
Teriakan semangat Itu melegar hingga membuat siapapun musuh nya akan terguncang mendengar hal itu.
"Yang Mulia Raja. Saya tidak akan berada disisi anda selama masa petempuran. Pada kasus ini. Mohon anda curahkan kepercayaan anda kepada Cucu saya. Yaitu Baste. Dia adalah Cucu dari Anak Hamba yang telah gugur medan tempur melawan para penjajah yang mencoba menguasai negeri zalvia ini. Karena tekad dan semangat juang para pendahulu. Kita masih bebas hingga hari ini" kata Sebas bersama dengan Bocah yang berumur sekitar 17-20 Tahunan.
Firdaus melihat Wajah Anak tersebut dan melirik
"apa kamu keberetan dipimpin oleh orang yang mudah lebih dari pada kamu?" Tanya Raja Firdaus.
Beberapa kasus umumnya. Para tetua enggan melayani anak muda yang mungkin mereka manja. Ada beberapa kekaisaran atau kerajaan lama yang dipimpin oleh Anak Muda tapi tak bertahan lama karena mereka hanya semacam boneka oleh tetua.
"Yang Mulia Raja. Hamba Tak permasalahkan apapun terkait dengan umur hamba dengan umur Baginda Raja. Sekiranya Hamba diizinkan melayani anda. Itu adalah karuniah Tuhan untuk hamba tetap bersama anda" kata Baste dengan menunduk patuh.
Firdaus melirik baste dan sekaligus berkonsultasi dengan lisc terkait hal ini.
[Pria Muda ini. Baste. Namanya? Rekrut dia sebagai penasehat mu. Tuan. Saya menjamin segala kekurangan anda dalam mendidik manusia abad tahun 18 ini dapat terbantu oleh nya] kata Lisc menjawab atas galaunya Firdaus mengambil keputusan..
Firdaus yang mendengar itu pun mempegang pundak Baste dengan erat.
"Aku menerima mu sebagai penasehat Raja sementara. aku mengizinkan mu untuk tidak bersikap formal selama kita berdua. Dan bersikaplah formal ketika ada keacaraan" kata Raja Firdaus.
setelah mengatakan 1 atau 2 kata kepada baste. Kini Firdaus melirik Sebas..
"Sebas. Jadwal prajurit turun perang adalah 2 hari kedepan. Aku harap dalam 2 hari. Baste dapat terampil dan mengerti dengan tugas sebagai penasehat kerajaan" kata Raja Firdaus.
"Yang Mulia Raja. Saya mewakili Ayah Baste. Berterimakasih atas kesempatan besar baginnya. Saya tentu akan mendidik dan mengajarinya dengan benar dan keras agar baste sendiri tidak mengecewakan diri anda" kata Sebas Menunduk Patuh.
Sebas & Baste kembali tegak setelah Pandangan Firdaua tak terlihat.
"Baste. Kakek harap kamu tidak mengecewakan Yang Mulia Raja yang telah memberi mu kesempatan. adanya dirimu semoga Ayah mu lihat atas sana dan bangga karena memiliki mu sebagai seorang ayah" kata Sebas memberi petuah.
Sebas pun mengajak Baste kembali kerumah. Rumah yang telah di renovasi dan siap huni layak.
Bagi Sebas ini adalah hadiah raja firdaus itu sendiri yang memberikan rumah ini dan memberikan kesan mewah dan modern.
Sebas pernah mengingat sebuah perkataan
"Tongkat Dan Permen. Jika kamu patuh akan perintahku. Tindakan ku. Dan melihat bahwa itu kebaikan untuk bangsa kita. Maka kamu mendapatkan permen atau Hadiah - Hadiah sebagai Atas wujud kesetiaan dirimu" kata Raja Firdaus waktu itu.
"Tongkat. Jika pembangkang dan juga melakukan pemberontakkan. Membuat Rakyat panik. Kamu akan diberikan Tongkat atau Hukuman yang bisa jadi membunuh mu atau sekeluarga mu" kata Raja firdaus melanjutkan perkataannya pada waktu itu.
Permen. Itu lah langkah yang dipilih Sebas agar keturunan nya dapat hidup lebih baik dan dapat mempercayai bahwa hidup itu akan sulit jika tidak memilih yang tepat.
...----------------...
...BYE...
...----------------...