
Dicky telah pergi ke penginapan nya yang terus perpikir keras karena jarak perancis & zalvia begitu jauh dan memakan 3 Bulan hingga 1 tahun lamanya tetapi dicky harus memutuskan yang mana perlu diputuskan
'aku telah melihat negara ini berbeda pada umumnya. Kemajuan kemandirian. Rakyat. Ekonomi. Pemerintahan. Sumber daya telah menyatu begitu saja di negara ini' gumam Dicky yang sedikit kagum
Tanpa sadari oleh dicky. Dicky telah menaruh kagum & cinta tumbuh mengenai Bangsa zalvia yang baru saja ia lihat tersebut
-Istana
"RajaKu. apa utusan perancis akan menerima proposal anda?" Tanya Baste dengan menuangkan teh hangat
Firdaus tidak menjawab tetapi memilih menikmati teh hangatnya tersebut
Ssyrrruuupppp(menyuruput)
"Tentu saja dirinya akan menerimanya" kata Raja Firdaus dengan menaruh kembali Gelas berisikan teh tersebut
"apa yang membuat anda yakin. Yang Mulia?" Tanya Baste
"Laut. Tentu saja Laut. Baste. Laut memisahkan perancis & Zalvia dan butuh 3 bulan atau hingga 1 tahun lamanya untuk surat tersebut tersampaikan dan sebaliknya" Raja Firdaus
"dan mengapa anda menginginkan peta map negara perancis dan sekitar nya. RajaKu?" Tanya Baste
"Peta itu penting. Baste. karena peta adalah informasi yang wajib kita miliki. Mereka boleh saja menyerang kita tetapi apakah mereka mengetahui wilayah-wilayah kita yang memiliki tempat terkecil dan terbesar untuk menyergap mereka? Peta memiliki informasi dan akan memberi tahu setiap deksripsi yang ada di wilayah tersebut" kata Raja Firdaus...
Firdaus telah mempelajari ilmu-ilmu perang dan teknik sejenisnya yang telah dibuat oleh masa lalu.
"Cukup biar kan dia sendiri dan jangan menganggu kecuali dia mendatangi kita untuk berbicara. Baste" Titah Raja Firdaus
"Laksanakan. Yang Mulia Raja" kata Baste menunduk patuh
-3 minggu lamanya
Tok
Tok
Tok
"masuklah. Baste" kata Raja Firdaus yang mengetahui orang mengetuk tersebut adalah baste
kreeek
Baste membuka pintu dengan berdiri tegas & gagah setelah menutup pintu
"Baiklah. saya akan kesana dalam 5 menit. Sampaikanlah" titah Raja Firdaus..
Baste hanya menunduk patuh lalu pergi untuk mengabari kepada dicky..
5 menit kemudian
Firdaus keluar dari ruangan kerjanya dengan dikawal perajurit gagah & wajah garang itu dengan membawakan INSAS dan AK47 di kedua masing-masing prajurit itu pun mengawal disetiap langkah Firdaus..
visual Ak47)
Visual Insas)
Tak butuh waktu lama. Jarak ruangan kantor dan ruang tahta hanya berjarak 3 menit saja dan kini firdaus & dicky telah bertemu setelah firdsus menunggu beberapa minggu.
"Selamat datang kembali. Tuan Dicky" kata Firdaus dengan senyum..
Dicky mencoba memberikan penghormatan ala bangsawan tetapi dilarang oleh Firdaus
"anda tidak boleh memberi penghormatan seperti itu. berjabat tangan lah dengan saya dan itu menunjukkan bahwa anda dan saya adalah setara secara manusia bukan karena strata politik" kata Raja Firdaus dengan mengulurkan tangannya
Dicky yang mendengar itu pun terkejut
'berjabat tangan kepada seorang Raja dari sebuah negara? Itu tidak pernah ku pikirkan!' gumam Dicky terkejut..
Dicky pun dengan gemetar sekaligus terkejut itu pun berusaha menjabat tangan milik firdaus..
GRAB(berjabat tangan)
"Anda adalah utusan. Saya adalah Raja. Anda mewakili Raja & negara. Begitu juga saya. Saya mewakili rakyat & Negara. Kita sederajat" kata Raja Firdaus dengan senyum
...----------------...
...BYE...
...----------------...