
5 bulan Kemudian -
sudah beberapa bulan berlalu. Kini Seluruh Daratan Pulau Jawa Berhasil dikuasai oleh Kekaisaran Zalvia. Banyak Kekadipaten yang telah hancur pasca perang Zalvia - Penjajah Asing. Pihak Zalvia hanya memiliki 150 Korban. 150 korban itu karena mereka terjebak atau tidak mengetahui medan perang yang ditempati dan beberapa musuh memanfaatkan celah itu. Tapi dipihak Penjajah Asing itu Berjumlah 200 Juta Telah Meninggal kan dunia ini karena mereka bertemu dengan orang yang salah!.
-Istana. Ruang Tahta
Firdaus kini duduk bersama para mentri & penasehatnya yang tak bukan lain adalah Sebas. Kini firdaus sedang rapat mengenai apa yang kemudian harus dilakukan
"Yang Mulia Raja. Izinkan Hamba Mu ini Memberi Pendapat" kata Babaros sambil bersujud
"apa pendapat mu?" Tanya Firdaus penasaran
"Saya Merasakan. Bahwa sudah saatnya kita kembali ke pulau utama dan perbaiki ekonomi disana. Hamba Yakin dengan Kepimpinan Yang Mulia Raja. Kekaisaran Zalvia mulai disegani kembali" kata Babaros. Mentri Keuangan
Firdaus menatap Sebas. dan sekali lagi sebas mendekat lalu berbisik
"Kakek Keduanya Adalah Mentri Keuangan pada Ratu IX. Ibu Anda masi hidup kala itu. Wilayah zalvia bukan hanya sekedar pulau. Tapi beberapa tahun atau tepatnya 5 tahun. kejatuhan Zalvia mulai mendekat dan tak kala itu juga. Ratu IX. Ibu anda yang berusia 60 tahun kala itu mulai mengandung anda. Raja X. Ayah anda melakukan negoisasi dan menyerahkan pulau utama kekuasaan Zalvia dengan menukar sebuah pulau tak jauh dari daratan utama. Itu semua demi melindungi anda" Sebas Berkata
Firdaus dalam hatinya menitik Air Mata yang mendengar perjuangan ayah & Ibu barunya di dunia ini sama seperti di dunia sebelumnya. Dimana orang tua akan berusaha apapun demi anaknya walaupun belum lahir sekalipun.
"Babaros. Aku menghargai pendapat mu. Tapi Pihak musuh akan berjalan diatas kaki kita jika kita perbaiki sesuatu. Terimakasih" kata Raja Firdaus menjawab pendapat Babaros Dengan tulus
Babaros pun bersujud di jarak yang lebih dekat
"Mohon Maafkan Hamba Mu yang Bodoh ini Yang Mulia Raja. Hamba Mu memberikan saran yang bodoh!" kata Babaros
"Baiklah. Kembali ke tempat mu berada. Babaros!" Titah Raja Firdaus dengan tegas
Babaros pun melakukan perintah itu dan kembali duduk manis.
"Aku tahu kalian pasti memiliki saran yang serupa dan aku pun akan melakukannya. Tapi Menempatkan sesuatu yang berarti lama itu akan membuat kita terlambat tapi Tenang saja. Aku akan mengabulkan harapan kalian sebagai seorang Raja" kata Raja Firdaus dengan Tegas
"Semenjak anda menguasai Sumatra otomatis anda menguasai jalan pelayaran Perdagangan. Para Pedagang kini harus Membayar Kepada Kita Sebesar 20% Golden yang mereka bawa dan Pedagang tak punya pilihan lain karena itulah jalan-jalan pelayaran termurah di ujung sumatra. Kita APBN Negara Zalvia kini membaik. Setidaknya kita memiliki 17 Miliar Golden( 146 Triliun Rupiah ). Dari Pajak Pelayaran. Eksport komoditas yang telah ditemukan di pulau sumatra. Seperti. Kain sutra. Susu. Dan Kelapa Sawit. Mereka dihargai dengan Mahal. Yang Mulia Raja" kata Babaros.
"Dan Saya Bekerja sama dengan Mentri Poul. Mentri perpajakkan untuk menguatkan bahwa Hukum Laut di Zalvia adalah yang berarti!" kata Babaros dengan tegas
BRAK
Firdaus menggebrak meja dengan wajah marahnya hingga siapapun yang melihat ketakutan
"Kalian melupakan satu hal!" Teriak Raja Firdaus.
"Disana ada Ikan Melimpah ruas. Mengapa kalian tidak memanfaatkan Rakyat disana untuk bekerja sama dengan kita untuk mengambil para ikan-ikan sana. Kalian bodoh. Saat ini para para pelayar pedagang sedang mencari ikan yang menghasilkan ikan dengan protein dan kesegaran murni. Kalian malah tidak mengetahui informasi sekecil saja. Kalian Benar-Benar Bodoh!" kata Raja Firdaus dengan Bodoh.
"Smith. Mentri Rakyat Ku. Aku Perintahkan kamu untuk mengatasi kebodohan mereka semua dengan Kamu mengajak semua para nelayan di Sumatera untuk harus bekerja dengan sama kita. Beri imbalan yang setimpal bagi mereka yang bisa mengharungi ikan terbanyak. Sebuah Sistem perikanan akan Ku Buat Nanti. Apakah kamu mengerti. Smith?" Tanya Raja Firdaus.
Smith yang tiba-tiba saja diperintah membuat dirinya terkejut tapi senang dapat berguna oleh raja nya
"Yang Mulia Raja. Hamba Mu ini berusaha menyusaikan Harapan Baginda. Mohon Beri Hamba Mu waktu" kata Smith
"1 Bulan. Adalah hal bagus melihat kinerja mu disana. Smith" kata Raja Firdaus.
"Baiklah. Kalian bisa bubar! Sesali kesalahan bodoh kalian dan perbaiki. Jika diantara kalian tak bisa menyelesaikan kebodohan kalian. Datanglah kepada Ku dengan menusuk diri kalian sendiri didepan DiriKu. Apakah kalian Paham!" kata Raja Firdaus dengan tatapan yang Tajam dan juga nada yang tegas. Setegas²nya.
...----------------...
...BYE...
...----------------...