Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Tim Penelusuran



"apa yang membuat kami harus mempercayai informasi anda?" Kata Arman dengan menekan suaranya


sebuah informasi itu penting namun lebih pentingnya itu adalah siapa pembawa informasi tersebut. sekalipun itu teman


"memang sulit untuk mempercayai informasi dari seseorang yang kalian kenali tapi apa kalian bisa mempercayai saya seperti sebiji gandum?" Kata Aat


Arman Menoleh Rhin dan dua penjaga lainnya. Ketiga orang tersebut mengangguk


"baiklah. aku akan mempercayai mu seperti sebiji gandum" kata Arman


Arman lantas memberikan 1 ikat gandum kepada Aat dan mengatakan


"Aat. terimalah ini dan jika informasi adalah kebenaran. Maka tunjukkan dimana tempat tinggal anda" kata Arman


Aat pun mempetakkan rumahnya. Ternyata Rumah Aat itu tidak jauh dari laut mungkin 3 hari perjalanan untuk sampai ke laut pantai..


"baiklah. apakah tidak keberatan 4 pengawal ku bersama dengan mu. Aat?" kata Arman meminta persetujuan


"4 pengawal? untuk apa mereka bersama ku?" Tanya Aat


"4 alasan bagi kami adalah kamu adalah orang terpenting. Jika benarnya informasi. Maka izinkan kami mengangkat derajat mu tapi jika informasi mu kebohongan. Maka kami bisa melacak mu dan membunuh mu ditempat. Lainnya adalah 4 pengawal mu juga sebagai mata-mata kami untuk memperlihatkan lebih dekat area musuh dan mencari informasi lebih banyak. Seharusnya hal umum ini tidak menjadi masalah kalau kamu mengetahui hal ini" kata Rhin menjawab pertanyaan Aat.


Aat pun menyetujuinya dengan sikap tenang dan gagah.


Aat bersama 4 prajurit Aceh yang disulap sebagai masyarakat pada umumnya pun mereka pergi dari markas dan berjalan layaknya masyarakat pada umumnya..


"baiklah. Rhin. Apakah kamu mempercayai informasi ini?" Tanya Arman


"Sulit bagi ku mempercayai seseorang di medan perang kecuali rekan sesama itu pun kata guru liamsu. di medan perang hanya diri kita yang dapat dipercaya" kata Rhin menjawab


Arman perpikiran sama dengan Rhin dan keduanya berakhir mencari jalan terbaik


"memang jalan satu-satunya adalah menelusuri jalan pintas ini walaupun berisiko" kata Rhin memecahkan keheningan..


"benar kata mu. apa kita perlu bantuan tim pusat?" Tanya Arman


"Informasi ini bersifat abu-abu dan tidak salahnya kita mengikut sertakan tim pusat berada operasi ini" kata Rhin setuju dengan pemikiran Arman..


Arman pun mengambil Radio yang dapat menghubungi


Kreeekk


Kreeeksek


Kreseekk


Suara kresek-kresek radio mulai sedikit menghilang dan terdengar suara dari sebrang sana


"Tim Pusat Menerima Gelombang Radio. mohon informasi selanjutnya" Kata ???


"Kami adalah A1 Dan R2. kami memohon bantuan. Ganti" kata A1 kode menunjukkan kepada Arman & R2 kepada Rhin


"Mohon ceritakan lebih lengkap tentang bantuan apa yang diperlukan. Ganti" Tim Pusat


"Kami menerima Informasi tetapi informasi ini belum terkonfirmasi dalam wilayah kami. Informasi mengenai jalan pintas menuju titik vital kerajaan siam tetapi dengan informasi yang abu-abu ini menjadi hal rumit bagi kami memutuskan pasukan dan ditambah parah kedatangan Prajurit Kerajaan siam yang mulai bergerak. kami meminta bantuan untuk membentuk tim Penelusuran tentang jalan tersebut. Ganti" kata Arman menjelaskan segala sesuatunya kepada tim pusat..


Tim Pusat mendengarkan cerita arman dengan mencatat di sebuah lembaran putih dan mencatat setiap informasi yang diperoleh...


