Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Loyal King



Ke esokkan harinya.


Rakyat Zalvia sekali lagi di kumpulkan oleh Perintah Raja


**TO: Rakyat Zalvia


Aku. Firdaus I. Raja kalian. Aku memerintahkan kalian untuk berkumpul di lapangan Ibu Kota. Dimana kalian akan menyaksikan para penghianat Raja & Negara akan di pasung Hari ini! Siapapun yang tidak hadir. kalian menyesal tidak akan mendapatkan gandum selama musim penghujan nanti**


Begitulah Surat Perintah Raja.


Rakyat Zalvia Tergiur akan Gandum yang akan diberikan oleh Raja mereka hanya untuk menyaksikan para penghianat raja.


"Yang Mulia Raja. Rakyat Telah berkumpul!" kata sebas


"Siapkan tempat terakhir untuk para penghianat itu!" Titah Raja kepada para prajuritnya


Para prajurit pun mematuhi perintah tersebut dan membawa Para penghianat dari sel berkuda menuju panggung yang sudah disiapkan alat pasungnya.


Rab. Salah satu penghianat itu kepalanya di kunci dan anggota keluarga hanya bisa melihat Rab yang akan dipasung


"Ibu. apa yang dilakukan Kakek dan ayah disana? Bu" Tanya Bocah polos itu sambil mendongak keatas


Perempuan yang disebut Ibu tersebut tidak bisa berkata apapun karena sang ayah dan suminya akan tidak dapat bisa karena mereka berdua akan di hukum pasung oleh Raja Baru mereka.


"K--Kakek. Baik-baik saja. Ayo kita pergi lapar. Ibu lapar. Apakah kamu lapar?" Tanya Ibu anak tersebut


"Ya. Aku sangat lapar. Bu!" kata Anak kecil polos tersebut.


anak perempuan dari rab itu bernama Keith. Dan pria kecil polos iadalah cucu dari rab itu bernama Ginu.


balik ke firdaus-


Firdaus telah naik ke panggung bersama Ane & Algojo lainnya


"Saksikanlah Wahai Rakyat Zalvia. Mereka Adalah mantan Bangsawan. Mereka membangkang dan mereka adalah para penghianat yang menghunuskan pedang kepada Raja. Mereka ingin Menggulingkan Pemerintahan Ku. Mereka ingin berkuasa atas kalian semua! Mereka adalah penghianat sekaligus penjahat yang tak perlu disebut namanya di pemakaman nanti!" kata Raja Firdaus I dengan teriakkan lantang


BRAK


BRAK


"Sialan kau penghianat. Matilah" kata Salah satu rakyat zalvia yang melempar batu kepada Rab


"Hukum Mati!" Teriak serentak


"Hukum Mati Para Penghianat Raja !" Teriak Serentak


"Wahai Rakyat Zalvia. Aku sebagai Raja kalian. Aku akan mengabulkan permintaan kalian!. Wahai Penghianat. Bersiaplah bertemu Raja Neraka. Dan sampaikanlah bahwa kamu adalah orang yang bodoh diantara yang bodoh!" Kata Raja Firdaus Teriak


Setelah teriakkan itu. Firdaus memberi Kode agar Ane dan 3 algojo lainnya bersiap


"Matikan mereka!" Teriak kencang dari salah satu rakyat zalvia.


TSAKKK


Ane memotong Kepala Rab Hingga Terlepas begitu juga dengan Algojo lainnya.


Ane memperlihatkan kepala Rab yang sudah tua itu


"Lihatlah. rakyat Zalvia! Lihatlah kepada siapapun yang bisa melihat! Inilah hukuman bagi siapapun yang berani menghunuskan pedang kepada Raja !" kata Ane sambil memperlihatkan Kepala Rab yang masih meneteskan darah


Rakyat Zalvia bukannya takut malah Bersorak


salah satu penghianat adalah berasal dari keluarga Rab yaitu Kakak Rab atau suami dari Keith atau Ayah dari ginu.


2 Hari Kemudian


sesuai Janji Firdaus. Setidaknya 3 Ton di bagi menjadi 2 kantong gandum untuk dibagi rata kepada Rakyat Zalvia yang menyaksikan dan beberapa untuk rakyat zalvia lain untuk demi Adil dalam pemberi.


"Selamat Yang Mulia Raja. atas keberhasilan anda melewati badai Kudeta!" kata sebas sambil bersujud


"Terimakasih sebas. Tapi tanpa kaze dan ren. Aku tidak bisa apa-apa. tapi aku masih khawatir tentang keluarga rab. Aku khawatir mereka akan dendam ketika anak rab atau cucu-cucu rab akan melakukan balas dendam" kata Firdaus dengan jujur


Firdaus akan tahu bahwa plot cerita seperti ini sangat umum bahkan di cerita nyata demikian.


"Yang Mulia Raja. Izinkan hamba untuk menggunakan prajurit untuk menghilangkan orang-orang terkait Rab agar kekhawatiran Baginda Raja lebih tenang" kata Sebas mengusulkan


Firdaus tidak menjawab tapi sedikit memikirkan sesuatu


'Lisc. Apakah kamu disana?' kata Firdaus


[Saya Disini. Oh Maaf. Hamba disini. Yang Mulia Raja] kata Lisc dengan nada menggoda


Firdaus menghelas nafas mendengar kalau lisc belum berubah dari awal pertemuan mereka


'jangan menggoda ku. mana ada seorang dewa menghormati raja apalagi raja itu seorang manusia. Itu akan memusnahkan derajat mu. Aku meminta tolong kepada mu' kata Firdaus


[Minta tolong? apa itu? Tuan?] kata Lisc


'lisc. Apakah dirimu mempunyai sebuah skill atau sejenisnya yang dapat mendoktrin seseorang agar setia kepada ku?' Kata Firdaus


[Ah. Sepertinya ada. Apa mau saya pasangkan?] kata Lisc


'Ba--+++' firdaus ingin menjawab tapi sekujur tubuhnya menengang.


Jika Bukan latihan fisik selama 18 tahun mungkin sebas akan melihat hal memalukan dari dirinya sebagai raja


'Dewi sialan. Aku belum selesai berbicara kau malah menambahkan secara sengaja' umpat Firdaus.


[Dilarang Menghina/umpat kepada Dewi cantik seperti saya. Oh Ya. Skill Loyal King telah dipasang. Percayalah. Setiap pidato atau perintah apapun jika didengar maka yang mendengarkannya akan setia kepada mu!] kata Lisc


'B--baikl' Firdaus ingin menyelesaikan tapi terpotong


[Baiklah. saya pergi dulu!] kata lisc langsung menghilang.


Firdaus menghelas nafas dan melirik sebas yang masih setia menunduk


"Sebas. Ku perintahkan kamu untuk memanggil seluruh keluarga rab serta orang-orang terkait dengan Rab!" Titah Firdaus


Sebas yang mendengar itu langsung terlihat oleh firdaus bahwa mata sebas menunjukkan merah menyala


"Baik. Yang Mulia Raja. Hamba izin pamit!" kata Sebas menunduk patuh dan perlahan pergi.


Firdaus yang melihat itu sedikit aneh


'apakah ini skill Loyal K**ing**? Tapi menurut ku ini Sejenis pemaksaan untuk tunduk' gumam firdaus


...----------------...


...BYE...


...----------------...