
"Ginu pun setuju setelah dinasehati oleh neneknya
" Sebas. Antarkan Ginu ke kamar nya" kata Raja Firdaus
"Baik Yang Mulia Raja!" seru Sebas lalu membungkuk patuh.
"Nak Ginu. Ikutlah dengan paman Sebas. kamu sekarang boleh istirahat dulu nanti nenek mu bakal datang ke kamar mu" kata Raja Firdaus Tersenyum
Ginu pun mengangguk tersenyum
"paman sebas. Aku adalah Ginu!" bocah polos itu memperkenalkan diri
"oh anak baik. Ayo ikut paman ke kamar. Nanti paman berikan cokelat" kata Sebas sambil tersenyum.
Ginu bersorak tanpa malu kalau seorang raja membelakanginya.
Kepergian Ginu membuat keluarga rab makin ketakutan
"Ahem. Sebenarnya kalian sudah tahu bukan tentang permasalahan Penghianat serta teman-temannya itu?" Tanya Raja Firdaus dengan enggan menyebut nama Rab
"Y--Yang Mulia Raja. kami memohon ampun kepada yang mulia raja untuk mengampuni keluarga hamba yang rendah ini" kata nenek Keith
Keith yang rentah itu akan bersujud demi niatnya meminta maaf agar terlihat tulus oleh raja yang dihadapannya
"Tak perlu bersujud. aku akan langsung mengatakan Hukuman kalian!" kata Raja Firdaus mempercepat pembicaraan mereka.
Firdaus belum berani menyuruh orang bersujud seperti keith yang udah rentan itu. Itu sama aja mengingatkan ibu nya di dunia sebelumnya
"Aku memiliki Rencana Untuk menguasai pulau java. Aku akan meminta kalian untuk pindah kesana dan berbaurlah dengan masyarakat sana untuk mencari informasi!" kata Raja Firdaus
rombongan keluarga Rab pun terkejut
"Segala Ampun. Yang Mulia Raja. Bagaimana kami bisa berbaur dengan Rakyat jelata di pulau sana?" Celetuk pria yang tepatnya disamping Keith tersebut.
Keith dan rombongan lainnya pun melongo dan mengutuk pria tersebut.
BRAK
Firdaus menguncangkan Tahta nya dengan sebuah gebrakan
"Prajurit. seret dia kesini!" Titah Firdaus.
Prajurit itu langsung mematuhi perintah rajanya dan menyeret tanpa ada rasa manusiawi pun
"Rakyat Jelata? Lalu apa bedanya kau dan aku disini? Aku adalah Raja sebuah bangsa. Kalian hanyalah seorang bangsawan yang bisa ku rendahkan dan ku naikkan. Ingat dirimu disini. Kasta mu tidak lebih jauh dari rakyat di pulau tersebut!. Jangan sampai kamu aku yang mempertemukan saudara mu itu!" kata Firdaus dengan nada marah
Rob yang mendengar itu hanya ketakutan
"Mm---Mmohon Ampun Yang Mulia Raja!" kata Rob bersujud menyesal
"Prajurit! Aku tidak mau melihat dia mempunya kuku. Potong semua!" Titah Raja
prajurit itu mengangguk patuh dan rob dipaksa tidur telentang dan tngannya di ikat ke badan depan
Straaaat - (suara pedang memotong)
"Arrrgggghhh" kata Rob Berteriak kesakitan
Prajurit 1 memotong semua kuku tangan rob. Baik yang kanan dan kiri
Straaat
"Cukup!" Teriak Raja Firdaus
Prajurit 2 hampir memotong kelingking dari rob tersebut tapi langsung berhenti ketika mendengar perintah raja nya
"kamu beruntung raja tidak memberi perintah untuk membunuh mu" kata Prajurit 2 dengan nada kasar.
"Ada yang keberatan?" Tanya Raja Firdaus.
Firdaus yakin tidak ada menolakkan lagi setelah mereka menyaksikan betapa kejamnya dirinya sebagai raja
'aku harus bisa kejam bagi orang meremehkan ku sebagai Raja!' gumam Firdaus.
Selanjutnya Firdaus menjelaskan. Bahwa rombongan Keluarga Rab rencananya
"Aku akan menyamarkan kalian sebagai Seorang Tamu Penting dari Ku untuk Kesultanan Banten. Disana kalian harus bisa bertemu dengan Raja Mereka. Aku ingin kalian tidak salah dalam mempercayai orang disana tanpa terkecuali. Hanya diri kalian sendiri yang mampu kalian percayai. Apakah kalian paham?" Kata Firdaus tegas
"kami paham. Yang Mulia Raja" kata Keith mewakili rombongannya.
"Prajurit. kasih mereka masing-masing surat yang sudah Ku tuliskan" kata Raja Firdaus
Prajurit itu patuh lalu memberikan sebuah selembaran Putih dengan Ikatan Warna merah dan di luar surat itu ada lambang kebesaran Kerajaan Zalvia
"nyawa kalian berada di surat ini. jika kalian berhasil melakukannya. Maka Prajurit Ku akan memulangkan kalian!" kata Raja Firdaus
"Sekarang Pergilah!" Titah Raja Firdaus Berteriak
Rombongan Rab pun pergi kecuali Keith yang sedari tadi emang ingin untuk mengunjungi cucunya.
kepergian keith. Datanglah Sebas.
"Yang Mulia Raja. Hamba kembali menghadap anda" kata Sebas sambil membungkuk
"bagus. Sekarang rencana kita sudah di mulai. Sebas" kata Raja Firdaus
"Apakah Anda yakin mempercayai mereka? Bukankah mereka adalah keluarga dari Penghianati anda?" kata sebas dengan kesal serta kebingungan
"Sebas! Aku tahu kamu kesal. Tapi inilah cerita Ku untuk mereka. Mereka akan mati di tangan para penjajah dan aku bisa mengontrol emosi Ginu. Anak itu untuk membenci dan membela negara kita. Dan kita umumkan kepadanya kalau ayahnya telah menghianati ku. Aku tidak akan berbohong soal penghianatan Rab. Tapi aku hanya menambahkan sedikit cerita. Itu tidak termasuk berbohong bukan?" kata Raja Firdaus
Sebas tersenyum mendengar itu
"Rencana anda adalah terbaik yang pernah saya dengarkan. mohon terima hormat hamba kepada anda. Yang Mulia Raja" kata Sebas menganggumi Firdaus lalu bersujud didepan Tahta
"Tak perlu khawatir. Sebentar lagi. Para bangsa asing itu akan hengkang dari pulau itu. dari itu aku bisa memulai mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi bodoh dan tidak melupakan sejarah mereka" kata Raja Firdaus
"Ini lah yang ku sebut Big Plan. Karena perencanaanya sangat besar!. Sebas" kata Firdaus.
Plok
Plok
Plok
Sebas bertepuk tangan gembira dengan rasa bahagianya
...----------------...
...BYE...
...----------------...