" Tanya Firdaus
Rayyan terdiam karena pertanyaan dari firdaus bukan dari otoritasnya
"kamu tak bisa menjawab apa keuntungan untuk zalviaKu?" Tanya Firdaus
Rayyan mengganguk dan membungkuk sedikit
"mohon maaf yang mulia raja. Saya tidak memiliki otoritas yang penuh dalam menjawab anda" kata Rayyan dengan nada menyesal.
Firdaus pun bermain dengan dagunya lalu tersenyum ketika ia terpikir sesuatu
"apa raja mu ada disana?" Tanya Firdaus
"Benar" kata Rayyan sambil mengangguk
"Baste!" kata Firdaus memanggi
Kreeek(pintu dibuka)
"hamba disini. Yang Mulia Raja" kata Baste sambil membungkuk
"Baste. Aku ingin bertemu dengan Sultan Banten. Arahkan kereta kuda kesana" kata Raja Firdaus
perkataan Firdaus membuat terkejut semua orang yang mendengarnya. Termasuk Rayyan
"An--anda ingin menemui sultan ku?" tanya Rayyan sedikit ragu
"lalu apa? bertanya dengan mu tentang apa yang zalvia ku dapatkan dari bantuan ku ke negeri mu? tentu kamu tidak akan ada otoritas seperti itu. Kamu hanya seorang pengutus dan bukan untuk memutuskan" kata Raja Firdaus dengan nada sarkasme nya.
Perkataan Firdaus yang sedikit menyelikit itu terasa di hati rayyan dan boleh apa buat? Perkataan Firdaus tentang rayyan adalah benar.
"Yang Mulia Raja. Izinkan hamba menunjukkan jalan menuju negeri hamba" kata Rayyan
"Hamba? Kamu bukan bawahan ku. Cukup kamu mengatakkan tersebut pada sultan mu nanti. Aku tak mau mengambil bawahan orang lain. Dan silahkan pimpin jalan ini ke negeri mu" kata Firdaus
Rayyan pun sekali lagi menunduk menyesal dan meminta maaf..
Rayyan pun mengambil Alih kursi kemudi kereta kuda dan rombongan pengawal lainnya akan mengikuti
2 jam kemudian
"Hnm? sudah sampai ya" kata Raja Firdaus dengan membuka mata
"ya tepatnya 20 meter dari pintu masuk banten. saya perlu mengabarkan terlebih dahulu tentang kedatangan anda" kata Rayyan.
"Baste. Berikan salah satu kuda kita untuk rayyan gunakan kesana" Titah Raja Firdaus
Baste mengangguk lalu turun dari kudanya dan menariknya kepada Rayyan
"Tuan Rayyan. RajaKu memberikan perintah kepada ku untuk memberikan kuda ini. Anggap saja kuda ini adalah simbol keinginan kerajaan zalvia membantu negeri anda dengan tulus" kata Baste dengan memberikan tali kuda ke tangan Rayyan
"Terimakasih Yang Mulia Raja. Saya akan mengabarkan tentang kehadiran anda. Dan jika Sultan Saya menerima. sudikah anda mendengar sebuah terompet untuk sebagai pertanda anda akan di terima di negeri kami?" kata Rayyan
Firdaus mengangguk dan akan mengerti tentang kode rayyan..
Rayyan pun pergi menuju banten dengan kuda barunya..
"Yang Mulia Raja. Apakah benar dia utusan Kesultanan banten?" Tanya Baste dengan Ragu
"sepertinya mata mu jelih ya. Baste" kata Raja Firdaus.
perkataan firdaus membuat baste terkejut
"jadi benar itu bukan utusan banten?" Tanya Baste sekali lagi.
"Ya Benar. Dia bukan Utusan Kesultanan Banten. Kesultanan Banten telah hancur lamanya pada tahun 1686 yang lalu. Sekarang adalah 1892. Kesultanan Banten Telah Hancur 206 tahun lalu" kata Raja Firdaus dengan tersenyum
"dan cerita yang Rayyan maksud adalah Kebohongan?" Tanya Baste.
"Ceritanya setengah benar dan setengah bohong. masih ada rakyat Banten yang kelaparan akan tetapi Rayyan menggunakan kesultanan & Rakyat Banten sebagai Alat kebohongan" kata Raja Firdaus
"PASUKAN!" Teriak Raja Firdaus
"Kami siap perperang atas Nama Yang Mulia Raja & Negeri Zalvia" kata Prajurit Zalvia
Pada untungnya Firdaus membawa prajurit Pemberani yang telah dipilih oleh Hiden. Joy. Jesi. Firdaus hanya membawa 300 prajurit dari setiap ketiga komandan tersebut
"Yang Mulia Raja. Lalu siapa Rayyan?" Tanya Baste
"para Bandit yang bekerja sama dengan Musuh kita" kata Raja Firdaus dengan singkat menjawab
...----------------...
...BYE...
...----------------...