
2 hari kemudian ~
kini firdaus menuju Lokasi Ginu.
Setelah perjalanan 2 hari dan kini Firdaus bersama beberapa orang mengikutnya untuk menuju lokasi ginu berada.
"Yang Mulia Raja. Java Telah 50% persen telah kita kuasai. 50% persen lainnya adalah mereka yang bersembunyi di sekitaran kerajaan lokal. Bagaimana Menurut anda?" Tanya Sebas
Firdaus Melihat langit malam yang begitu indah. Bulan hari ini begitu bersinar
"Sebas. mengapa Bulan itu bersinar?" Tanya Raja Firdaus sambil melihat bulan bersinar di malam hari.
Sebas pun langsung membungkuk
"Maafkan hamba yang belum dapat menjawab pertanyaan anda. Yang Mulia Raja!" Kata Sebas dengan nada menyesal
"Sebas. kemarilah dan lihatlah bulan bersinar diatas sana. Bulan Bersinar itu adalah tanda kekuasaan Tuhan terhadap manusia. Tuhan ingin menunjukkan bagaimana kekuataan Tuhan dalam memberi cahaya yang begitu bersinar di mata para manusia" kata Raja Firdaus menjelaskan
"Maaf Yang Mulia Raja! Hamba yang bodoh ini tidak mengerti apa maksud anda!" kata Sebas sambil menunduk menyesal
"Artinya. Jika Tuhan menunjukkan cahaya karena kekuataaNya. Maka kita harus tunjukkan sesuatu yang dapat mereka lihat bahwa kita yang akan berkuasa ditanah ini. Kita harus tunjukkan bangsa Zalvia bukan bangsa yang lemah. selanjutnya kamu paham apa maksud ku!" kata Raja Firdaus dengan nada Tegasnya sebagai seorang raja.
Sebas pun kembali melihat sinar bulan itu dan mulai sedikit paham
"Yang Mulia Raja. Kekuataan kita berada pada tentara kita. Tentara yang bertikad untuk mati demi Bangsa & Raja. Itulah kekuataan kita. jika itu kekuataan kita maka kita harus menunjukkan kepada musuh-musuh kita bahwa bangsa zalvia adalah bangsa harus dipertimbangkan dalam perperangan!" kata sebas dengan jiwa patrioknya
"Benar. Kamu Benar. Sebas. Tapi Semangat berjuang dan rela berkorban harus terus kita bakar. Dan bakar. Semangat tak boleh padam. Sebas. Carikan solusi agar tentara kita terus setia kepada Raja & bangsa mereka!" kata Raja Firdaus
"Segera saya laksanakan perintah anda. Yang Mulia Raja!" kata Sebas sambil berlutut didepan firdaus.
Hiden. Adalah Seorang Pria Berumur 35 Tahun. Tidak jauh beda dengan umur Joy yang berkisar di umur 25 tahun. Hiden adalah paman dari Joy. Hiden selalu ada untuk joy dan sebaliknya. Joy adalah yatim piatu akibat dari para penjajah yang menyerang bangsa mereka. Bangsa India. Bersama joy dan lainnya hiden merencanakan perlarian untuk kehidupan yang nyaman.
"Kapten Hiden! Kami menemukan lokasi musuh!" kata Prajurit ZU yang bernama Liona dari name tag miliknya.
Hiden melihat seorang perempuan muda. Cantik. Dan sangat amat disayangkan berada dimedan petempuran
"Siapa nama mu dan dari batalion mana kamu?" Tanya Hiden
"saya Liona. Saya dari Batalion ZU6. dibawah komando Kapten Joy" kata liona dengan usaha ber nada tegas lyaknya prajurit pria umumnya
Hiden menghelas nafas lalu duduk disebuah pohon
"apa yang membuat mu ikut dalam perperangan?" Tanya Hiden
"Membalas Dendam" kata Liona singkat
"membalas dendam? Untuk apa?" tanya Hiden
"keluarga saya telah terbantai oleh para penjajah. Oleh para musuh bajingan. Saya berasal dari pulau sumatra. Saya merasakan neraka yang benar-benar baru rasakan dan saya membenci jika itu terulang untuk generasi selanjutnya
'benar kata yang mulia raja. setiap penduduk bangsa zalvia pasti terdiri dari mantan kriminal yang ingin lepas dari dunia hitam. para orang yang kabur dari asal bangsa mereka karena muak akan penjajahan yang dialami. aku tak menyangka dan tak pernah melihat ada sebuah raja yang baik dalam memimpin semua orang ini' gumam Hiden.
...----------------...
...BYE...
...----------------...