Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
kebenaran Informasi



Tim penelurusan dengan menggunakan kapal berhasil menemukan sebuah jalan yang berada tidak jauh dari laut pantai


"darimana kalian mendapatkan informasi seperti ini?" Kata Liamsu yang bertanya..


Kepala Tim penelusuran itu adalah Liamsu yang akan berkaitan medan perang dengan negeri siam maka liamsulah pemimpinya


"Tuan Liamsu. Kami menemukan informasi ini dari seorang petani siam yang begitu membenci negerinya dan lebih memilih menghidupkan keluarganya dari kelaparan" kata Rhin menjawab


Liamsu pun terkejut mendengar jawaban Rhin tetapi liamsu sedikit bersyukur bahwa pasukan aceh dipermudah oleh petani tersebut


"setelah medan perang ini berakhir. Kalian harus memenuhi janji kalian!" kata liamsu


Rhin & Arman mengangguk.


"baiklah kalian semua turun. Dari sini kemungkinan sudah ada jalan menuju pusat ibu kota" kata Liamsu sambil membuka tombol pintu Kapal


"Go Go Go !" kata Liamsu!


Arman & Rhin menggunakan MZ4 yang telah dimodifikasi dengan silencer dan scoope x4


Bruummm


Bruuummm


Mobil tempur berlapis baja & Tank diturunkan




10 Pasukan berada dalam kendaraan lapis baja dan setengah pasukan lainnya mengekor dibelakang lapis baja..


"Pasukan! berjalanan dari pantai barat menuju pusat ibu kota negeri siam ini memerlukan 2 hari perjalanan. diharapkan kalian selalu siap siaga dengan senjata kalian. setiap istirahat akan ada shift yang sudah kita sepakati selalu!" kata Arman melalukan pengumuman


"apa dapat dimengerti!?" Kata Arman dengan teriak lantang


"Yes. YES Sir!" Serempak Para Prajurit Aceh Berteriak


Dan akhirnya Pasukan Aceh bergerak menuju ibu kota siam..


Bruuummmm


Suara mobil lapis baja dan tank bergemuruh hingga para warga lokal sekitar pantai bertanya-tanya siapa mereka


"Siapa mereka?" Tanya Salah satu penduduk Lokal


"kamu N--- yak tidak tahu aku" kata penduduk lainnya


Arman melihat dalam mobil lapis baja dan melihat para warga yang memperhatikan rombongan pasukannya


Arman pun menyalakan Talk To tolkie nya


Setiap prajurit Aceh mengerti perkataan Arman.


"Hei Siapa kalian!" Teriak salah satu dari penduduk lokal pantai.


Setiap prajurit mendengar dan hanya melihat saja karena mereka tidak memiliki kapasitas untuk menjawab.


pertanyaan pria tersebut tidak dijawab dan membuat pria itu kesal..


Pria itu mengambil batu dan melempari kepada mobil lapis baja yang ditumpangi oleh Arman..


BRAK


Sebuah batu terlempar sempurna tapi tidak membuat body mobil itu pun rusak atau sejenisnya


Seorang prajurit keluar dari barisan dan menghampiri pria tersebut


"Tuan. Tolong mundur dari kami jika anda menyayangi nyawa anda" kata Prajurit Aceh Itu memperingati..


niat hati dalam prajurit aceh itu adalah memperingati pria tersebut dan bermaksud menyelamatkan dari mimpi buruk yang kemungkinan akan dilihat oleh Penduduk lainnya


"pergi!? Ini tempatku! Kalian begitu banyak datang tiba-tiba tanpa melapor kepada ku. Siapa kalian!" kata Pria itu dengan nada marah.


"arman melihat prajuritnya keluar dari barisan dan mengerti mengapa alasan prajurit itu keluar dari barisan..


""Prajurit Nanda. Kembali ke barisan!" titah Arman dalam talk tolkie nya


Ternyata prajurit aceh yang memberikan peringatan tersebut bernama Nanda dan nanda mendengar sebuah perintah dari atasanya yaitu arman dari talk tolkie..


Nanda tanpa menjawab langsung meninggali pria dalam keadaan emosi


"Heii! Heii! Bodoh! aku bertanya kenapa kamu tidak sopan meninggalkan seseorang dalam keadaan berbicara?" kata Pria itu..


Nanda tidak menjawab apapun dan kembali ke barisan..


2 jam kemudian..


rombongan arman berhasil melewati desa yang dekat dari pantai dan berhasil juga melewati konflik perang dengan penduduk lokal.


Hari semakin malam dan tidak memungkinan untuk berjalan di malam hari disaat medan tempur yang belum dikenali


"baiklah. Kita akan beristirahat" Arman memutuskan untuk istirahatkan pasukannya..


...----------------...


...BYE...


...----------------...