
Dikatakan kalau utusan perancis akan kembali mendatangi firdaus untuk perihal perizinan laut antara selat java & sumatra.. Laut yang menghubungi laut india
"Hormat saya kepada Yang Mulia Raja. Saya adalah Dicky Dominique utusan dari kekaisaran perancis!" Kata Dicky
Dicky berlayar hingga 3 - 5 tahun lamanya dari eropa ke zalvia hanya untuk membahas Perlanjutan izin jalan tersebut
"Terimakasih atas kedatangan mu. Tuan Dicky. Silahkan duduk" kata Raja Firdaus..
Firdaus menggunakan pakaian militer yang gagah dan mahkota di atas kepalanya yang berkilau dan emas bernilai tinggi
kedua nya duduk dan para pelayan menyajikan teh dan beberapa cemilan yang pantas untuk diperlihatkan
"Yang Mulia Raja. Kehadiran saya sebagai utusan Yang Mulia Kaisar Alexandara Deanis adalah beliau meminta serta memohon agar dibukkan pintu laut india kepada kami dan tentu kami menghormati anda. Kami akan membayar setiap pelayaran disana" Dicky mengutarakan maksud kedatanganya
"Ya saya sudah tahu dan saya sangat berterimakasih atas bangsa anda yang menunggu kami dalam masa 5 tahun lalu. Dimasa itu kami memperbaiki setiap lini sosial masyarakat dan membasmi Musuh-musuh kami. Sekarang adalah hari damai dan kemungkinan besoknya tidak. Saya telah perpikir untuk mengizinkan bangsa anda dengan 1 syarat" kata Raja Firdaus sambil mengangkat satu jarinya
"syarat apa itu yang mulia? Selagi bangsa perancis bisa melakukannya itu tidak dipermasalahkan" kata Dicky
"Syarat yang sangat pantas adalah. Perancis adalah menghormati setiap peraturan dan etika disaat melintasi laut kami. Saya mendengar dari beberapa cendikiawan. orang tinggi tidak mau mengikuti aturan tempat yang sudah ditetapkan" kata Raja Firdaus.
Dicky pun mencatat persyaratan itu dengan sebuah kertas surat
"dan selain itu. katakan kepada kaisar anda. apakah mereka mau bekerja sama tanpa adanya darah atau saling menguasai?" Tanya Raja Firdaus
"Saya optimis dan percaya bahwa Zalvia - Perancis akan berjalan bersama satu sama lain menuju dunia yang damai tanps adanya saling menguasai diantara keduanya" kata Raja Firdaus lanjut
Dicky sebenarnya sedikit terkejut tetapi dia berusaha untuk tidak menampilkan terkejutannya demi menghormati firdaus dan keberadaan dicky memang sedikit berbahaya.
"Yang Mulia Raja Firdaus. Sungguh saya telah mengerti maksud dan setiap syarat yang anda ajukan. Bangsa perancis adalah bangsa yang terdidik dan memiliki banyaknya cendikiawan. Maka dari itu tentunya kami menghormati dimana kaki kami melangkah" kata Dicky dengan meninggi-ninggikan perancis
Firdaus hanya tersenyum getir dan dirinya pun juga memiliki ide untuk memperlihatkan kemajuan kerajaan zalvia
"bagaimana sebelum anda pergi. Kita jalan-jalan? Saya akan memperlihatkan anda apa itu sebuah kemajuan" kata Raja Firdaus sambil berdiri
Dicky yang kebingungan pun hanya bisa pasrah ikut dan hitung-hitung ingin mengetahui sudah berapa jauh bangsa ini berubah
"Baste. siapkan kendaraan saya" Titah Raja Firdaus
"Baik Yang Mulia Raja" Tegas baste dengan menunduk
Baste pun pergi dan meminta beberapa menit untuk mempersiapkannya
3 menit kemudian
"Yang Mulia Raja. Semua telah siap!" kata Baste
"Tuan Dicky. Ikuti saya dan anda akan termukau" kata Raja Firdaus dengan percaya diri
"benda apa itu?" Tanya Dicky penasaran
"ini? Marilah masuk terlebih dahulu" kata Raja Firdaus
Baste membukkan pintu penumpang kepada Raja & Tamu nya
"Mobil ini Bernama Kid Zalvia Rock. Diproduksi tahun 1901. Kid itu berarti ukuran setinggi seorang remaja dan Rock artinya adalah batu yang kuat. jika anda coba sambungkan. Seorang remaja zalvia yang memiliki keberanian seperti batu" kata Raja Firdaus
visualnya seperti ini).
"kendaraan ini disebut mobil. Sama halnya kuda namun Mobil ini ditenagai oleh Mesin dan dengan kuda. bisa membawa mu kemana saja bahkan melebihi keinginan mu" kata Raja Firdaus
"tetapi mengendarai mobil sedikit berbahaya bagi orang yang tidak mengetahui cara menjalankannya. Dia baste. Pengawal ku serta Asistant ku. Dia mempelajari mobil ini dengan 3 bulan lamanya untuk bisa menguasai mobil ini" kata Raja Firdaus dengan menjadikan baste sebagai contoh
Dicky melihat dan menyentuh benda bening yang menjadi pembatas antara dalam dan luar
"ini jendela. Saya tahu ini tidak asing dinegara anda bahkan di istana anda. Tapi kaca jendela tidak terlalu berharga bagi bangsa zalvia" kata Raja Firdaus
Dicky melihat sebuah benda hitam menjulang tinggi dengan disampingnya ada berupa lampu
"Ini disebut Lampu Merah. Mengapa demikian? Lampu ini akan bertugas menertibkan lalu lintas kendaraan bermobil seperti kita sekarang" kata Raja Firdaus
"Dicky. Lihatlah itu. Jalan Hitam itu adalah khusus untuk pengguna pejalan kaki. Mereka sangat tinggi agar pengguna mobil mengetahui hak pejalan kaki" kata Raja Firdaus
"Jika diproduksi tahun 1901. Sudah ada berapa banyak mobil telah digunakan? apakah hanya seorang bangsawan?" Tanya Dicky
"Tidak. Setiap Rakyat Zalvia berhak memiliki apapun tanpa dibatasi. Dan kami tidak memiliki bangsawan layaknya di kekaisaran anda. bangsawan satu-satunya yang ada adalah keluarga Kerajaan... Zalvia hanya boleh diatur oleh Rakyat & Raja. Tidak dengan para bangsawan yang selalu merepotkan akan pembangunan negara" kata Raja Firdaus
Dicky terkejut bahwa kali ini dirinya melihat tada sebuah kerajaan yang berdiri tanpa dukungan keluarga bangsawan
"siapa pendukung anda dan bagaimana anda bertahankan negeri tanpa ada dukungan dari keluarga bangsawan" kata dicky
"Pertama. Adalah otak anda. dukungan utama saya adalah Otak saya sendiri. Setiap tugas kenegaraan saya kerjakan. Perbaikan dan lainnya saya harus bisa lakukan demi kemajuan bangsa. Dan itu akan merepotkan jika bangsawan itu tetap ada di negeri zalvia ku tercinta ini" kata Raja Firdaus
"bangsawan hanya merusak tatanan sosial masyarakat dan menguras setiap Keuangan negara dan mudah terpecah belah hanya sebuah kekuasaan" kata Raja firdaus
"kedua. Dukungan kedua saya adalah kepercayaan Rakyat. Tanpa Rakyat percaya mungkin aku bukan raja. Hanya orang gila yang mengklaim dirinya raja tanpa adanya sebuah dukungan" kata Raja Firdaus
...----------------...
...BYE...
...----------------...