Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Bangsawan Adalah Suci



jesi menerima tugas pertamanya sebagai seorang komandan dan dirinya sangat senang mendapatkan titah perintah itu secara langsung dari Raja yang selalu ia kagumi.


Jesi Adalah salah satu dari seribu penduduk yang mengungsi di wilayah Zalvia dimana saat itu Ayahnya menyelamatkan mereka semua.


'Aku bersumpah Aku akan melindungi Bangsa & Raja Ku!' gumam Jesi bersungguh-sungguh.


2 hari kemudian


-Darmaga


"Komandan Jesi. kemana anda pergi?" Tanya dari seorang nenek tua.


"Nek Niya. Aku hendak kesembrang. Raja memberi ku perintah di tempat itu" kata Jesi


Jesi sangat dekat dengan masyarakat zalvia. Dia sendiri memilih untuk mengalami selalu berada di tengah-tengah masyarakat.


"Sungguh. Aku berdoa Kepada Tuhan agar kamu kembali. Jika kamu kembali. Aku akan membuatkan sup daging untuk mu. Hahaha" kata nenek Niya sambil tertawa


"Baiklah. Aku menunggu itu!" kata Jesi.


Jesi pun tersenyum lalu menaiki kapal perang yang telah modern dan canggih


-Ruang Tahta.


"Yang Mulia Raja. Saya telah menemukan lokasi yang anda maksud" kata Sebas sambil membungkuk.


Sebas pun bangkit dari bungkkuknnya lalu menggelarkan peta yang telah ia tandai.


"Yang Mulia Raja. Tentang penemuan sebuah sumber daya bernama Minyak yang anda maksud telah kami temukan. Apa perintah anda selanjutnya. rajaKu?" Kata Sebas dengan patuh..


Firdaus tersenyum mendengar sebas telah menemukan apa yang dirinya perintahkan setelah kepergian Jesi.


"Lindungi Wilayah itu sampai perintah berikutnya!" Titah Raja Firdaus


Firdaus harus menunggu kapan akan muncul Lisc. Sudah beberapa bulan terakhir tidak muncul sesosok bernama Lisc


'Aish. Aku bingung cara memanggilnya!' gumam Firdaus sambil menyenderkan tubuhnya ke tahtanya


"Sebas" Kata Raja Firdaus memanggil


"Mohon Perintah Anda untuk saya. Raja Ku!" kata sebas menjawab dengan tegas


"bukan perintah. Tapi aku ingin mendengar tentang masyarakat untuk ku sebagai raja mereka?" Tanya Raja Firdaus.


Firdaus harus mempertahankan kepercayaan rakyat karena baginya kepercayaan rakyat adalah Titik puncak juga sekaligus titik terlemah untuk negara yang ber Monarki Absolut atau tak jarang negara yang ber republik juga ikut imbas.


"Yang Mulia Raja. Anda tidak perlu khawatir. Dikatakan bahwa Masyarakat zalvia tercinta tak memprotes kepemerintahan anda melainkan memuji anda sebagai pahlawan zalvia yang selalu berkembang kearah lebih baik" kata Sebas menjelaskan.


Firdaus memainkan jarinya disalah satu tangan kursi tahtanya.


Tapi beberapa saat kemudian Firdaus terpikir ide cermelang.


"Bongkar bangunan para bangsawanan yang terlibat kasus korupsi dan jenis lainnya dan bangun kembali untuk masyarakat yang miskin untuk anak mereka tetap berilmu" Titah Raja Firdaus


Sebas yang mendengar itu langsung setuju akan pendapat dengan Firdaus.


"" aku menolak. Yang Mulia Raja. Bangsawan adalah darah suci yang diangkat oleh para Dewa - Dewi tapi dalam masyarkat disana akan tidak berarti lagi" teriak seseorang


Firdaus & Sebas melihat Siapa sesosok yang berani berteriak di Ruang Tahta ini.


Firdaus menatap sebas yang kemungkinan tahu siapa ini


"Yang Mulia Raja. Hamba Mohon Jangan Merusak Sekolah untuk para bangsawan" kata Bara menunduk memohon


BRAK


Firdaus yang mendengar itu langsung menggebrak kursi tahtanya itu


"Apa kamu sadar dengan permintaan Bodoh mu ini!? Apakah kamu tahu bahwa bangsa Zalvia tidak ada dan tidak boleh memiliki bangsawan selama diriKu dan keturunanKu yang Bertahta! Bangsawan hanya membebani Pergerakkan Bangsa ini. Siapa kamu yang menolak Dan menganggu Gugat perintah ku? Aku Raja Negeri ini!" kata Raja Firdaus dengan Emosi yang meledak-ledak.


Firdaus sudah memutuskan untuk tidak ada lagi seorang bangsawan di negara yang ia pimpin. Ia tahu watak tamak seorang bangsawan dan juga adanya bangsawan memecah belah tentara nasional negara dan membuat itu tidak efektif.


Bara yang saat itu berani karena dirinya adalah mantan bangsawan pasti dirinya didengar oleh raja negara ini tapi tak menyangka jawaban yang ia dapat


"kau bukan lah seorang Bangsawan tapi berani berteriak kepada Raja. Apa kamu sadar posisi mu!?" Tanya Sebas dengan emosi


"Prajurit!" panggil Sebas


Krak


Krak


Krak


Suara besi terdengar dari prajurit yang masih setia mempegangi senjatanya


"Prajurit Tangkap orang bodoh ini yang berteriak didepan Yang Mulia Raja!" Titah Sebas


"Siap Laksanakan!" Tegas Prajurit.


Prajurit itu pun menodong senjatanya kepada bara


"Angkat tangan mu ke udara ikut!" Teriak Prajurit kepada Bara.


Bara yang mendapatkan perlakuan itu pun langsung cepat mengambil pisau dari tangannya dan lari menuju Firdaus.


"Mati kau Raja Sialan!!!" kata Bara dengan emosi


"Yang Mulia Raja!!!" Teriak Sebas Panik


Doooor


Dooooor


Doooor


Tembakan demi tembakan tersasar menuju Bara


"Uuuggghh" Bara memuntahkan darah.


"Manusia tak berguna. Cepat bahwa mayat bodoh ini dan bakar untuk menghilangkan jasadnya!" Titah Raja Firdaus


"Baik. Rajaku!" kata Prajurit sambil langsung mengambil mayat bara.


...----------------...


...BYE...


...----------------...