
Alat transportasi yang sekarang belum terlalu modern yang pernah Firdaus rasakan tapi setidaknya mobil Bermesin tahun 81 an adalah hal yang sudah modern
ini transportasinya).
Mobil ini diberi Nama KZC atau disebut King Car Zalvia. Firdaus selalu menyematkan Zalvia diberbagai kesempatan dalam penemuan atau hal² terkaitan ketentaraan pasti akan menyematkan Zalvia agar nilai-nilai Kesetiaan & Loyalitas untuk berkorban tetap ada di setiap hati masyarakat zalvia itu sendiri.
"Yang Mulia Raja. Kita sudah sampai!" kata Sebas sambil membuka Pintu mobil berwarna hitam itu tersebut.
Firdaus mengangguk.
"Hormat kami kepada Yang Mulia Raja Firdaus. Semoga Anda panjang umur dan abadi sebagai Raja kami" seorang Pria Penyambut Firdaus setelah dirinya menapakkan ke tanah.
"Bangunlah" Titah Raja Firdaus.
Firdaus melihat seorang pria tua yang sekilas berumur 67 Tahun tapi kayaknya layaknya benar-benar seorang bangsawaan murni.
"Dia Adalah Mantan Bangsawaan berpangkat Grand Baron. Dulu. dari seluruh pangkat Bangsawaan. Pangkat Grand Baron Adalah Hal yang Terendah Ke-2. Yang Pertama Adalah bangsawan berpangkat Vic yang paling terendah dari yang rendah. setelah Vic tentunya ada Baron. Setelah Baron. Ada Grand Baron. Setelah Grand Baron. Ada Grand Vic dan begitu seterusnya" kata Sebas membisik.
Firdaus sedikit paham dengan menjelasaan dari Sebas karena dirinya pernah belajar strata tahta kebangsawanan.
(Author:
Jadi singkatnnya gini. Saya akan usahakan menjelaskan struktur kebangsawaanan
Garis Bangsawaan pertama:
Raja/Kaisar \= Tertinggi.
Prince/princess \= Ahli Waris Yang berupa keturunan Raja/Kaisar.
Dan itu pangkat tertinggi pertama dan pangkat tertinggi kedua diisi oleh bangsawaan yang tidak dapat naik ke pangkat tertinggi pertama kecuali menikahi garis keturunan Raja/Kaisar itu sendiri.
Garis Bangsawaan Kedua:
Grand Duke/Duchess.
Archduke/Archduchess
Grand Vic/Vicess.
Marquis/marquiss
Count/countess
:Viscount/Viscountess
Grand Baron/Baroness
Baron/baroness
Vic/vicess
Kinght/Dame
Lord/Lady.
Ini Adalah strata Tahta dari bangsawaan Garis Kedua. Secara struktur. Bangsawaan Grand Duke yang paling berkuasa atas bangsawan-bangsawan di sebuah negara monarki abad pertengahan eropa. Pangkat mereka dalam insitusi pemerintahan Raja dapat dikategorikan penting dan Grand Duke dapat memberikan nasehat kepada Raja yang memimpin. Jelas ya guys?)
Firdaus menatap Pria tua itu sekali lagi
"Tak Sopan jika disambut tidak mengenal namanya" Kata Raja Firdaus megkode kepada pria tua itu.
"Maafkan kelancangan Hamba yang bodoh ini. Yang Mulia Raja. Perkenalkan Nama Hamba Adalah
Abhiayhda Ellard. Marga keluarga hamba Adalah Ellard" kata Ellard memperkenalkan diri sambil mencoba membungkuk
Bagi Ellard umur tidak membatasi untuk tetap hormat dan segan kepada Rajanya dan ia berusaha semampu nya untuk menunjukkan jika dirinya menghormati raja nya.
"Tak Perlu membungkuk. saya tidak mau rakyat melihat saya sebagai raja yang memaksakan orang tua untuk membungkuk!" kata Raja Firdaus dengan penekan perkataannya.
Ellard hanya bisa nyimpulkan senyumnya.
"dimana letak kesopananan saya? mari Yang Mulia Raja untuk beristirahat dari perjalanan jauh anda!" kata Ellard memutuskan membawakan Firdaus serta Sebas dengan 5 pengawal Kerajaan.
"ini Wilayah mu. Jadi pimpinlah jalannya" kata Raja Firdaus.
Ellard yang mendengar itu sedikit terkejut tapi tetap melanjutkan perjalanan menuju pintu utama Rumahnya
ini Rumahnya Ellard. Hanya sekedar visual).
Firdaus melihat sekililing dan ternyata ia melihat bahwa bangunan ini sudah cukup tua dan banyak akar belukar yang naik hingga jelenda-jendela
"mengapa banyak akar belukar Tanamanan naik hingga jendelaMu?" Tanya Raja Firdaus
Ellard yang diberikan pertanyaan demikian itu pun sedikit malu dengan apa yang dilihat Raja nya lihat sebelum masuk.
"Yang Mulia Raja. Mohon Maaf Atas Kekurangan Hamba menyambut anda. Hamba baru mendengar kabar jika anda dalam perjalanan menuju kediaman hamba sehingga diri hamba ini belum dapat menyiapkan hal yang sempurna. Jika anda melihat Akar Belukar Tanaman itu Adalah Rumah bekas pemilik lama. Pemilik Lama dulunya seorang Ilmuwan yang gagal dalam ujian prakteknya sehingga mengalami depresi yang membuat ia menjual rumah ini demi keberlangsungan hidupnya" kata Ellard.
"Jadi kamu membeli Rumah ini? Kapan kamu membeli?" kata Raja Firdaus
"lima hari dari Keputusan Baginda Raja menghapus pangkat seorang bangsawaan. keluarga kami mengalami penurunan ekonomi. Dengan membeli rumah yang murah ini setidaknya kami bisa menetap" kata Ellard.
Firdaus mendengar itu langsung kasihan kepada Ellard dan bertanya-tanya apakah nasib mantan Bangsawaan itu semua serupa dengan apa yang dirasakan Ellard atau tidak.
"Cari tahu nasib-nasib para mantan bangsawan zalvia. saya beri kamu waktu 1 Minggu" Titah Raja Firdaus dengan berbisik kepada Sebas.
Sebas yang mendengar titah Raja melalui kupingnya hanya bisa mengangguk sebagai tanda patuh.
tiba-tiba seorang Wanita Tua datang lalu membungkuk di hadapan Firdaus.
"Hormat Hamba kepada Yang Mulia Raja Firdaus" kata Wanita Tua itu sambil membungkuk
"Bangunlah dan sebut nama mu" Titah Raja Firdaus
"Mohon Maaf ketidaksopanaan hamba. Yang Mulia Raja. Izinkan hamba memperkenalkan diri. Nama saya adalah Agnes Abhia. hamba mengikuti Marga Suami Hamba. Ya Baginda Raja!" kata Agness.
"Dan ini Adalah Putri kami. Bernama Aurora Delis Ves. Ves Adalah Marga dari Ibu Hamba. Yang Mulia Raja" kat agnes melanjutkan dengan mengenalkan Aurora..
Firdaus yang melihat perempuan yang tak jauh beda dari umurnya itu terlihat cantik dan menawan walaupun menggunakan pakaian sederhana.
Aurora hanya memberi salam hormat ala putri bangsawaan pada umumnya kepada Firdaus.
"Duduklah. Kedatangan saya tidak hanya semacam Singgah saja" kata Raja Firdaus yang hendak memulai topik pembicaraan
...----------------...
...BYE...
...----------------...