Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Penasaran



Raja Firdaus duduk berhadapan dengan nasel.


"Maafkan saya karena suasanya sedikit tegang karena anda tahu kita juga mewaspadai adanya musuh" kata Nasel dengan tersenyum


"lalu apa yang anda inginkan? Sultan Nasel?" Tanya Raja Firdaus tanpa gentar sedikit pun


Nasel memberikan sebuah linen yang ditulis oleh kuas hitam


"Saya ingin anda membantu kami dengan Armada laut anda untuk memperangi musuh" kata Nasel


"Musuh? Siapa musuh anda dan apa keuntungan saya membantu anda?" kata Raja Firdaus dengan tatapan serius


"Keuntungan?" Kata Nasel Sejenak


Nasel mulai tertawa terbahak-bahak seperti layaknya orang sakit yang tak melihat harapan


"kau mengharapkan keuntungan disaat kamu mati?. Hahaha" kata Nasel tertawa


Firdaus tak sedikit pun gentar


"Cepat perintahkan Armada Laut anda untuk kesisi saya atau anda lah yang berakhir disini. Hahaha" kata nasel dengan wajah yang penuh kemenangan itu


Firdaus berharap adanya aksi-aksi dari lawannya yang lebih elegan tapi harus kecewa karena mendapatkan berakhir seperti novela atau beberapa anime yang menunjukkan hal yang sama seperti Nasel Lakukan..


"Pertama. Aku Firdaus. Raja Zalvia. Wilayah ku besar sehingga kau tak tahu" kata Raja Firdaus mulai mendekati wajah Nasel dengan tatapan ingin membunuh


"kedua. Jika Aku mati. Kerajaan Zalvia tak membuat kamu hidup tenang" kata Raja Firdaus


"Ketiga" kata Raja Firdaus sejenak


Kreek


Firdaus meload Pistol putih miliknya dan menancapkan ke arah kepala nasel


"Berhentilah berpura-pura sebagai seorang Raja di sebuah Wilayah. karena itu akan membuat mu malu atau mati" kata Raja Firdaus


Doooor


Firdaus telah menekan pelatuk untuk menembak tepat di kepala nasel tersebut


"J--jangan bergerak!" kata antek-antek nasel menodong pedang..


"Apa kalian mau benda ini mengeluarkan isi kepala kalian seperti Nasel rasakan?" Tanya Raja Firdaus dengan nada mengancam dan wajah tanpa emosi sedikit pun.


Tang!


Para pedang dijatuhkan lalu mereka mengangkat tangan yang berarti mereka mengaku menyerah dan kalah..


"Sebarkan Berita Bahwa Wilayah Banten berada dibawah Kekuasaan Kerajaan Zalvia" Titah Raja Firdaus dengan santai menaiki kuda yang telah ia siapkan dan diikuti oleh Baste


"Tak masalah. rajaKu!" kata Baste menunduk patuh diatas kuda


1899


Banyak telah terjadi selama.. Para kadipati telah firdaus karena mereka menentang setiap kebijakkan yang firdaus ingin diterapkan di pulau java dan sumatra tapi bagaimanapun. Ada menentang ada pula yang mendukung. Yang mendukung hanyalah Adipati Pulau Madura. Dan Yogyakarta. Keduanya kini telah diangkat menjadi gubernur dan firdaus mengizinkan mereka untuk meneruskan tradisi kerajaan mereka tapi hanya lingkup istana.


dari politik. perpindah Ke infrakstruktur. Tim Penaklukkan yang di pimpin Sebas telah kembali dari menaklukan Semanjung malaya dan pulau atas(kalimantan) namun sebas tak kembali. Sebas Tewas di medan perang demi menyelamatkan banyak prajurit yang hampir masuk ke jebakkan jurang akan tetapi dari banyak prajurit yang berkorban itu semua terbayar karena banyak infrakstuktur yang berkembang. Mulai jalan kereta. Lalu lintas kuda dan beberapa mobil yang memproduksi hanya beberapa saja demi membiasakan rakyat terbiasa itu juga dari Rencana awal untuk kereta karena mulanya akan dipakai oleh masyarakat umumnya akan tetapi beberapa masyarakat belum bisa terbiasa sehingga kereta beralih fungsi untuk mengangkut barang berat seperti batu bara dan sejenis kekayaan alam lainnya..


- Valen. Ibukota Zalvia.


Tok


Tok


Tok


"masuk" kata Firdaus mempersilahkan.


"Yang Mulia Raja. Delegasi Inggris dan Francis ingin menemui anda. apa anda berminat?" Baste.


"Oh mereka?" Kata Raja Firdaus sejenak


"bawa mereka ke ruang Tahta. Aku akan kesana" Titah Raja Firdaus


"Dan Baste. Maafkan saya yang telah membuat sebas tak ada di dunia ini" Raja Firdaus lanjut..


Baste mendekat lalu membungkuk


"mohon anda jangan menyesal. Yang Mulia. Kakek ku selalu dan amat bilang bahwa ia puas menjadi bagian saksi bisu dan bangga menjadi Pelayan Raja. Beliau juga penasaran. Kerajaan apa yang anda akan bentuk kepada masyarakat dan dunia" kata Baste..


Firdaus menyenderkan kursi(btw kursinya masih kursi kayu. Bukan kursi ceo umumnya)..


"Apa yang ku bentuk ya? Hmmm. Ah aku tahu(dengan bola menyala di samping kanan firdaus). Baste. Setelah pertemuan delegasi. Tolong panggil mentri keuangan dan mentri perpajakkan" kata Raja Firdaus dengan titahnnya


"Siap Yang Mulia Raja!" kata Baste menunduk patuh..


Baste pergi dengan cepat untuk melaksanakan perintah sang raja..


sementara Firdaus melihat keluar dengan taman indah yang langsung menyapa mata nya


'kau selalu biasanya penasaran ya. Sebas walaupun sudah tiada pun' gumam Firdaus sambil menatap langit dari balik jendela


...----------------...


...BYE...


...----------------...


"