Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Raja Ku



Dua minggu Kemudian


Kabar Duka menghampiri Kerajaan Zalvia.


Firdaus berdiri di depan banyak rakyat yang telah berkumpul untuk memastikan berita duka sang raja.


"Wahai Rakyat Ku!. Rakyat ku yang sangat ku bangga kan dan ku cintai. Minggu Lalu. Raja Kita Telah Bertemu Tuhan. Raja Menyampaikan Terimakasih untuk kecintaan & Kasih sayang Kalian kepada nya. Kini Raja Kita bersama Tuhan. Bersama menyaksikan kita. Kita harus dan perlu menatap masa depan. Wahai Rakyat ku. Izinkan aku untuk duduk di tahta Raja. Aku tidak bisa sehebat Raja Yang Kalian cintai & sayangi. Tapi Aku bisa Menjadi Raja yang membuat Generasi di masa mendatang akan mengenang kalian. Dan semua yang ada disini. Bahwa kita adalah Pahlawan. Pahlawan untuk Raja & Negara" kata Firdaus dengan nada berapi-api.


Raja Aztoth XI. Telah Meninggal karena penyakit Jantung stadium akhir dan tidak dapat disembuhkan oleh siapapun terkecuali Tuhan itu sendiri.


Rakyat sejumlah 20 Ribu tersebut langsung menunduk(ala ksatria)


"Raja Ku! Jadilah Raja Ku!. Mimpinlah Kami menuju masa Depan. Raja Ku! Hidup Raja baru!" kata Serentak Rakyat Zalvia.


Rakyat Zalvia Menerima Firdaus sebagai Raja Baru.


Di belakang Firdaus terdapat mahkota yang dari generasi ke generasi diwariskan kepada Putra Mahkota.


Orang pembawa Mahkota Adalah Sebas


Sebas maju dengan pakaian Ala Militer Kerajaan.


Sementara itu Firdaus Menunduk(ala militer)


"Apakah Anda Siap Melaksanakan Tugas Sebagai Raja ?" Tanya Sebas


"Saya Siap"


"Apakah Anda Siap Berkorban untuk Rakyat & Negara ?" Tanya Sebas


"Saya Siap!" kata Firdaus


"Apakah Anda Siap Memimpin Rakyat Zalvia Atas Nama Tuhan dan mengabdi kepada Nya?" Tanya Sebas


"Saya Siap" kata Firdaus.


"Jika Anda Siap. Maka Izinkan saya memberi Anda Mahkota Kebanggakan Kerajaan Zalvia" kata Sebas.


"Dengarlah Wahai Rakyat Zalvia dan saksikan lah Raja Baru kalian!" Teriak Sebas dengan lantang


"Dengan ini. Aku Mewakili Istana & Tuhan. Mengkukuhkan atas dirimu. Yang Mulia Raja Firdaus. Dengan Gelar Mu. Firdaus I !" Kata Sebas sambil menaruh Mahkota.


Selepas menaruh Mahkotai. Firdaus Berdiri dan maju kehadapan semua dengan mahkota yang sudah ada di kepala mereka.


"kami bersumpah atas darah kami. Bersumpah untuk setia kepada Raja & Negara" kata Salah orang pria yang mewakili Rakyat berjumlah 20 ribu orang.


"Aku Sebagai Raja. Ku Perintahkan Kalian. Buat Zalvia Menjadi lebih baik. Buat Zalvia sebagai kehidupan layak untuk anak-anak kita selanjutnya!" Perintah Pertama Firdaus Sebagai Raja.


"Perintah anda. Kami laksanakan. Wahai Baginda Yang Mulia Firdaus I !" kata Serentak Patuh.


2 hari kemudian.


Selepas upacara Raja Baru dan Raja Aztoth telah dikubur secara terhormat dan meninggal sebagai Raja Zalvia XI.


-di Aula Istana


"Sebas" kata Firdaus memanggil


"hamba disini. Yang Mulia Raja" kata Sebas Menunduk


"Sebas. laporkan berita keadaan Kerajaan" Titah Firdaus.


Sebas pun membungkuk patuh lalu memberikan beberapa berkas laporan.


(di era Firdaus yang menjadi raja. Sudah lumayan maju. Ya teman-teman).


"Yang Mulia Raja. Setelah kita berhasil mendesak musuh keluar dari pulau dari Sumatra. Kini 96 Kadipaten ingin masuk dalam Perintah anda(masuk sebagai Bagian dari Kerajaan Zalvia). Bagaimana menurut Anda" sebas memaparkan laporan pertama


"96 Kadipaten? tersebar hanya di Sumatra saja?" Tanya Firdaus


"Ya. Yang Mulia Raja. Dari beberapa mereka adalah kadipaten kecil dan besar. Kadipaten Terbesar Adalah Kadipaten Bengkulu. Dan Kadipaten Terkecil adalah Kadipaten Pevira" kata sebas


"aku akan mengunjungi setiap Kadipaten. Bagaimana situasi disana?" Tanya Firdaus


"Yang Mulia Raja. Menurut berapa informan. saya mendapatkan bahwa musuh akan menyiapkan rencana perang dalam 2 tahun mendatang" kata Sebas


"2 Tahun? Itu Cukup bagi kita untuk berlatih dan mempersiapkan hal tersebut" kata Firdaus.


"baiklah. panggil para bangsawan dan orang-orang pintar. aku akan mengadakan Rapat pertama Ku sebagai Raja negeri ini" kata Firdaus.


...----------------...


...BYE...


...----------------...