
"Yang Mulia. anda memiliki sepucuk surat untuk anda baca" kata Baste sambil menyerahkan surat tersebut
"Surat? Surat dari siapa?" Tanya Raja Firdaus
Firdaus membuka dengan penasaran hingga membuka surat tersebut berakhir dirinya tidak mengerti apa tulisan tersebut namun firdaus mengetahui tulisan itu berasal dari mana
"Baste. apakah ada prajurit atau bawahanKu yang mengerti bahasa Mandarin?" Tanya Raja Firdaus
"Mandarin? apa itu Yang Mulia" Tanya Baste
Firdaus yang mendapati pertanyaan itu pun kembali kebingungan karena bagaimana caranya menjelaskan tentang hal tersebut
"Berikan aku peta" kata Raja Firdaus tiba-tiba memberi perintah
Baste pun mengangguk dan mengeluarkan peta dari saku nya lalu membuka peta gulungan tersebut
Firdaus Melihat bahwa peta itu belum memiliki nama - nama kecuali wilayah Zalvia yang telah memiliki nama
"Ini. Bahasa mandarin dari wilayah ini" kata Raja Firdaus
Baste mengerutkan alisnya
"ada apa?" Tanya Raja Firdaus yang melihat reaksi baste
Baste tiba-tiba menunduk
"Yang Mulia. Sepertinya itu datang dari dinasti Tovlar. Sebuah dinasti yang telah lama berdiri semenjak 50 tahun terakhir. kemungkinan surat tersebut adalah ancaman untuk kita karena sebelum anda dilahirkan. Ayah saya(sebastian) telah menceritakan bahwa ada bangsa besar yang jauh bernama Tovlar yang melakukan agresi militer kepada negara tetangganya untuk memperluas wilayah..." kata Baste me jelaskan namun sejenak dirinya berhenti dan menatap firdsus
"dan keluarga Sebastian adalah pengungsi dari Kerajaan sebelum Tovlar muncul. nama kerajaan tersebut adalah Dinasti Ting" kata Baste
"Lalu mengapa kamu melupakan bahasa manda--maksud saya. mengapa kamu melupakan bahasa asal kalian?" Tanya Raja Firdaus
"bagaimana menurut anda. Yang Mulia? Apakah anda ingin tetap mengetahui arti surat tersebut?" Tanya Baste
Firdaus menaruh Surat putih di mejanya dan menatap Baste
"Saya Turut perhatiin atas apa yang menimpa keluarga kamu. Baste. Tetapi saya sebagai Raja sebuah negara harus melakukan tugas dengan netral walaupun itu menyakitkan bawahan saya sendiripun. Setiap tugas Kerajaan akan saya priotitaskan dalam bentuk saya mencintai negeri yang telah dibangun berjuta-juta yang lalu. Kisah lama memang menyakitkan namun masa depan adalah anugerah jika merubahnya yang lebih baik" kata Raja Firdaus
"Baste. Perintahkan setiap para prajurit Ku untuk meningkatkan kewaspadaan setiap wilayah laut kita terutama di selat banten. setiap keluar - masuk kapal perlu diperketat akan pemeriksaan. Saya khawatir akan ada rakyat ku yang tertangkap dan dijadikan budak oleh bangsa asing atau ada musuh yang tak kenal mati berada ditengah-tengah mereka" Titah Raja Firdaus dengan tegas
"Baik Yang Mulia Raja!" kata Baste dengan teriak penuh tanggung jawab..
Baste pun pergi selepas perintah telah turun..
Sementara itu firdaus dibuat bingung oleh banyaknya berkas dan tuntutan untuk membuat aturan
"UUDKZ - Undang - Undang Dasar Kerajaan Zalvia" tulisan disalah satu berkas
'para mentri ingin membuat sistem pemerintahan lebih jelas dan tidak membingungkan bagi rakyat' gumam Firdaus
'Sistem pemerintahan apa yang cocok ditelinga rakyatKu Zalvia?' gumam Firdaus perpikir
Pendidikkan baru saja dimulai dan tidak mungkin tiba-tiba membuat dan memaksakkan mereka mengerti..
'saat ini.mk rakyat percaya bahwa Raja adalah Penolong untuk Rakyat' gumam Firdaus
...----------------...
...TAMAT...
...----------------...