Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
bangsa asing



"Wahai Rakyat Zalvia. Jika Raja Tidak meninggalkan kalian. Maka aku. Putra Mahkota Zalvia. Firdaus Aztoth Valen Zalvia. Akan berkorban bersama rakyatku!" kata Firdaus bersemangat


- 2 hari kemudian


Latihan telah digelar setelah pengumuman Raja & Putra Mahkota yang telah bersumpah dan keduanya menepati sumpahnya.


Raja Aztoth Sangat terkejut ketika dirinya meliht bahwa Zalvia memiliki harta yang tak terhingga yaitu banyknya Rakyat yang miliki kemampuan bela diri dan perpedang


"Ayahanda. Inilah Rakyat Zalvia. Mereka sengaja menyembunyikan kemampuannya karena negeri sangat damai hingga tidak perlu membuat kekacuan" kata Firdaus


Raja Aztoth tersenyum mendengar penjelasan firdaus dan semakin yakin tentang Tahta zalvia yang aman bersama anaknya tersebut


Flash Back off-


18 Tahun kemudian (1901)


Firdaus telah berumur 22 Tahun


"Ayah. Ini Adalah Peningkatan Militer kita" kata Firdaus dengan suara Barington yang telah remaja


Ayah mengangguk dan melihat didepan


"sudah 18 Tahun lalu yak. Nak. Dulu waktu itu kamu dan ayah bersumpah didepan Rakyat Kita dan kita telah menunaikan sumpah kita. Perkembangan yang kau buat kini terlalu tajam. Banyak rakyat memiliki pekerjaan dan sejahteraan yang baik. Ayah rasa sudah saatnya kamu memimpin Negara ini. Nak" kata Ayah


"Ayah. Apa yang ayah katakan? Tanpa Ayah. Ideku² ku hanya akan menjadi tertawakan. Biarkanlah aku sedikit belajar dibelakang mu. Ayah" kata Firdaus


"belajar apa? Kamu telah menciptakan kapal Perang. Kamu telah menciptakan Kapal yang bisa terbang(pesawat) dan membuat kendaraan yang besar dengan moncong panjang itu(TANK) ayah rasa sudah saatnya kamu bertahta. Nak" kata Ayah


"lihat lah itu semua. Kamu telah menciptakan sistem tani yang terbaru. Kamu telah menciptakan Lapangan Pekerjaan yang layak. Bahkan Desa-desa yang tak tersentuh oleh pemerintah. Kamu sulap mereka menjadi lebih baik. Ayah telah kalah" kata Ayah dengan senyum tulus


"Ayah Adalah Panutan ku. Mana ada orang tua yang kalah dengan anaknya. Jangan bercanda ayah.Oh ya Ayah. aku hampir lupa kedatangan ku. Ayah aku meminta pendapat mu. Bangsa asing telah menunjukkan taringnya. Mereka mengirim kapal perangnya di lautan kita tapi Zavy (angkatan laut zalvia) telah mengusir bangsa asing itu. Dan aku bertanya kepada mu sebagai seorang raja. Ayahanda" kata Firdaus


"Ayah. Bangsa Asing ini bernama VOC. Dan mereka berasal Dari negara jauh di pulau bernama Eropa. Ayah. Dengan kemampuan kita saat ini. Kita bisa menyentuh negara asing itu paling lambaf 3 hari dan menghancurkan negara atau menjadikan negara bawahan zalvia paling lambag 2 hari" kata firdaus menjelaskan dengan serius


"Berapa banyak Perwira tentara yang akan kelapangan?" Tanya Raja Aztoth


"Ayahanda. Saat ini kita memiliki 1.8 Juta Perwira. Setiap rakyat zalvia adalah tentara yang siap perperang!. Mungkin saya akan menerjunkan 8 ribu pasukan" kata Firdaus


Tik


Tik


Tik


Raja Aztoth atau Ayah Firdaus itu menjetikan jarinya di kursi tahta miliknya


"anakku. Kenapa bangsa asing datang ke negeri kita? Apakah mereka tidak puas apa yang mereka telah jarah di negeri sebrang sana?" Tanya raja Aztoth kesal


"Ayahanda. Bangsa Asing itu dikabarkan telah kekurangan sumber daya manusia dan ingin mengambil rakyat kita sebagai budak baru mereka. Aku sebagai Putra Mahkota Negeri ini sungguh kesal dan marah mendengar berita tersebut!" kata Firdaus kesal


"kamu saja kesal. Apalgi ayah yang sebagai raja negeri ini!. Lebih baik. Kita serang bangsa asing itu di negeri sebrang sana" kata Raja Aztoth


"Ayahanda. Kemampuan militer mereka jauh diatas kita. Tapi dalam medan strategis mereka unggul tapi seunggul apapun tetap memiliki kelemahan" kata Firdaus


"kelemahan? Apa kelemahan bangsa asing itu?" Tanya Raja Aztoth


"bangsa asing itu sekali berlayar sebulan sekali dan membawa perwira tentara hanya dalam jumlah ribuan. Sedangkan kita bisa mengirim banyak perwira dalam 1 hari. Dan bisa membebaskan negeri sebrang tersebut dalam 5 hari" kata Firdaus menjelaskan


"Aku Aztoth Zalvia. Raja Xl Zalvia bersumpah akan membunuh siapapun yang menganggu rakyatku. Anakku. Kibarkan perang untuk bangsa asing yang mencoba mengusik ketenangan negeri kita!" kata Raja Aztoth