
DOOOOR
"Serang!" Titah Sebas Kepada Prajuritnya
dooOor
Doooo0r
Sebuah keras bagaikan ledakan yang belum pernah didengar oleh para bandit sebelumnya itu langsung lari
"Senjata apa itu? Sungguh gila!" seru salah satu bandit itu
para bandit itu tunggang langgang berlarian entah kemana.
"Tak Perlu di kejar!" kata sebas menahan seorang prajurit yang hendak mengejar para bandit.
"Maaf Kapten. Mengapa kita tak perlu mengejarnya?" Tanya prajurit itu
"lihat pipi saya! kembali ke Yang Mulia Raja Berada" kata sebas dengan memutar balik.
5 prajurit yang dibawa sebas hanya bisa planga plongo saja tanpa memberikan suara sedikit pun.
Beberapa menit kemudian.
"Bagaimana?" Tanya Raja Firdaus yang melihat rombongan Sebas kembali
"Yang Mulia Raja. Hamba berhasil menyingkirkan para bandit tapi mohon maaf hamba tidak mengejarnya karena hamba takut mereka kembali dengan mengincar nyawa yang mulia raja maka dari itu saya kembali untuk lebih penjaga anda" kata Sebas dengan berlutut layaknya ksatria.
Sebas menggunakan Baja Hitam dengan senjata pistol berada di sakunnya serta membawa tameng & pedang sebagai senjata kedua
ini sebas lagi berlutut kepada Firdaus).
"Tak Apa. Yang terpenting kehadiran kita sudah ketahuan maka sudah kita harus kembali dengan membawa Ginu selanjutnya" kata Raja Firdaus sambil matanya menatap kedepan.
Sebas pun patuh dan kembali ke barisan semula.
"Apa kamu yakin. ini dia tempatnya. Sebas?" Tanya Raja Firdaus
"Benar Yang Mulia Raja. Ternyata Pelayan itu menjual Ginu kepada seorang Raja palsu yang bernama Gading Audrey Kusuma Tirta yang berasal dari Negara Tarumannegara. Kedudukannya sebagai kerajaan sedang mengalami krisis parah diakibatkan oleh pihak musuh mempenjarakan Raja Asli Bernama Hariwangsawarman Ke-10 dari Tarumannegara" kata Sebas menjelaskan.
Firdaus mendengar itu sedikit terkejut karena yang ia tahu tamunegara adalah kerajaan yang telah runtuh ekstensinya akibat dari serang pihak kerajaan sriwijaya tapi saat ini. Detik ini. dirinya menemukan bahwa Tarunanegara belum runtuh dan firdaus sekarang sangat yakin bahwa dunia yang ia tempat ini adalah berbeda universe tapi latar dan kejadian hampir mirip walaupun kisah sejarahnya berbeda.
"Sebas. Apa keuntungan kita membebaskan kerajaan Tarumanegara?" Tanya Raja Firdaus dengan serius
"Yang Mulia Raja. yang saya dengar dari sebuah cerita dari pedagang bangsa timur berkata bahwa Tarumanegara menjual sebuah prasasati. Perunggu. Emas. Dan tanaman tarum. Saat ini tanaman tarum sangat digemari oleh pedagang bangsa timur" kata sebas menjelaskan.
Firdaus Menatap ke langit seakan-akan dilihat bahwa ia sedang perpikir sesuatu padahal tidak. Dirinya hanya melihat langit biru yang dibawahnya akan sebentar lagi darah.
"Baiklah. Kita akan membebaskan Tarumannegara dan saya harap dia akan menerima kita" kata Raja Firdaus.
Firdaus perpikir tentang kemana Raja asli Tarumannegara berada.
"sepertinya terpaksa. Operasi ini harus terbuka.. Ahhkk sayang sekali" kata Raja Firdaus menghelas nafas pelan.
Sebas yang mendengar itu langsung berlutut didepan Rajanya
"Yang Mulia Raja. Mohon jangan melakukan hal itu. Keselamatan anda seperti saya melindungi nyawa saya. Mohon harap pengertiannya" kata Sebas mencegah tindakan firdaus.
"Kamu berani mencegah ku melakukan apa ku mau? asal kamu dech. ahem... MaksudKu. Kamu harus menyadari suatu hal. Jika saya tidak membuka operasi ini dan memberitahu prajurit zalvia terdekat dan mengabari komandan mereka maka kita akan nemukan raja Asli dari Tarumannegara dan kerajaan nya akan selamat. Tapi kita gegabah kita akan kehilangannya itu adalah satu satu tentang akan zalvia bangkit" kata Firdaus
...----------------...
...BYE...
...----------------...
"
"