"Tim Pusat telah mendengar permintaan anda. Mohon menunggu beberapa jam kemudian hingga kami memutuskan yang terbaik. ganti" Kata Tim Pusat


Arman menoleh ke Rhin dan Rhin mengangguk tentang tidak masalah menunggu beberapa jam kedepan sehingga keputusan akan diterima oleh mereka berdua..


-sementara itu di tim pusat..


"Ardo. Tolong berikan Kertas lembaran laporan ini kepada Tuan Baste agar diteruskan kepada Yang Mulia Raja" kata Tim Pusat sambil menyerahkan kertas laporan kepada seseorang bernama Ardo.


Ardo pun keluar dari fasilitas Radio dan menaiki kuda hitamnya menuju istana sultan negeri ini tersebut.


Fasilitas Radio dengan istana pemerintahan itu sekitar 7 menit berjalanan dengan menggunakan kuda namun berjalan kaki bisa 2 jam saja.


7 menit kemudian


"izinkan saya masuk. Saya Ardo dari fasilifas Radio" kata Ardo menunjukkan Kartu Identitasnya sebagai bukti dirinya adalah orang dari fasilitas radio..


Kedua penjaga itu saling menoleh dan mengangguk


"Masuklah" kata penjaga Gerbang(1).


Penjaga lainnya membuka pintu gerbang dan Ardo bersama kudanya pun masuk.


Ardo yang hendak turun itu melihat baste.. Orang yang hendak ia temui itu


"Tuan Baste! Tuan Baste! Tuan Baste!" Teriak Ardo memanggil


Baste mendengar lalu mencari kesudut penjuru tempat untuk mengetahui siapa yang memanggil namanya tersebut


"Siapa kamu?" Kata Baste setelah menemukan sumber teriakkan memanggil namanya tersebut


"Tuan Baste. Izinkan saya perkenalkan diri. Saya Ardo. Dari fasilitas Radio. Bawahan langsung komandan Liamsu. Kedatangan saya untuk menyerahkan informasi dari medan perang" kata Ardo mempersingkat perkenalan dan menjelasan


Baste menerima sebuah surat kertas yang diberikan oleh ardo


"jika memang ini laporan pertempuran maka aku akan menyerahkan ini kepada Yang Mulia Raja. Kamu ikut dengan ku" kata baste


Ardo sempat menolak karena masih ada pekerjaan di fasilitas radio untuk diselesaikan namun Baste tetap memaksa membawa Ardo..


Sesampainya disebuah ruangan. Ternyata Baste & Ardo melihat Raja Firdaus yang sedang melihat pepohonan yang indah


"ada apa kedatangan mu? Baste?" Kata Raja Firdaus yang menyadari hawa keberadaan bawahannya tersebut


Baste tidak terkejut namun Ardo lah yang pertama kali terkejut ketika seorang raja mengetahui seseorang dibelakangnya padahal Matanya selalu difokuskan ke depan..


"Yang Mulia Raja. Seorang Pria dari fasilitas Radio hendak memberi informasi kepada Anda" kata Baste dengan menundukkan kepala


Firdaus pun membalikkan badan. Wajah Tampan nan gagah itu tergambar oleh Mata Ardo dan melihat firdaus adalah sesosok raja yang sempurna


Ardo dipaksa maju oleh baste dan majulah ardo tepat dihadapan firdaus.


"Yang Mulia Raja Firdaus. Saya Adalah Ardo berasal dari fasilitas Radio. Kedatangan saya menyampaikan informasi yang pantas untuk anda ketahui dan juga pihak radio meminta perintah anda untuk pasukan yang di medan perang" kata Ardo sambil menyerahkan surat dengan hormat


Firdaus menerima dan membuka(lalu membaca) dengan seksama


"Aku mengerti" kata Raja Firdaus setelahnya


Firdaus memiliki tingkatan yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. Tingkat membaca informasi dan sejenisnya membuatnya 1 juta kali lipat lebih maju dari yang lain.


.


"Kirimkan perintah untuk membentuk tim penelusuran dengan bersama prajurit atau komandan yang memberikan informasi itu tersebut" Titah Raja Firdaus


Ardo pun menunduk patuh lalu memundur perlahan


"perintah anda akan saya teruskan. Hamba mohon pamit" kata Ardo yang mundur perlahan dengan hormat.


...----------------...


...BYE...


...----------------...