Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Ratu



Hari Demi Hari.


Pasukan Kekaisaran Zalvia Telah merangsak masuk ke dalam markas musuh


"Cepat ! Cepat ! Cepat" Teriak Hendrik bergebu-gebu.


Semenjak keberhasilan pertama Pasukan Hendrik telah berhasil mengambil alih Bahan makanan prajurit musuh dan serta bantuan obat-obatan dan untuk di jarah atau beberapa di berikan oleh penduduk lokal


"Naberal. Kamu cepat bawa semua penduduk Lokal Untuk mengungsi!" Titah Hendrik


Naberal adalah Prajurit Kekaisaran Zalvia yang juga mentoreh prestasi dengan membunuh Komandan Musuh dalam sekali percobaan menyerangan.


Duuuaar


Duuuaaar


Tank - Tank menglibas pohon-pohon serta Prajurit musuh tanpa ampun !.


"Fire !" teriak Perwira pria dalam tank


SWuusssshhh.


Pesawat tempur Milik Zalvia tidak ikut ketinggalan dalam melancarkan aksi nya. Kini Semua pasukan menuju Sumatra Tengah. Tempat dimana gudang Senjata dan serta informasi lainnya berada disana.


-di kapal


"Sebas. Ini sudah 1 minggu sejak kita melancarkan serangan. Berapa banyak telah kita ambil?" Kata Firdaus


"Yang Mulia. Kini sudah sekitar 73 Kadipaten Yang sudah berada di kekuasaan Tentara Kita. Beberapa bangsawan Lokal telah menunjukkan Dukungan serta pendanaan" Kata Sebas


Firdaus sangat terkejut mendengar hal tersebut padahal dirinya paham betul kekuataan belanda dalam menurut sejarah sangat lah kuat tapi sekarang berbeda. Firdaus telah berubah sejarah dari yang seharusnya.


"Posisi tentara kita dimana?" Tanya Firdaus


"saat ini posisi tentara kita yang berada di utara kini menuju Tengah. Dan dalam laporan terbaru dari Komandan Hendrik berniat untuk menghabiskan setiap musuh dalam berjalanan menuju ke utara akan tetapi Komandan Hendrik menunggu persetujuan anda" kata sebas


"sebas berikan peta" kata Firdaus


"Di batu kecil ini terdapat kesultanan Aceh. Aku mengizinkan komandan Hendrik untuk ke utara tapi jangan pernah maju untuk ke sisi wilayah kesultanan aceh. Saat ini wilayah utama mereka hanya itu karena di ambil oleh pihak musuh. aku membutuhkan tentara Kesultanan Aceh berada satu jalan dengan ku" kata Firdaus


"Segera kabarkan kepada Hendrik!" Titah Firdaus


Sebas pun mengangguk dan langsung mengirim sebuah pesan melalui Talk Tolkie dari firdaus.


-sementara di daratan Eropa. Belanda.


BRAK !


Seorang Perempuan berumur 45 tahun itu menggebrak meja


"Incompetent! Hoe een klein rijk ons ​​leger ver weg deed terugtrekken! zeggen(Tidak becus! Bagaimana Sebuah Kekaisaran kecil membuat pasukan kita mundur jauh! katakan)" kata Perempuan itu marah


Perempuan itu Adalah Ratu Belanda. Bernama Wilahmia Yang telah menjadi Ratu di negara itu


"Jouw eer. Hun technologie is gewoon buitengewoon. onze technologie blijft achter bij dat imperium. Veel voertuigen die mensen mentaal kunnen maken en harde geluiden kunnen maken (TANK) (Yang Mulia. Teknologi mereka sungguh di luar akal. teknologi kami tertinggal oleh kekaisaran itu. Banyak kendaraan yang bisa membuat orang mental dan mengeluarkan suara keras ( TANK ) " kata Pria berumu 70 Tahun dengan tongkat nya


"verzamel alle troepen om de vijand te bestrijden. Laat ons niet verliezen! (kerahkan semua pasukan untuk melawan Musuh. Jangan sampai kita kalah!)" kata Ratu Wilahmia


Pria Tua Berumur 70 dengan tongkat lansia itu adalah Perdana Mentri Belanda.


"Jouw eer. Ik zal uw bestellingen onmiddellijk uitvoeren. maar over één ding ben ik een beetje pessimistisch. de afstand tussen Nederlands-Indië en ons is erg groot. duurt 7 maanden in één reis(Yang Mulia. saya segera melaksanakan perintah anda. tetapi saya sedikit pesimis akan suatu hal. jarak Hindia Belanda dengan jarak kita sangat jauh. membutuhkan 7 Bulan dalam sekali perjalanan)" kata perdana mentri.


"Wilem Janey. Het kan me niet schelen. Doe wat je kunt!(Aku tidak peduli. Lakukan apapun Yang kalian bisa lakukan!)" Ratu Wilahmia


Ratu Wilahmia sangat marah karena wilayah yang sudah ia kerjakan dengan susah payah dan pikiran begitu saja hilang.


...----------------...


...BYE...


...----------------...