Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Ginu



Firdaus sedang dimeja makan yang besar dan panjang.


"Yang Mulia Raja. Ini Makanan siang Anda. Selamat Di Nikmati" kata pelayan Istana dengan tulus


"Hmm" raja firdaus hanya berdeham saja.


Firdaus sangat lapar dan belum pernah mencicipi makanan istana karena ia tahu belum bisa mempercayai pelayan di istana daripada dirinya dan sebas.


Tapi Berkat Kekebalan Tubuh Anti Racun yang telah di latih selama 18 Tahun lebih ini membuat firdaus sedikit percaya akan kemampuannya.


"Dari mana makanan lezat ini berasal?" Tanya Raja Firdaus I setelah menyantap beberapa sendok


Pelayan Istana Itu Sedikit Tersenyum


"Yang Mulia Raja. Ini Adalah Makan Tradisional Kami Yang Bernama Pindang Iga Sapi. Makan Tradisional Asal Sumatra Barat" kata Pelayan Istana



Visualnya)


Firdaus baru menyadari kalau pelayan istana yng membawakan makanan kepada dirinya adalah perempuan yang 4 tahun lebih muda dari nya


"Nama mu? Dan bagaimana kamu bisa disini? Aku belum pernah ada pelayan muda seperti mu" kata Raja Firdaus Bertanya


Pelayan Perempuan itu mendengar itu justru ketakutan daripada menjawab pertanyaan sederhana dari firdaus


"Y--Yang Mulia Raja. Mohon Ampun Jika Hamba melakukan kesalahan. Hamba hanya seorang anak dari petani miskin yang kebetulan Mendapati informasi bahwa Istana Anda membutuhkan Pelayan Maka i--itu saya hanya ingin bekerja dengan baik untuk membahagiakan kedua orang tua saya" Pelayan Perempuan tersebut dengan gugup.


Firdaus hanya mengangguk dan lebih memilih untuk melanjutkan makan.


Tok Tok


Pelayan perempuan itu membuka Pintu Ruang makan.


Ruang makan ini terhubung dengan Lorong yang memiliki 3 pintu yang berbeda-beda. Pintu pertama adalah Ruang Aula Tahta Raja. Ruang Perpustakaan. Kamar Raja. Pintu terakhir adalah Ruang makan.


"Apakah Ada baginda Raja di dalam?" Tanya Pria itu yang ternyata itu adalah Sebas


"Tuan Sebas. Yang Mulia Raja sedang makan. Apa harus saya menyampaikan pesan kepada Yang Mulia Raja?" Tanya Pelayan Perempuan tersebut.


Sebas melihat pelayan perempuan itu dengan tatapan yang baru pertama kali melihatnya


"Aku belum pernah melihat mu. Dengan siapa kamu diizinkan bekerja disini?" Tanya sebas


Pelayan Perempuan itu sekali lagi dibuat gugup ketakutan


*Say--Saya diizinkan oleh Kepala Pelayan Dan Saya disarankan oleh Komandan Hendrik" Kata Pelayan Perempuan itu gugup ketakutan.


Sebas pun hanya mengangguk


"katakan kepada Yang Mulia Raja. Saya akan menunggu Di Ruang Aula Tahta" kata Sebas setelah itu pergi


Pelayan itu pun menutup pintu kembali dan menuju posisinya


"Siapa yang datang?" Tanya Raja Firdaus.


"Y--Yang Mulia Raja. Tadi Ada Tuan Sebas datang untuk menemui anda tapi saya berkata bahwa anda masi menikmati makanan yang saya sediakan" kata pelayan perempuan itu jujur dengan wajah menunduk ketakutan


"Baiklah. Aku sudah selesai makan. Terimakasih" kata Raja Firdaus dan bangkit untuk menemui Sebas.


Pelayan perempuan itu hanya menunduk patuh saat Firdaus melewati dirinya.


*Bekerjalah dengan baik. Maka istana akan membayar mu mahal. Ingatlah itu!" kata Raja Firdaus dengan menegasan


Pelayan perempuan itu hanya bergidik ngeri mendengar perkataan Raja nya tersebut.


