Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Kehormatan Bangsa Zalvia



1 bulan kemudian -


Persenjataan. Perbekalan. medan tempur. serta titik-titik musuh-musuh berada.


Semua itu dilakukan hanya 1 bulan saja. Semua itu dibutuhkan untuk kesempurnaan Rencana dan Firdaus telah menyiapkan 3 rencana tapi hanya 1 rencana yang diketahui.


"Yang Mulia Raja. 50 Ribu Pasukan Telah bersiap untuk bertempur!" kata Sebas dengan Pakaian kebanggaan Militer Zalvia..


Sebas Pernah sekali Turun di medan perang sebelum lahir atau tepatnya Sebas dulu adalah seorang Komandan Prajurit Zalvia di masa Raja IX kakeknya Firdaus.


"Walaupun anda Di umur yang Menuju 60 Tahun. Anda tetap Tampan dan perkasa. Sebas" kata Firdaus memuji dengan tulus dan jujur.


Sebas hanya bisa malu karena setampan apapun tapi derajat nya dengan firdaus sangat lah berbeda sehingga Sebas malu bukan karena dipuji tapi lebih sadar bahwa dirinya rendahan.


"Yang Mulia Raja. Terimakasih untuk pujian anda kepada Hamba yang kecil ini. Semoga Hamba dapat lebih melayani anda dalam masa mendatang" kata Sebas dengan menunduk patuh.


Firdaus hanya melihat itu dan mulai perpikir suatu kesimpulan.


Dirinya bisa mengubah permainan sejarah tapi belum bisa langsung berubah sikap dan kesadaran Hak Sesama Manusia.


"Tuntun jalan nya. Sebas" Titah Raja Firdaus


Sebas pun mengangguk patuh dan berkata


"Mohon iikuti hamba. Yang Mulia Raja" kata Sebas dengan ramah & sopan.


Firdaus mengikuti Sebas. Dan Alangkah terkejutnya firdaus melihat sederet barisan di kedua sisi lorong setelah keluar dari ruang tahta Istana.


"HORMAT KAMI kepada Yang Mulia Raja Firdaus" kata Teriak serentak para Prajurit di kedua sisi.


Firdaus berusaha sikap berjalan berwibawa dan memiliki kharisma agar dirinya tetap dipandang kuat oleh prajuritnya


[Rudal berhulu Nuklir antar Benua kapan pun anda siap. dimohon untuk tidak melupakan keberadaan satu itu. Tuan] kata lisc mengingatkan Firdaus.


'1.5k rudal di abad 18. situ mau perang atau bikin dunia kiamat cepat?' gumam Firdaus dengan ketus


Ketusan firdaus tidak dianggap penting ternyata oleh Lisc dan lebih didiamkan.


Tanpa disadari Firdaus itu sendiri. Keduanya telah sampai disebuah balkon dimana terdapat berjejer barisan 50 ribu pasukan dibawah terik matahari cerah menunggu sang raja berpidato dan menyemangati untuk mereka pulang membela dan menjaga nama bangsa.


"Beri Hormat mu dan Kesungguhan Jiwa mu menyambut Baginda Raja. Yang Mulia Firdaus AS ZX(AS \= Astroth. ZXI \= Zalvia dan XI itu lambang angka romawi yang berarti ke- 11)" Kata Sebas Bergebu-gebu.


"Yang Mulia Raja. Kami siap melayani negeri dan harta untuk menyongsong kehidupan baru lebih baik!" Serentak Prajurit berkata.


Firdaus melihat dan mendengar itu melambai-lambai tangan dan Mulai berbicara ketika gemuruh tepuk tangan dari masyarakat yang juga ikut melihat dari kejauhan tapi tetap terlihat


"Para Prajurit Ku. Masyarakat Ku. Aku Cinta Negeri bernama Zalvia ini. Aku Cinta Bangsa ini tetap maju dan tak terkalahkan. Aku sama seperti kalian. Kecintaan ku terhadap bangsa tempat dimana kita berada. Tempat dimana kita tumbuh ini harus kita jaga" kata Raja Firdaus membuka Pidato.


"Tetapi. Bangsa Barat yang tak tahu malu akan mereka yang melakukan penjajahan. Pembantaian. Dan mengusir masyarakat lokal Zalvia membuat saya sebagai Raja bangsa ini tidak terima atas tindakan-tindakan mereka. Saya Memberi perintah kepada kalian untuk menghabisi musuh-musuh kejam itu dibalas dengan kejam pula atas kejahatan mereka. Apa kalian bersedia?" kata Raja Firdaus melanjutkan


"bersedia. Yang Mulia Raja. Di mohon jangan meragukan atas kesetiaan kami. Kami Setia Dan Bangga menjadi Masyarakat Zalvia yang berbudi luhur!" Teriak Serentak oleh Para prajurit


"saya tidak mendengar kalian. Katakan sekali lagi!" Titah Raja Firdahs


"bersedia. Yang Mulia Raja. Di mohon jangan meragukan atas kesetiaan kami. Kami Setia Dan Bangga menjadi Masyarakat Zalvia yang berbudi luhur!" serentak teriakkan prajurit lebih lantang dan keras itu terdengar.


Firdaus tersenyum mendengar itu.


"Saya telah mendengar kesediaan dan kesetiaan kalian. apakah kalian bisa mempertahankan Keutuhan & Kehormatan Bangsa Zalvia?!" Kata Raja Firdaus


...----------------...


...BYE...


...----------------...