
Saria hanya menghelas nafas lega dan akhirnya bingung apakah harus menunggu atau Lanjut bertempur
"Saria. Apakah kamu tidak melanjutkan petempuran?" Tanya Jerry setelah kembali dari dalam
"Tidak Jerry. Aku harus menunggu wanita ini. Aku berharap ada sesuatu bisa ku dapatkan" kata Saria
Saria di antara kasihan dan juga ingin mendapatkan lokasi Musuh yang kemungkinan Wanita ini tahu keberadaannya
"Biarkan dia bersama kami. sekarang kita memiliki Talk Tolkie untuk setiap prajurit bahkan tim medis pun memilikinya. aku dapat menghubungi mu nanti. Jangan sampai dirimu ketahuan oleh Yang Mulia Firdaus. Kamu tahu kan dia sangat pemarah apabila ada perwira tentara nya yang tidak melanggar perintahnya" kata Jerry
"Achheem" Firdaus bersin.
"anda baik-baik saja? Yang Mulia Firdaus?" Tanya Sebas
"aku baik-baik saja. Sebas. Sepertinya ada yang orang yang membicarakan ku secara tidak sehat. Lanjutkan pembicaraan kita" kata Firdaus.
Saria setuju hal tersebut tapi kenapa kaki nya sulit untuk melangkah
"Aish. Baiklah. Aku akan beri mu 2 jam untuk disini. Jika 2 jam terlewat. Aku harap kamu mengerti untuk meninggalkan area tim medis dan lanjutkan bertempur!" kata Jerry menghelas nafas
Saria hanya tersenyum dan mulai duduk disamping perempuan tersebut
'sepertinya dia mulai merasakan Cinta' gumam Jerry sambil menggeleng-geleng kepala.
-pertempuran.
"Kapten Hendrik. Saya menemukan Lokasi Musuh" kata Salah satu perwira.
"Sungguh Joy? Dimana lokasi itu? katakan?!" kata Hendrik bersemangat
"Lokasi ini sedikit agak ke timur dari tempat kita berdiri. Kapten. dari pantauan saya. Penjagaannya sangat ketat tapi ada satu celah yang bisa kita manfaatkan" kata Joy
"Apa joy? Katakan" kata Hendrik
"disana terdapat bukit yang tidak jauh dari posisi musuh. Kemungkinan bisa melumpuhkan prajurit Musuh secara sniper dan kita yang didekat mereka langsung menyamar dan bisa membunuh mereka secara diam-diam" kata Joy.
Hendrik mendengar rencana itu langsung tersenyum
"Rencana mu cerdas. Joy. Tapi kapan kita akan lakukan rencana ini?" Tanya Hendrik
"Sore hari. Kapten. Menurut para saksi masyarakat lokal. Penjagaan di sore hari hanya berkisar 3 - 4 penjagaan. Yang mungkin kita bisa mengambil celah itu" kata Joy
"Menurut saya. Menyamar sebagai perwira musuh adalah hal yang konyol. Tapi membunuh musuh dari atas bukit saya setuju" kata Perwira lain mulai bersuara
"Kenapa demikian?" Tanya joy
Joy tidak marah tapi dia senang akhirnya rencananya ada yang mengkritik
"Joy. saya merasakan rencana anda membuat kami seakan di korban begitu saja" kata Perwira itu
"Jadi solusi mu? Hernya?" tanya Hendrik
"Kapten Hendrik. menurut saya. kita harus menyerang secara langsung. walaupun korban ada. Setidaknya nama yang gugur telah menjadi pahlawan untuk kerajaan Zalvia" kata Joy
"Joy. Berapa musuh dsana?" Tanya Hendrik
"Sekitar 150. Kapten" kata Joy menjawab
"baiklah. Aku akan mengikuti setengah rencana Joy dan setengah rencana Hernya" kata hendrik
"baiklah. karena tidak ada yang protes. Maka kita lakukan!" kata hendrik bergebu-gebu.
-Sore hari kemudian.
Tim Sniper Telah dipersiapkan. Jumlah Mereka adalah 20 orang. 20 orang ini nanti nya akan melumpuhkan 20 penjaga di
"Apakah kalian siap untuk menuju bukit dengan membawa senjata super berat ini?" Tanya Hendrik dengan tegas
"Siap. Kapten Hendrik!" serentak tim Sniper menjawab
"baiklah. Lakukan!" kata Hendrik dengan yakin
20 Tim Sniper Telah Bergerak dan Hendrik menunggu Respond Tim Sniper apabila di posisi.
...----------------...
...BYE...
...----------------...