Wilayah Sumatra Barat Hingga Ujung Selatan telah dikuasai oleh Kerajaan Zalvia. Wilayah Sumatra dimasukan sebagai Adminstrasi Kedua dari kerajaan Zalvia.


Kreek


Pintu Besar dengan balutan emas itu dibukkan oleh Penjaga Pintu Ruang Tahta


"Yang Mulia Raja Firdaus I Telah Datang!" Penjaga Pintu Memberi Tahu.


Firdaus duduk disingasananya dan mulai berkata


*salam sejahterah untuk anda. Yang Mulia Raja. Raja Kami" Kata mereka serentak


"salam mu Ku Terima. Katakan siapa kalian" kata Firdaus Mulai Bersuara.


Salah satu dari mereka maju hingga orang itu langsung menghadap firdaus yang duduh gagah layaknya ksatria berkuda.


"Yang Mulia Raja. Hamba Adalah Istri Dari Rab" kata Keith


BRAK


Firdaus Memukul Kursi Tahta nya


"Jangan Sebut Nama dari seorang Penghianat yang berani menghunus pedang kepada Raja!" kata Raja Firdaus dengan Lantang.


Rombongan Keith terkejut dan takut mendengar hal tersebut


"Dan siapa Pria kecil disana?" Tanya Raja Firdaus


"Y--Yang Mulia Raja. Ini Adalah Cucu Hamba satu-satunya. Namanya Adalah Ginu" kata Keith memperkenalkan diri


"Kemarilah Nak" kata Raja Firdaus tulus.


Firdaus bisa merasakan jika ia menjahati orang yang tak bermasalah maka itu akan menjadi bomerang. Maka Anak inilah yang harus membelanya atau generasinya membela generasi Firdaus


"Ginu sayang. Raja Memanggil mu. Hayo Sapa" kata Keith dengan ramah


Ginu yang polos tersebut hanya mengangguk


"paman. Apa paman memanggil aku?" Tanya Ginu Polos


Sontak Keith dan rombongan lainnya pun terkejut


*Ginu Sayang. Kamu harus menghormati Raja. Panggilan beliau Adalah Yang Mulia Raja. Hayo coba panggil" kata Keith mencoba untuk ginu tidak membuat masalah bagi semua orang.


"Tak Perlu. Kemarilah. Nak. Katakan siapa dirimu" kata Firdaus berkata


"Paman. Nama aku Ginu. Kata Ibu. Aku adalah anak yang pintar!" kata Ginu dengan polos


"Hahaha. Ya kamu pintar. Nak Ginu. Dimana Ibu Nya?(sambil melirik kepada Keith)" kata Raja Firdaus sambil tertawa


"Y--Yang Mulia Raja. Ibunya Telah Meninggal saat melahirkan Ginu" kata Keith menunduk.


Firdaus ingin mendidik Ginu sekaligus ingin menjadikan anak ini kuat. Entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa ginu dapat membantunya di masa depan.


"Nak Ginu. Apakah kamu mau mau ditinggal bersama Paman?" Tanya Raja Firdaus dengan ramah


Lagi-lagi Keith & Rombongannya dibuat terkejut dengan pertanyaan Raja mereka.


Ginu tidak menjawab tapi melihat Keith yang wajahnya bercucuran keringat ketakutan


"Apakah aku bisa tinggal bersama ibu?(sambil menunjuk ke Keith)" kata Ginu


"Tentu. Boleh. Paman akan sediakan kamar untuk ginu dan ibu ginu. Bukan Kah begitu?" kata Raja Firdaus tersenyum tapi akhir kata di tekan


Keith yang mendengar itu pun langsung mengerti tekanan kata terakhir yang diucapkan raja nya.


"Ginu sayang. Ibu tidak bisa tinggal bersama kamu tapi ibu akan berkunjung. Ginu bisa tinggal disini. Disini akan makan enak dan dikasih permen" kata Keith


"Sungguh Paman?" Tanya Ginu penasaran


"Tentu" kata raja firdaus mengangguk.


...----------------...


...BYE...


...----------------...


"