Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Pahlawan



"saya memiliki Rencana!" kata Liona


"Rencana? Apa itu?" Tanya Hiden.


Hiden tahu rencana apapun akan dimenangi oleh pasukkannya karena perbedaan kekuataan diantara keduanya.


"Kapten Hiden. Saya tahu dengan kekuataan prajurit zalvia yang dibanggakan oleh Rakyat & Raja bahwa kita akan menang tapi rencana ini adalah untuk dilihat oleh orang lain tentang Zalvia Hadir dalam hidup mereka sebagai Pahlawan" kata Liona


Hiden mendengar itu semakin tertarik dengan ide itu


"Katakan lebih lanjut" Kata Hiden.


Liona pun menyarankan agar menyerang Musuh ditengah-tengah para Masyarakat lokal agar mereka mengetahui bahwa Zalvia datang menaklukan Musuh bukan datang untuk menjajah layaknya musuh lakukan. Liona akan membuat skenario bahwalah Zalvia Hadir dalam hidup mereka sebagai Pahlawan.


"Liona. Dengan memberi usulan untuk sebuah rencana yang artinya kamu siap menerima segala Konsekuensi itu sendiri. Apa kamu paham?" Tanya Hiden


"Dengan segala Hormat. Kapten Hiden! Saya siap menanggung apapun dengan nyawa saya!" kata Liona


"Salah! Raja tidak meminta Nyawa para prajuritnya. Jika prajurit nya salah maka prajurit itu harus memperbaiki kesalahan. Apakah kamu mengerti!?" Tanya Hiden lebih tegas.


"dengan nama raja & masyarakat di hati saya. Kapten Hiden. Saya Liona. Siap menanggung apapun dan perbaiki apapun!" Jawab Liona dengan tegas


Hiden pun mengangguk


"Aku akan mengirim mu untuk melakukan laporan palsu tentang hal tertentu dan lokasinya disini. Apakah kamu siap?" Tanya Hiden dengan wajah garangnya


"Siap Kapten!" Jawab Liona


Hiden menyerahkan beberapa baju khas lokal pulau java. Ia sudah berada 2 hari tapi sudah tahu apa saja baju khas pulau java itu sendiri.



ini visualnya)


"Kapten Hiden. Baju apa ini?" Tanya Liona tak mengerti mengapa ia diberikan baju seperti ini


"Ini namanya adalah Kemben. Baju tradisional pulau java yang telah dipakai oleh masyarakat lokal umumnya. dengan baju ini akan lebih meyakinkan" kata Hiden


langsung dengan sigap Liona mengambil pakaian tersebut dengan rias wajah yang penuh kasihan dan penuh wajah kelaparan


"Cocok. Jalankan rencana. Kami tunggu disini dalam 10 menit. Jika dalam 10 menit kamu tidak berhasil membawa prajurit maka semuanya akan berawal dari penyerangan" kata Hiden


"Mohon berdoa untuk saya. Kapten!" seru Liona.


Hiden mengangguk dan Liona Pergi.


"baik. Kalian siapkan diri kalian. musuh akan tiba dalam 10 menit jika tidak maka kita akan melakukan rencana awal. Paham semua?" Tanya Hiden lebih tegas kepada para prajuritnya.


-sementara itu. Liona.


BRUK


"Apa mau mu wanita sialan. Kamu menabrak saya!" ujar prajurit leger(sebutan tentara belanda) sambil menodongkan senjatanya di kepala Liona


"T---Tuan. Saya mohon ampuni saya. Saya dikejar oleh orang berbadan tinggi dengan senjata yang mirip dengan tuan!" kata Liona dengan wajah memelas


Prajurit Leger itu menaikkan alisnya dan perlahan menurunkan senjatanya


"Apa kamu berbohong kepada ku. Wanita bodoh!" kata Prajurit Leger tersebut dengan nada tinggi


"T--Tuan. saya mohon percayalah pada saya. Berikan saya makan tuan. Saya belum makan 1 bulan lamanya. para pria itu mengejar saya karena mereka ingin mengetahui informasi anda Tuan" kata Liona dengan nada memelas.


"Arrggh. Baiklah. Aku akan periksa" prajurit leger itu tak bisa berkata-kata lagi.


Liona tak menyangka bisa secepat ini membodohi musuh.


...----------------...


...BYE...


...----------------...