
BRAK
"Musuh yang tak pernah kita duga ternyata datang lagi" kata ???
"Laporan berkata bahwa Jan Vo & Jakob telah tewas. Bagaimana menurut Anda. Kapten Arne" kata ???
"aku mendapatkan titik musuh berada. Saat ini ada 2 kelompok musuh yang terpisah dan kemungkinan kita menyerang salah satu lainnya. dan kamu Anthonya. Kamu yang menjadi komando pasukan dalam penyerangan ini" kata Kapten Arne kepada Anthonya
"Baik Kapten Arne. Saya berusaha tidak menyia-nyia kan kesempatan ini" kata Anthonya
"kumpulkan prajurit sebanyak 1.5 Ribu bersama mu. Aku yakin musuh tidak berkutik dengan jumlah yang besar" kata Kapten Arne.
Kapten Arne & Anthonya berdiskusi panjang untuk menganani permasalahan musuh yang sangat belum diperdiksi Tapi dibalik diskusi itu. ada mata ke - 3 yang tidak mereka ketahui
??: Kapten Hiden. Apakah anda mendengar itu?
Hiden: Aku mendengar. keluarlah dari sana. Kita sudah cukup informasi. Tinggalkan alat penyadap yang ku berikan. Ingat jangan sampai hilang karena Yang Mulia Raja yang membuatnya. Liona
Liona: Baik Kapten!
Liona pun memasang sebuah alat yang sebelumnya dirinya tidak ketahui apa fungsi dari alat yang tidak jauh besarnya dari jari telunjuknya.
"Kapten Arne. saya akan melaksanakan perintah anda. Saya yakin waktu ini adalah tepat melakukannya" kata Anthonya
"Baiklah. Hari mulai menjelang pagi. aku akan berharap ini kemenangan kita. Semangatlah Anthonya" kata Kapten Arne sambil tersenyum.
Sisi lain~
Liona kembali ke tempat Hiden Berada yang ternyata pasukan musuh telah diketahui oleh Hiden melalui radar helikopter.
"bagaimana situasi nya?" Tanya Hiden ketika Liona telah kembali
"Kapten Hiden. Saya melihat pasukan musuh akan datang dalam jumlah 1.5 Ribu pasukan" kata Liona melaporkan
Hiden tidak menyangka bahwa pasukan sebanyak itu masih ada disisi timur pulau java ini.
"kita kalah jumlah tapi ingat. 2 tank bersama kita. Kita bisa menjalankan tank lebih dahulu" kata Hiden
"pagi Buta menjelang kenaikan Matahari" kata Liona menjawab
Hiden mengangguk
"Minumlah ini. Yang Mulia Raja Menciptakan ini. Ini bernama Kopi. Beliau berkata bahwa minuman ini membuat anda memiliki kesadaran hingga siang hari lamanya" kata Hiden menyerahkan secangkir Gelas.
plsuuur - Liona memuntahkan kopi itu
"M--Maafkan saya. Kapten!" kata liona menunduk menyesal
"Hahahaha. Tak apa. tak masalah. kopi kamu belum dimasukan gula. dulu pertama kali aku mencobanya didepan yang mulia raja. Semua kopi yang ku minum malah tersembur dihadapannya. Hahaha" kata Hiden sambil tertawa
Liona Memasukkan yang bernama Gula itu. Dirinya diberi pemahaman apa itu gula dan fungsi gula oleh Hiden. Tak perlu pusing mendapatkan pemahaman itu karena singkatnya adalah Gula untuk manis buatan dalam membuat masakan tertentu
"Kapten. Apakah kita sudah tak perlu lagi menggunakan pedang?" Tanya Liona yang sambil melihat prajurit lain merawat senjata - senjata buatan Raja Mereka
"untuk kita. Tidak perlu. Kata pedang hanya untuk menusuk musuh berbeda dengan kita yang tinggal diam dan lalu menembak musuh. Jika musuh menyerang kita dapat menyerang menggunakan Pisau ini" kata Hiden
"Pisau ini terbuat dari bahan terbaik. Yang Mulia Raja yang membuatnya. Entah mengapa Raja Muda Kita sangat pintar membuat alat militer seperti ini" kata hiden sambil memuji Firdaus
"Aaahhcccuh" Firdaus bersin
"Yang Mulia Raja. Apakah anda baik-baik saja?" Tanya sebas
"Tak perlu khawatir. Tapi hanya saja ada seseorang membicarakan ku dibelakang" kata Raja Firdaus
Sebas hanya kebingungan melihat itu.
...----------------...
...BYE...
...----------------...
"