Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Perdebatan



hari ini bukan hal yang spesial tapi mengingat Sebas & Firdaus selalu berdiskusi suatu rencana yang tidak orang lain ketahui kecuali keduanya..


-Istana. Tahta.


ada Dua Manusia yang terdengar sangat hebat dalam debat pagi ini. Mari kita dengar apa yang mereka debatkan


"Yang Mulia Raja. Saya Meyakini. Melalui Jalur Barat(dari sumatra) karena disana penjagaannya tidak seketat apa yang kita lihat musuhnya" kata Sebas menunjuk Pulau sebrang Sumatra(Malaysia).


"Jalur Barat(Sumatra) ? Tidak! Itu memakan waktu lama. itu akan mengurangi momobilitas pasukan ketika di medan tempur!" kata Raja Firdaus


Debat demi perdebatan terjadi. Sebas melontarkan Pendapatnnya mengapa pasukan Zalvia harus masuk ke jalur barat karena lokasi dari Utama Zalvia hanya menyebrangi pulau sumatra yang dekat dengan sebrang pulau itu(malaysia/Singapore). akan tetapi firdaus juga tidak mau mengalah. Melalui Pulau Jawa. Pasukannya hanya tinggal naik menuju jalur utara dan bisa mengangkut banyak momobilitas.


Debat itu disaksikan oleh 2 penjaga dari jauh karena Tahta ke pintu yang masing-masing memiliki jarak yang jauh diantara firdaus dan mereka.


"Yang Mulia Raja. Bagaimana Kita Menanyakan Usul dari orang yang netral diantara kita berdua" kata Sebas menyarankan


Firdaus sejenak memicingkan mata nya kepada 2 prajurit yang letaknya jauh dari tempat mereka berdebat tersebut tapi kembali matanya menghadap ke sebas.


"Siapa? Jika anda punya orang yang dapat menengahi bermasalahan kita. Aku setuju!" kata Raja Firdaus dengan gagah dan dengan nada tidak mau kalah.


Sebas menunduk lalu pergi menuju pintu keluar.


kedua prajurit penjaga pintu itu mengira jika Sebas akan keluar karena keduanya sudah bersiap diantara ganggang pintu itu.


"Kalian berdua menghadap kepada Yang Mulia Raja. Beliau meminta pendapat dari kalian!" kata Sebas memberitahu


Kedua prajurit penjaga itu melongo dan menatap satu sama lain akan tetapi berakhir menundukkan kepala


prajurit sebelah kanan itu pun juga setuju dan tahu diri siapa mereka berdua.


"Yang Mulia Raja hanya memberi perintah kepada ku memanggil kalian. Saya tidak peduli seberapa rendah kalian tapi kalian harus menemui beliau atau Yang Mulia Raja yang Menemui kalian?" Kata Sebas dengan nada pertanyaan.


"T--Tidak Tuan Sebas. Kami yang akan menghampiri Yang Mulia Raja. Tidak lah kami serakah jika melihat Raja kami mendatangi hamba nya yang rendah itu" kata prajurit kedua. Sebelah kiri.


Sebas pun tersenyum dan akhirnya ketiganya itu pun menuju Tempat singasana milik firdaus.


Tahta & Pintu keluar Ruang Tahta itu sangat luas dan memanjang. Seluas 2 kali lapangan Bola. Dan Jika menuju pintu ruang tahta. Maka di singasana itu tidak akan terdengar.


"Kamu sudah kembali?. Apakah mereka berdua yang akan menjadi penengah untuk masalah kita?" Tanya Raja Firdaus.


"Tentu Yang Mulia Raja. Saya meyakini keduanya lah yang bisa membantu kita dalam permasalahan Kita" kata Sebas.


Sebas pun menjelaskan kepada Dua prajurit penjaga pintu itu.


Pada inti permasalahan adalah letak dimana awal pasukan Zalvia harus menyerang. harus dari barat(Sumatra). Atau melalui Utara(Pulau jawa).


...---------------...


...BYE...


...----------------...


Menurut mu. Rencana yang akan terlihat netral tanpa memihak siapapun?. Sebutkan di kolom komentar. Terimakasih