Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
peti emas



"Katakan Dimana markas teman mu!" kata Hendrik menampar Keras Perwira tersebut.


Gigi demi Gigi keluar dari mulutnya


"Obati dia" kata hendrik.


Sudah berjalan 1 hari tapi belum ada hasil.


..."kapten. Kapten. Kapten!" kata Bawahan hendrik tergesa-gesa....


"Apa maksud mu datang dengan membuat keributan?" Tanya hendrik kesal.


Perwira itu menunduk


"Kapten. Maafkan saya. Tapi saya baru saja menemukan Harta yang anda cari. Selama saya menyisir ke pantai arah selatan" kata Perwira itu


"APA!!!!. Kamu cepat bawa saya kesana. dan Joy & hernya ikut saya. Sisanya jaga keparat ini" kata Hendrik.


Hendrik serta Joy & Hernya Mengikuti perwira yang mengetahui lokasi tersebut


"Kapten hendrik. Apa yang membuat anda mencari peti emas milik musuh?" Tanya Joy


"Milik Musuh? Mereka merampas semua emas dan perhiasan dari kadipaten yang sebelumnya kita temui. Jika ingin membangun sebuah kepercayaan. Maka kembalikan harta berharga mereka dahulu" kata Hendrik


Logika Hendrik sedikit di mengerti & Setuju oleh otak joy & hernya.


tidak jauh dari tempat sebelumnya berdiri. Mungkin 50 langkah dari tempat awal mulai dan Perwira itu tiba-tiba Berhenti


"Kapten. Itu dia!" seru Perwira


Benar saja ada peti emas akan tetapi hendrik melototkan matanya ketika mengetahui bahwa itu musuh


"Hahaha. Kalian mau kemana?" Tanya perwira musuh tertawa puas.


"Turunkan senjata kalian atau kalian mati!" Kata Perwira musuh.


"bagus bagus. Pribumi bodoh. Ini emas untuk mu. Pergilah" kata Kapten musuh.


Hendrik yang mendengar itu ternyata adalah pribumi yang menyamar?


'Sialan Aku dijebak oleh penduduk lokal keparat itu' gumam hendrik sangat kesal.


Kapten musuh itu mendekat tanpa rasa takut khawatir diserang oleh hendrik.


"Sujud di kaki ku atau kau akan mati disini" kata Kapten musuh dengan nada sombong.


Kapten Musuh itu sudah membayangkan bagaimana orang didepan itu adalah hendrik bersujud di kaki nya


"Hernya & Joy. Apakah kalian Sudah tahu. Apakah yang diajarkan Yang Mulia Firdaus?" Tanya Hendrik sambil kode.


Joy & Hernya mengangguk paham.


Hendrik mulai mempraktekan tubuh nya akan sujud.


"Hahaha" kapten musuh tertawa.


SLAT


Swudssh


slassh!


tanpa diduga oleh kapten musuh adalah kalau hendrik memiliki seribu rencana cadangan saat terdesak.


Pisau tajam dengan bilah 3 di berbagai sisi



visual nya)


Kapten Musuh terkapar kaku dan Hendrik mengambil pisau nya kembali.


"Joy & Hernya. Apakah kalian aman?" Tanya hendrik


"Aman? Tentu saja kapten. Mana mungkin kami mati konyol di depan anda? Hahaha" kata Joy diikuti tawa oleh Hernya.


Hendrik tersenyum dan mata nya menoleh peti emas yang berkilau


"Apakah kalian masih kuat?" Tanya Hendrik.


Joy & Hernya paham


"Haha ayo kapten" kata joy & Hernya serentak.


hendrik turun ke lubang. Berbekal dengan Tali mengaman yang dipegang oleh Hernya dan Joy.


TAP!.


Hendrik sudah mengunci peti emas itu dengan ikatan super mati dan tidak ada yang bisa membuka tali tersebut.


"Aman! Tarik sekarang !" Teriak Hendrik.


joy & hernya segera menyiapkan tenaga.


"1"


"2"


"3"


"Tariiikk" teriak keduanya.


Joy & hernya terus tarik tanpa sedikit khawatir tangan mereka kepanasan akibat gesekkan tangan dan tali.


"Bertahanlah Joy!" kata Hernya.


Hernya berteriak dan teriakan itu membuat keduanya bersemangat.


BRAK!



Visualnya)


"Ah Syukur lah. Akhirnya" kata


Hernya & Joy Terduduk lemas ketika setelah menariky,


...----------------...


...BY**E**...


...----------------...