
"anda ingin jendela di perbatasan? Hamba tidak paham. RajaKu!" kata Juan yang sedikit tidak memahami alur pemikiran Firdaus..
"maksud ku adalah. Perbatasan kita. Tunjukkan disetiap perbatasan darat bahwa negara kita ini telah maju diantara negara lain disekitar kita. Saya mau kamu membangun Sebuah desa atau kota yang jaraknya tidak jauh dari setiap perbatasan. saya ingin masyarakat disana(tentunya negara tetangga) iri dengan kehidupan kita dan kemudian mereka akan pindah. Disana lah perekonomian kita dimulai. Aku kamu melakukan hal itu segera. apa kamu sanggup melakukannya Tanya Raja Firdau..
Juan mendengar seksama dan kurang lebih dirinya menangkap bahwa rajanya ingin menunjukkan kekuataan ekonomi masyarakat negara zalvia ini
"RajaKu. Sungguh saya berani bersumpah selalu bersedia bila anda menugaskan kepada hamba. Hamba akan berusaha semampu mungkin untuk memenuhi keinginan anda" kata Juan sambil menunduk(ala ksatria).
"bagus. Kerjakanlah dan buatlah Zalvia terlihat tampan di mata dunia! Hahaha" kata Raja Firdaus dengan tertawa bangga
Juan pun hanya bisa tersenyum.
1 tahun kemudian 1 maret - 1907
(maaf ya skip² terus ceritanya. Soal kalian akan bosan kalau diceritain proses pembangunannya).
Firdaus kini mendapatkan laporan bahwa jumlah pengunjung perbatasan kiat meningkat dan beragam masyarakat dari penjuru negara sekitar mulai berdatangan. Beberapa dari mereka adalah mantan budak yang lari dari tuannya. Lainnya adalah saudagar kaya raya.. Firdaus sudah melihat bahwa apa yang ia bangun akan berhasil maka dari itu Firdaus memberi perintah kepada juan untuk para saudagar itu diberi saran merata. merata dimaksud adalah pembangun usaha-usaha mereka di pulau sumatera. Pulau zalvia. Pulau Aquamarine dan Java dan berkat itu pembangunan mulai terasa dan merata. Produk-Produk Pemerintah Kerajaan melalui Perusahaan Negara atau disebut Perusahaan Badan Milik Pemerintah Kerajaan(KPBM) laku keras berkat para saudagar yang terpukau akan kecanggihan dari 100 tahun masa depan tersebut...
Tok
Tok
Tok
Tok
"Masuklah" Raja Firdaus mengizinkan
"baiklah. apa yang aku harus lihat hari ini?" Tanya Raja Firdaus dengan menatap serius berkas dibawa oleh baste.
"RajaKu. Ini ada berkas laporan keuangan & pajak yang telah diterima negara dari 5 tahun terakhir" kata Baste menaruh berkas itu dengan rasa hormat
Firdaus membaca(setelah berkas dimejakan) setiap rincian laporan yang diterima..
Firdaus telah membaca sebanyak 5 kali dan tidak memiliki kesalahan dan sempat juga berkonsultasi dengan lisc di sela-sela penggecekkan ulang..
"aku tidak menyangka bahwa kita mendapatkan 10 Miliyar golden dalam 5 tahun terakhir ini. Aku tak pernah disangka. Penerimaan tersebesar adalah aksesoris perhiasaan dan penjualan rumah tangga" kata Raja Firdaus
Firdaus pun juga tidak menemukan bahwa ada yang salah dengan pajak negara tetapi hanya mendapat 3 miliyar golden yang tentunya firdaus meragukan berapa jumlah penduduk zalvia saat ini
"Baste. Aku baru menyadari suatu kesalahan. Yang terdaftar nama pajak ini hanya disekitaran pulau java & zalvia. Namun pulau sumatera & pulau borneo juga pulau Aquamarine belum memiliki identitas kepundudukkan resmi di wilayah zalvia" kata Raja Firdaus
"Jadi ini tugas untuk mu. Baste. perintahkan seseorang untuk pembangun ulang adminstratif & Pemerintahan daerah setiap kota di tiga pulau tersebut" kata Titah Raja
Firdaus baru saja membangun dasar adminstratif dan pemerintahan daerah di java & pulau zalvia saja dikarenakan saat itu sumatera dan lainnya belum termasuk kebagian kerajaan zalvia sehingga firdaus melupakan satu hal itu setelah perang beberapa kali
...----------------...
...BYE...
...----------------...