Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Runtuhnya negeri Siam (1)



Dooooor


Dooooor


"Ayoo Kawan! Mereka musuh yang selama ini mengurung negeri kita. Bunuh mereka !" kata salah Prajurit Aceh yang bersemangat layaknya gunung berapi yang meletus-letus.


"Aaaarrrggghh !!!" Teriakkan musuh yang terkena tembakkan


"Bertahan semuanya! Bala bantuan akan datang!" Kapten Musuh berteriak


Kapten Musuh ini tidak mengerti bagaimana keberadaan mereka diketahui bahkan kerajaan siam itu sendiri tidak mengetahui bahwa kelompoknya berada diwilayahnya.


Doooor


Doooorr


tembakkan demi tembakkan berhasil mengenai area vital musuh namun sebaliknya. Tembakan demi tembakkan dari musuh serasa seperti digigit semut oleh tentara aceh..


"kalian musuh yang bodoh! Tidak akan mempan menembaki kami dengan menggunakan Armor Hitam Kuat seperti.." kata Salah satu Tentara Aceh yang tertawa dan tersenyum


Dooooor..


Doooorrr


"Kibarkan Bendera kalian! Lawan Musuh. Bunuh Musuh!" Kata Kapten Tentara Aceh


Ssswwwwiiiingggg


Kapten Aceh yang mendengar bahwa itu adalah pesawat milik kerajaan Zalvia yang berarti strategi dilanjutkan


"Mundduuuuurrr!!!!!" Teriak Kapten Aceh memberi perintah


- 3 jam yang lalu


"baik semua. Dengarkan saya" kata Liamsu


"saya telah berdiskusi dengan para ahli strategi kalian. Kami bertukar informasi dan bertukar strategis. Kami telah bersekapat untuk menggunakan strategi MA2. Yaitu maju mundur 2 bersamaan. kita akan menggunakan Strategi MA2. Dimana Maju itu adalah tentara aceh yang menyerang titik vital musuh. dengan strategi maju ini kalian boleh balas dendam sepuas kalian. Telah banyak musuh melakukan dosa di tanah kita. sepantasnya mereka diadili oleh senjata kalian. Zalvia meminta kepada kalian(para tentara aceh) untuk mewakili kami untuk membunuh mereka secara langsung" kata Liamsu


Liamsu pun mundur dan mempersilahkan Rhin selanjutnya


"Selanjutnya adalah Mundur. Bangsa Zalvia akan mengeluarkan Hulu Ledak Bom yang biasa sering kita gunakan selama 1 bulan terakhir ini kita latihan. Dalam strategi ini. Setiap kapten pasukan harus benar-benar memperhatikan suara & mencermati kedatangan pesawat Besar milik Zalvia yang datang membantu kalian dari udara. Disaat setiap kapten pasukan mendengar maka wajibnya kapten pasukan memberikan perintah kepada pasukannya untuk mundur. Dan setelah itu barulah zalvia meledakkan mereka dan membereskan jalan kalian untuk selanjutnya! Jadi untuk setiap pasukan saya berharap kalian benar-benar juga memperhatikan dan mengingatkan teman seperjuangan kalian jika memang ada perintah mundur. Jika ada sebuah perintah maka jangan dipertanyakan jika itu mengenai keselamatan kalian tapi jika perintah tidak masuk akal dan membuat kalian tidak selamat kecuali tidak dibunuh oleh musuh. Kamu boleh membunuh kapten mu tapi ingat jika kapten terbunuh maka yang membunuhnya harus menggantikannya dan memimpin perperangan!" kata Rhin


-balik ke medan perang..


Semua prajurit aceh kembali dengan perlahan sambil menembaki musuh


Doddooooorr


Dor Door


Sswwwwiiing


Pesawat Milik Zalvia menurunkan sebuah benda besar dan keras berwarna hitam itu meluncur bebas di atas langit lalu menuju tanah musuh


"tembak benda itu !!!" kata Kapten Musuh yang menunjukkan benda hitam besar itu


DooooR


DooooR


Tembakkan demi tembakkan tidak menghentikan 1 buah hulu ledak tersebut


Duuuuuuuuaaar


Hulu Ledak Bom tepat meledak didepan kaki para prajurit musuh


Kapten Aceh yang melihat kehebatan senjata bom milik zalvia sepertinya bukan asupan jempol saat di latihan 1 bulan yang lalu..


"Rhin. apa yang mungkin terjadi jika kerajaan zalvia itu menyerang negeri kita?" kata Kapten Aceh yang berdiskusi kecil


"Arman. aku mengerti kekhawatiran mu tapi setelah melihat apa yang dimaksud ledakkan yang di miliki oleh zalvia bagi ku sulit membayangkan hal itu jika kita benar-benar berperang" kata Rhin menjawab


Arman selaku kapten Aceh hanya bisa mengangguk dan mempikirkan hal yang serupa seperti apa yang dipikirkan sahabatnya itu..


"Semuanya Berkumpul! Tim Medis segera obati yang terluka dan yang meninggal akan disiapkan untuk kembali tanah air. Dan yang tersisa dan hidup. Maka bersiap untuk operasi selanjutnya!" kata Arman sang kapten memberikan instruksi kepada setiap prajuritnya..


Tim Medis digerakkan dan mulai menggotong mayat atau korban - korban yang terluka tembak..


Sementara Arman & Rhin memperlihatkan peta besar kepada prajurit-prajuritnya



Ini visualnya. Anggapnya)


"ini adalah peta yang hampir mencakup sebagian besar wilayah Kerajaan Siam. Terdapat 18 hutan. 8 Air Bersih Danau. 7 pegunungan dan 4 kota di setiap jarak 4 jam perjalanan tanpa kuda" kata Arman memulai


"kita berada di wilayah selatan(memberikan batu sebagai petanda). Kita diperintahkan untuk meruntuhkan wilayah kerajaan siam karena berkat kerajaan siam ini musuh dibiarkan bebas berkeliaran dan mengurung kita dalam negeri kita sendiri! Dan itu tidak dapat dimaafkan. Kita perlu membuktikan bahwa Kita adalah bangsa aceh yang kuat dan bijaksana. tunjukkan betapa kuatnya kita di medan perang. Dan tunjukkan betapa bijaksananya kita dalam berbicara!" Kata Rhin dengan bergebu-gebu


"Yyaaah Benar itu. Kita harus kuat dan tidak boleh lemah!" teriak para prajurit yang sambil mengangkat senjatanya setinggi-tingginya


...----------------...


...BYE...


...----------------...