Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Pendidikan



Tiga Hari kemudian


Firdaus telah rapat dengan para mentri. Rapat itu tentang pendidikan masyarakat dan modernisasi Pemerintahan agar lebih efisien dan mudah bergerak. Serta di rapat itu juga membahas Kekayaan Alam yang dimiliki oleh bangsa Zalvia.


-Ruang Tahta. Istana


"Yang Mulia Raja. Apa Anda Tertarik mengunjungi Bangunan sekolah bekas bangsawan?" Tanya Sebas


Firdaus melirik sebas dengan pertanyaan. Masalahnya selama bertahta dan hidup dirinya saja belum mengetahui dimana lokasi sekolah bangsawaan itu


"Yang Mulia Raja. Sekolah Bangsawaan itu Bernama School house of Dukey. Sekolah ini dibangun oleh keluarga bangsawan Dukey. Sekolah itu mengajarkan nilai-nilai luhur. Kesopanan. Keadilan. Dan sejenisnya. Sekolah itu hanya menerima kaum elit. Saudagar kaya. bangsawaanan kerajaan" kata Sebas menjelaskan


Firdaus berdiri dari tahta nya dan menuju salah satu jendela serta diikuti oleh sebas dibelakangnya


"Lalu mengapa Setiap keturunan Raja tidak bersekolah disana?" Tanya Raja Firdaus.


"Yang Mulia Raja. Jika Hamba Mu diizinkan Jujur. Maka Saya katakan bahwa para keturunan Raja & bangsawaan adalah Kasta yang berbeda! Para keturunan bangsawaan itu manja dan menghabiskan anggaran negara. Beberapa dari mereka bekerja tapi beberapa lain menghabiskan(korupsi) dan Berbeda Dengan para Keturunan Raja. Keturunan Raja didik dan di asuh dengan baik. Ditangan mereka lah sebuah negara dapat maju dan mundur. Yang Mulia Raja Xlll. Kakek Anda membuat sebuah peraturan dimana Para Pewaris Tahta dilarang bersekolah dan bergaul dengan para bangsawaan secara berlebihan. Raja XIII saat masih hidup itu benar-benar membuat kedua nya terlihat berbeda" kata Sebas menjelaskan


Firdaus menatap sebas tapi sebas menundukkan wajahnya


"mengapa kamu menunduk?" Tanya Raja Firdaus


"Yang Mulia Raja. tidaklah elok bagi seorang pelayan seperti hamba ini untuk bersinatap dengan Anda. Raja saya" kata Sebas


Firdaus hanya bisa terdiam tanpa memiliki balasan. Entah mengapa Peraturan kerajaan terkadang aneh tapi juga unik. ada beberapa peraturan kerajaan yang belum firdaus terima. Tentang kesenjangan dan derajat manusia.


"Hamba siap melaksanakan perintah anda. Yang Mulia Raja" kata Sebas menunduk.


Firdaus hanya mengangguk dan sebas pun pergi setelah diizinkan untuk pergi.


Sementara itu firdaus mengecek kembali pekerjaannya yaitu sebuah berkas - berkas permintaan yang dilayangkan oleh setiap para mentrinya.


Firdaus mengecek setiap permintaan tapi dari beberapa permintaan. Ada yang membuatnya menarik


"Hormat Ku kepada Yang Mulia Raja. Hamba Memohon Maaf apabila hamba belum dapat hadir dalam rapat dan pertemuan hamba dengan baginda Raja. Izinkan Hamba yang rendah ini memperkenalkan diri. Hamba Memiliki Nama yaitu Shiro Hasmid Yasha. Hamba Adalah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Rakyat Zalvia (MPKR). Mentri ini memiliki Tujuan untuk mencerdaskan Rakyat dan memberi ilmu untuk bela negara & menjunjung tinggi Raja & Negara. Surat ini juga adalah permintaan saya untuk Yang Mulia Raja Menyediakan fasilitas untuk kami Rakyat zalvia agar tetap maju dan bangga akan sebagai rakyat zalvia. Hamba ingin sebuah bangunan dan dapat jadikan sebuah sekolah untuk rakyat. Saya Sangat berharap sekira Yang Mulia Raja Membaca Surat hamba. Hamba siap dan bersedia menemui anda. Yang Mulia Raja" Isi surat permintaan tersebut.


Firdaus membaca dan perpikir setelah itu


'untuk membuat kemajuan adalah mencerdaskan bangsa nya akan tetapi terlalu cerdas bisa membahayakan sebuah pemerintahan' Gumam Firdaus bingung..


Firdaus belajar dari dunia yang sebelumnya ia tinggali. banyak rakyat di dunia sana telah dicerdaskan dan telah berubah pesat perkembangan manusia akan tetapi perlahan adab. Dan sifat-sifat seorang manusia menghilang seiring perkembangan zaman


...----------------...


...BYE...


...----------------...