
"Yang Mulia Raja. Saya mendapatkan informasi bahwa 2 kapal musuh telah hancur berkeping-keping oleh pesawat Zargon milik kita" kata Baste dengan menunduk(ala ksatria).
"bagaimana RZN?" Tanya Raja Firdaus.
"Pasukan RZN telah digerakkan setidaknya 1 kapal telah mengangkut 100 personil dengan bersenjataan lengkap dan siap menangkap pasukan musuh beserta jarahan musuh yang dibawa dalam dek kapal. Mohon perintah selanjutnya dari anda" kata Baste.
"Tangkap mereka hidup-hidup itu akan menjadi modal bagi kita bernegosiasi kepada Sultan Aceh" Kata Raja Firdaus
Baste pun mengangguk patuh lalu kembali ke tim informasi untuk melanjutkan perintah raja..
2 menit kemudian
"Bagaimana?" Tanya Raja Firdaus yang masih setia duduk di atas kuda putih
"Yang Mulia Raja. Pasukan RZN telah bersiap dan hanya meminta perintah anda untuk menjalankan tugas nya" kata Baste
"Tahan mereka. Aku memiliki ide lainnya juga" kata Raja Firdaus.
Baste pun mengangguk patuh
beberapa menit lainnya
"baiklah baste. Ayo jalan menuju perbatasan Sumatra - Aceh" kata Raja Firdaus
"Siap Yang Mulia Raja" seru Baste sambil menaiki Kuda cokelat nya.
perjalanan terdekat untuk menuju perbatasan dengan menggunakan kuda hanya memakan 3 jam perjalanan tapi bagi Firdaus itu tak masalah karena ia ingin melihat bagaimana perawatan sumatera di tangan Joy & Hendrik tersebut
"Semua jalan diperbarui. Ini bagus" Kata Raja Firdaus tiba-tiba memuji
"Hendrik. Joy" Panggil Raja Firdaus dengan keduanya.
perlahan kedua keduanya mengimbangi kecepatan kuda firdaus
"saya memenuhi panggillan anda. Yang Mulia Raja" kata Joy
"saya memenuhi panggilan anda. Yang Mulia Raja" kata Hendrik
"berapa banyak pekerja yang kalian gunakan?" Tanya Raja Firdaus
Hendrik dengan satu tangannya mengendalikan kuda dan satu lainnya mencari buku yang dimana buku itu menyimpan data jumlah pekerja yang dibekerjakan..
GRAP(Hendrik berhasil mendapatkan apa yang ia ingin ambil dari kantongnya).
"Yang Mulia Raja. Izinkan hamba menyebutkan data yang selama ini sudah hamba siap lapor kepada anda. Total pekerja yang dibekerjakan adalah 20.2 juta orang. pekerjaan ini dalam 1 tahun selesai dan semua itu tidak luput dari berkah dan betapa canggihnya alat dan bahan-bahan bangunan yang anda kirim dan ternyata itu sangat memudahkan para pekerjaan" kata Hendrik
"20.2 juta dari lampung ke ujung akhir perbatasan dalam 1 tahun? Sungguh sulit ku percaya" kata Raja Firdaus dengan nada sulit mempercayai perkataan Hendrik..
"Yang Mulia Raja. Saya tahu anda tidak percaya begitu pun dengan hamba yang bodoh ini. hamba ingat sebuah bangunan bisa selesai setidaknya 5-7 tahun dan menurut hamba itu adalah hal yang tercepat di lakukan oleh manusia akan tetapi entah kenapa setelah semua alat dan bahan-bahan bangunan yang kirim kepada kami mempermudah kami. Contohnya cangkul. dan sesuatu benda berputar-putar yang anda sebut itu Molen dan sebuah cairan abu-abu yang anda sebut Semen itu membuat semua terbangun dengan sempurna. Saya mengikuti intruksi dari orang-orang anda kirim kepada kami. Kami di jelaskan dan diajari cara menggunakan molen dan semen lalu juga diajari tata letak batu berwarna oren atau disebut batu bata itu diletakkan. Kami diajari mencangkul dan juga diajari cara mengaduk semen baik dari molen atau tenaga manusia itu sendiri. Kami juga diajari tentang pembagian shift. Kami dibagi shift oleh orang-orang anda. Kami memiliki 3 jam istirahat dengan 3 putaran waktu. siang. Sore. Dan malam. Lalu di malam hari kami diberikan alat lain yaitu berupa Senter oleh mereka(orang² firdaus). pada waktu itu senter itu memperlihatkan sebuah cahaya layaknya matahari siang dan kami semua terkejut melihat itu" kata Hendrik dengan nada gembira atau senang melihat sesuatu yang tak pernah ia lihat atau mengalami hal itu sebelumnya..
'Apakah akan bahaya jika terlalu cepat?' gumam Firdaus khawatir.
...----------------...
...BYE...
...----------------...